Daratan Arab, Nubuwat Nabi, dan Zaman Es (Pemanasan VS Pendinginan Global Bag. 2 )

Oleh: Khairul

Amri Hatta

Dapat kabar dari kanda Muhammad Ihsan alias Kakak ipar saya yang saat ini memimpin sebuah operasi di lautan Saudi Arabia bahwa kemarin telah turun hujan es di daerah As Safaniyyah. Mendengar itu, ada keinginan kuat menjelaskan sebab fenomenan iklim yang tidak lumrah itu terjadi di negeri yang dikenal sangat panas dan gersang, menjelaskan mulai dari sejarah ikilim purba kala, hingga perubahan Iklim yang sedang dan akan dilalui oleh daratan Arab secara keseluruhan. Namun disamping itu juga ada keinginan yang sudah lama tertanam untuk menjelaskan fenomena ini dalam tulisan- tulisan bersambung bertahap dengan harapan mudah diterima dan terlebih lagi sebagai pembelajaran bagi kita merenungkan janji- janji Allah Swt dan Rasulnya tentang Akhir Zaman.

Kita mulai pembahasan kali ini dengan kembali ke tahun 1980-an di saat penelitian dan penggalian sudah banyak diadakan di wilayah gurun pasir di beberapa negeri Arab. Dari berbagai ekspedisi, para ilmuwan menemukan bukti-bukti Ilmiah tak terbantahkan bahwa tanah Arab dahulu dipenuhi tetumbuhan dan sungai-sungai, hal itu terbukti ditemukannya fosil-fosil endapan tetumbuhan, pepohonan, hewan-hewan, dan artefak-artefak kuno peninggalan kaum terdahulu di sana.

Melihat fakta ilmiah yang semankin kuat dan jelas, sebuah lembaga kajian `Ijazul Ilmi di kota Makkah [1] menginginkan fakta itu – yang baru diketahui dikalangan tertentu saja saat itu – tidak lagi diketahui oleh beberapa kalangan tertentu saja, tetapi harus disebarkan kepada seluruh kaum Muslimin dan ummat manusia, maka diundanglah seorang pakar geologi tekemuka saat itu, Professor Alfred Kroner [2] dalam seminar geologi di Fakultas Ilmu Bumi di King Abdul Aziz University Arab Saudi. Di sana dia bertemu langsung dengan penggagas lembaga kajian tersebut, yaitu Syeikh Abdul Majid Az-Zindany [3] di dalam sebuah diskusi singkat.

Meskipun hanya berlangsung singkat, akan tetapi Dunia sekali lagi menyaksikan kebenaran ilmiah sabda Nabi muhammad Saw lewat perbincangan ilmiah itu. Di antar topik yang diangkat dalam dialog yang berlangsung selama dua setengah jam tersebut adalah tentang sabda Rasulullah Saw bahwa daratan Arab akan kembali dipenuhi tetumbuhan dan sungai-sungai.

Terlebih dahulu Syekh memulai pertanyaan kepada sang Prof:
“Tahukah Anda bahwa Dahulu daratan Arab pernah dipenuhi dengan tetumbuhan dan sungai-sungai ?”

Prof menjawab: “Benar, dan hal itu merupakan Fakta Ilmiah.”

Lanjutkan membaca


Daratan Arab ( Bag.2)

Oleh: Khairul Amri Hatta

2. sisasisa-sisa endapan tetumbuhan, hewan-hewan, dan pepohonan

Semenanjung Arab sebelumnya merupakan wilayah perkebunan, yang dihidupi oleh berbagai jenis hewan dan tumbuhan, bercuaca lembab, dimana pada daerah tersebut Para peneliti menemukan sisa-sisa danau, tetumbuhan, rerumputan panajang, dan hutan-hutan sedang, serta fosil-fosil binatang dari jenis kerbau, sapi liar, dan kuda Nil yang pernah hidup 18000 tahun yang lalu di masa akhir dari salah satu priode glasial.
Sebuah penelitian dianadakan di wilayah Emirat Arab pada 1989, dipimpin langsung utusan dari museum inggris. Dari penelitia itu ditemukan fosil-fosil hewan yang kembali ke zaman Mesozaikum, sekitar lebih dari tujuh ratus ribu tahun lalu. Dan hewan yang ditemukan Robert Biiru bersama tim penelitinnya, merupaka hewan dari jenis mamalia seperti jenis gajah yang memiliki kerabat jauh dengan gajah modern. Kuda Nil, hewan karnivora kecil, kuda, badak, penyu, buaya, ikan, burung, dan salah satu jenis Kera. Dari semua hewan tersebut sangat jelas bahwa asal mereka dari wilayah Ethiopia, di mana pada masa Mesozaikum laut merah terbuka hingga ke laut mediterania (tengah), namun tetutupi oleh jembatan daratan antara Ethiopia dan Yaman di bagain selatannya. Dan bagian Timur terdapat jaringan sungai Tigris dan Efrat yang terbentang ke selatan melebihi ukurannya saat ini, dengan keberadaan fosil-fosil hewan tersebut, menunjukkan mereka perna hidup di wilayah dan kedua sungai tersebut. (18)

Pada wilayah dalam gurun Sharaa bagain timur ibu kota Oman yang berjarak lima puluh kilometer, ditemukan bekas ikan yang membatu ukurannya mencapai setengah hingga satu meter. Penelitian pertama terhadap fosil ikan ini menunjukkan jenis ikan tersebut hidup di laut pada masa priode karbon, yaitu sejak sekitar 25 hingga 70 juta tahun, sekaligun hal ini menunjukkan wilayah tempat dimana fosil ikan itu ditemukan, ternyata pernah terdapat sebuah danau atau genangan air yang sangat dalam. (19)

Arus alairan sungai membawah bebatangan pohon dan bangkai tetumbuah yang kemudian terdampar di lokasi rendah tempat dimana sisa-sisa tetumbuah tersebut mengendap dan tertutupi oleh air. Dari proses pengendapan itu terdapat bangkai-bangakai tanaman yang tersisa dan tesimpan akibat proses berkumpulnya dan bertumpuknya sisa-sisa tersebut, sekaligus menjadi pelindung bagi sisa-sisa itu dari pengaruh perubahan alami, oksigen, dan bakteri, dan tecegah dari proses disintegrasi seperti endapan bebatangan pohon yang terkubur. Selain itu, terdapat tumpukan di beberapa lingkungan situs lain, berlapi-lapis tumpukan dedaunan tumbuahan yang mengalami penyusupan dan meninggalkan bekas sangat halus, dengan berangsurnya proses pengendapan dan tekanan pada lapisannaya, dedauan tersebuat akan menghasilakan efek cetakan yang sangat jelas, seperti yang ditemukan di beberapa wilayah semenanjung Arab, dinatara fosil-fosil tetumbuhan yang utama seperti bebatangan yang masih tersimpan dengan baik di beberapa wilayah Saudi Arabiah. Panjangnya melebihi eman meter, dengan diameter lebih dari tiga perempat meter. Selain itu juga ditemukan pada lapisan tanah sisa-sisa akar tetumbuha di wilayah “Onaizah’, begitu juga dengan fosil akar tetumbuhan pada bebatuan yang terdapat di bagian selatan Onaizah.

Juga terdapat fosil bebatangan pohon yang elok di dasar “Tel Abu Kahla” yang terkumpul dalam sebuah tumpukan bebatangan dengan ketebalan tiga perempat meter, tangakai berukuran antara setengan dan satu senti, ditemukan ronga-ronga tetumbuhan pada bebatuan yang kembali pada akhir masa priode Perm di beberapa wilayah yang berbeda timur tengah. Sebelumnya hal itu belum dikenal di Semenanjung Arab hingga ada penemuan di Tel Abu Kahla di daerah Onaizah, dan temuan potongan lapisan-lapisan tanah yang kaya dengan zat besi, mengandung lapisan dedaunan dan sisa tetumbuahan. Setelah memalui penelitian pada ribuan sampel bebatuan yang mengandung lapisan tetumbuahn, para ilmuwan menyimpulkan bahwa umur fosil bebatangan pohon yang ditemukan di daerah Onaizah kembali pada masa Perm terakhir ( sekitar 250 hingga 270 juta tahun). Bukti dari itu adalah peroses pengendapan lapisan tetumbuhan, dan proses tersimpannya sisa-sisa tumbuhan dengan sangat baik, menunjukkan bahwa proses tersebut terjadi di lingkungan yang sanagat tenang, atau pada perairan yang dangkal. Dan keberadaan babatangan dan dedaunan yang terletak pada lapisan tersebut saling berdekatan satu sama lain yang secara tidak langsung menjadi indikator bahwa lokasi itu dan sekitarnnya merupakan tempat tumbuhnya tetumbuah itu. Adapaun keberadaan fosil-fosil dedauna dan bebatangan yang sebagian besar terdapat pada babatuan pasir di dasar sungai-sungai dan danau, menjadi bukti bahwa tetumbuah tersebut terendap di lokasi yang aktif, menunjukkan bahwa babatangan itu terhanyut oleh arus sungai hingga ke lokasi-lokasi pengendapan yang tidak jauh dari tempat tumbuhnya. Adapun sisa tetumbuahan yang ditemukan di lokasi tumbuhnya maka hal tersebut menunjukkan bahwa lokasi itu pernah ditumbuhi oleh tetumbuhan. (20)

3. Wilayah yang hilang “Kota Ubar” dan “ Desa kuno Fao”

Peninggalan Arkelogi di semenanjung arab bukti bahwa wilayah tersebut dahulu dihuni oleh penduduk dengan iklim berlembab. Fakta tersebut diperkuat dengan teknologi arekelogi modern terkhusus setelah ditemukannya beberapa situs arkelogi peninggalan peradaban kaum-kaum terdahulu di wilayah gurun pasir yang tandus tersebut. Sepeti pemukiman yang tedapat di daerah “Mahroh” di selatan Yaman yang kembali pada era pradaban lampau, di sana terdapat banyak peninggalan kuno kaum-kaum terdahulu, yang kisahnya tercatat dalam sejarah.

Tercata dalam sejarah beberapa daerah yang terkenal berserta penduduknya di wilayah semenanjung Arab. Berita tentang kehebatan peradabannya tersebar dari kaum ke kaum dan melegenda di antara masyarakat terdahaulu, di antara berita yang terkenal dari pradaban kaum-kaum tesebut adalah legenda “kota Ubar”. Terdapat kisah menarik dalam menemukan lokasi sisa-sisa peninggalam kota tersebut. Setelah menguras berbagai upaya, dana dan waktu bertahun-tahun demi menemukan lokasinya, pada akhirnya berkat kuasa Allah Swt jalan pencarian tersebut menjadi mudah dengan tersedianya teknologi luar angkasa, sehingga menjadikan ekspedis pencarian tersebut istimewa dalam dunia Arkelogi moderen. (21)

Penemuan Kota yang hilang

Kota “Iram” (Ubar) merupakan salah satu tempat terkuno dan temasyur di wilayah semenanjung Arab. Terletak di seletan gurun pasir. Lawrance Arab merupakan orang pertama yang berkeinginan menemukan lokasi kota tersebut, tetapi ia meninggal sebelum mewujudkan cita-cita. Kemudian beberapa pencarian menyusul pada tahun 1937-1953 yang tidak membuahkan keberhasilan, diantara pencarian tersebut salah satunya diadakan oleh Bertram Thomas asal Inggris, dimana hanya berbekal informasi dari penduduk pedalaman Arab selam perncarianya menemukan lokasi “Ubar”, dan pada akhirnya dia sama sekali tidak ditemukannya. (22)

Ilmuwan kuno Pliny atau Plinius tua mendeskripsikan peradaban `Aad pertama sebagai pradaban gemilang yang tak ada taranya di seluruh dunia, baik dalam kekuasaan, kemegahan, kekayaan dan kekuatan. Terletak pada wilayah jalur perdagangan yang menghubungkan antara Cina dan India, dan di arah lainnya penghubung antara negeri Syam dan Eropa. Kaumnya memperdagangkan berbagai jenis tetumbuhan, kayu harum-haruman, bauh-buahan, emas, sutra, dan lain sebagainya.

Beberapa presepsi sejarawan mengatakan karya-karya sejarah dua ilmuwan kuno Pliny dan Claudius Ptolamy hanya bersandar pada khurafat-khurafat dan dongeng masyarakat dahulu, seperti halnya di zaman kita sekarang, terdapat sebagaian individu ( yang konon berpengetahuan luas) meragukan fakta histori tersebut. Mereka tidak sanggup mendeskripsikan sebuah pradabaan yang berdiri di wilayah yang gersang nan kering dan lokasi yang tidak layak untuk dihuni. Akan tetapi bukti ilmiyah yang diperoleh satelit luar angkasa menguatkan informasi histori geologi yang terdapat pada peta C. Ptolamy serta mendukung catatan-catatan kuno Pliny.

Para peneliti kebingungan mencari tahu hakekat kebenaran sejarah legenda kota tersebut, maka mereka pun merujuk ke ke tulisan-tulisan kuno di salah satu perpustakaan khusus di California yang dikenal sebagai Perpustakaan Huntington Library. Bersama sejumlah ahli sejarah kuno Semenanjung Arab, penelitian tersebut dipimpin oleh Juris Zarenz (asal Amerika) dan Ranulph Fiennes (inggris). Setelah memalui studi ekstensif mereka sepakat mengenai kota kuno tersebut merupakan kota peninggalan raja `Aad, seperti Al-Qur’an yang menyebutkan “Iram” sebagi kota tesebut yang tercantum dalam Surat fajar, yang diperkirakan umur kota itu bermula dari 3000 SM hingga Allah Swt menghukumnya dengan mengirim badai pasir. Segera pihak Laboratorium Jet Propulsion , California ( The Jet Propulsion Laboratories , California Instituteof Technology ) atau JPL menyusun laporan panjang yang berisi hasil penelitian kemudian meminta sukarela pengusaha dan pemerintah Arab untuk berkontribusi dalam pencarian peninggalan lokasi itu yang dianggap sebagai kekosongan dalam sejarah Manusia. Judul laporan penelitaian tesebut adalalah : “ Ekspedisi Semenanjung Arab -The Trans Arabia Ekspedition”, dalam laporan itu disebutkan bahwa: dua ilmuwan kuno dahulu pernah berkunjung ke wilayah kerajaan `Aad di akhir masa pemerintahannya, saat berkunjung wilayah itu masih tedapat peradaban besar, sungai-sungai yang mengalir deras, danau-danau yang dipenuhi berbagai ekosistem, tetumbuhan hijau memenuhi wilayah itu. Disifatkan penduduk kerajaan `Aad bersikap angkuh di muka bumi. Ilmuwan itu adalah Pliny seorang ilmuwan yunani kuno (hidup 23 hingga 79 Masehi), dan satunya lagi adalah astronom dan ahli geografi G. Ptolemy dari Alexandria yang pernah menjadi penanggung jawab perpustakaan Alexandria ( hidup pada tahun 23 sampai 79 Masehi) dan dia pernah menggambar sebuah peta wilayah yang dialiri arus sungai beserta jalur-jalur jalan yang berkumpul di sekitar area luas yang disebut “ Pasar Oman”.

Ilustrasi yang diispirasikan dari peta seorang ahli geografi dan matematika yunani G. Ptolemy tentang wilayah Semenanjung Arab pada abad ke dua sebelum Masehi. (23)

<!–more–>

Di awal tahun delapan puluhan, seorang pembuat filem documenter, Nicholss Clapp, setelah melakukan akumulasi data-data sejarah yang bersumber dari karangan para Ahli sejara mencapai 600 nama sejarawan yang menjelaskan keberadaan kota “Ubar” benar-benar ada. N.Clapp membetuk sebuah tim observasi untuk melakukan pencarian selama tiga bulan menemukan kota yang hilang itu, di mana G.Hedges bertugas mencari penggalang dana dan pengurusnya, dan ahli dalam seluk-beluk semenanjung Arab disertai dua ilmuwan arkelogi Juris Zarins dan Ranulph Fiennes. Perlu diketahui petunjuk geografi terkuno mengenai keberadaan “Ubar” terdapat pada peta yang dibuat G.Ptolemy. Peta itu menunjukkan keberadan lokasi kota itu ternyata di wilayah semenanjung Arab yang sekarang ditutupi oleh lautan gurun pasir yang sangat ganas dan mematikan.

Pada tahun 1984, melalui teknologi radar satelit luar angkasa yang mampu menembus tanah kering hingga kedalaman beberapa meter, dikenal sebagai radar penembus permukaan (Radar Earth Ground Penetrating Atau GPR), gambar jejaringan sungai-sungai kering yang terkubur di bawah gurun pasir berhasil diperoleh. Setelah hasil analisis gambar tersebut dipublikasikan, seketika N.Clapp (yang sebelumnya pasrah dengan kegagalan penelitiannya) meminta gambar itu ke lembaga penelitian luar angkasa atau lebih dikenal dengan singkatan NASA.

Pada bulan Juli 1990 Badan penelitian luar angkasa Amerika Serikat ( NASA ) membentuk tim penelit yang dipimpinan oleh Charles Elachi, dan tim dari Institut Jet Propulsion ( JPL ) yang dipimpin oleh Ronald Blom dalam misi pencarian kota “Iram berpilar” di bawah naungan dan sponsor sejumlah nama-nama terkemuka seperti Armand Hammar, Sir Ranulph Fiennes , George Hedges, akan tetapi pencarian itu ditunda disebakan Perang Teluk .

Pada bulan Januari 1991, penggalian mulia dilakukan di daerah yang bernama “Syhiher” (24) seperti yang ditunjukkan oleh gambar satelit. Penggalian tersebut terus berlanjut hingga awal tahun 1998, dimana Kota legenada “Iram” ditemukan seperti dilaporkan bahwa ditemukan sepihan dinding segi delapan dan pilar-pilar dengan ketinggian 10 meter berdiameter dan 3 m, beserta dengan ruang-ruang penyimpanan dan tempat tinggal. Berita penemuan ini dipublikasikan di majalah “Time” Amerika pada tanggal 17/2/1992 dengan judul: Slost sand castle by Richard ostling Arabia. Pada10/4/1992 Dr Zaghoul Najjar menulis artikel berjudul “penemuan kota Iram yang berpilar” di surat kabar Al – Ahram Kairo yang menjelaskan secara ringkas penemuan tersebut. Pada tahun 1993, Bill Harris menerbitkan sebuah tulisan berjudul “Lost Civilizations”. Pada 23/4/1998, Nicholas Clapp menerbitkan bukunya yang berjudul “The Road to Ubar”. Pada 14/6/1999, Picholas menerbitkan Bukunya “Falling off The Map: Some Lonely Placesin The World”.

Sejak saat itu tulisan-tulisan dan informasi dari internet mengenai penemuan kota hilang itu tersebar ke seluruh dunia. (25) Akan tetapi oknum-oknum tertentu berusaha membatasi detail informasi penemuan itu, dengan motif pengaburan dan pemalsuan agar Manusia menganggap kota itu merupakan mitos Yahudi (termasuk penama kota “Iram” dengan bahasa Ibarani “Ubar”), seperti yang mereka lakukan sebelumnya di Gulungan Laut Mati, peninggalan Ebla, dan situs-situs lainnya.

penipu dan pengkhianat, mereka memilih Syariat-syariat hukum Huud sebagai pedoman aturan untuk kami, dan kami pernah beriman dengan Mukjizat, akhirat, dan kebangkitan… (26)

Pada wilayah tepi lembah “Fao” berjarak 280 km dari utara Najran, ditemukan sisa-sisa peningalan sebuah perkampungan “Qorya” yang teletak pada jalur perdangangan kuno yang menghubungkan antara utara dan selatan semenanjung Arab, jalur dimana kafilah-kafilah Sabaa’ dari Yaman berlalu dan melewati desa-desa tertentu.

Pada tahun 1972, sebuah tim arkelog dan sejarawan dari Universitas Riyad mengadakan penggalian di Wilayah tesebut, hasil pengalian tersebut membuahkan sebelas jilid laporan arkelogi mengenai penemuan yang terdapat di daearah Fao tersebut. Mulai artifak-artifak jenis pot tanah liat dan bebatuan, dan tempat pembakaran wangi-wangian dupa, serta serpihan-serpihan bagunan dan tiang-tiang, koin-koin, catatan, dan prasasti, menunjukkan perkampungan Fao ini kembadi pada abad kedua masehi.

Dan penemuan yang sempat mengejutkan pihak laboratorium penelitian arkelogi Arizona Amerika, pada penelitian yang diadakan di gurun pasir Mesir 1981,bahwa ditemukan ribuan alat-alat kuno buatan Manusia zaman batu, seperti kapak tangan dan sejenisnya, yang umurnya kembali ke 200 ribu tahun lalu. Beranjak dari penemuan tersebut para ilmuwan menyakini bahwa gurun pasir Arab dahulu adalah wilayah lembab dan berpenghuni pada priode zaman tertentu. (27) Seluruh indikator-indikator yang ditemukan di gurun pasir Arab wilayah-wilayah yang sangat kering dan bertahun-tahun tidak dilanda Hujan tenyata pernah dihuni oleh penduduk manusia hal itu adalah fakta yang sangat nyata bahwa pergantian iklim telah terjadi di negeri Arab.

4. Batu kapur Stalakmit dan Stalaktit

Terdapat sejumlah bebatuan kapur Stalakmit (batu kapur berbentuk kerucut yang berdiri tegak di lantai gua) dan stalaktit (batu kapur berbentuk kerucut yang bergantung di langit-langit gua) dalam gua-gua, dan di koridor bawah tanah dan rongga dalam yang menunjukkan indikator ilmiah fenomena tahapan-tahapan iklim yang pernah terjadi sepanjang abad-abad yang lalu. Bebatuan kapur tersebut merupakan bebatuan yang mengandung kalsium karbonat yang tidak bisa larut dengan air jernih, Namun hal sebaliknya terjadi pada air hujan dan salju yang mengandung kadar asam, karena kadar asam pada bebatuan kapur akan mengubah karbonat kalsium menjadi bikarbonat yang larut dan melebur secara alami, maka pada bebatuan tersebut akan timbul susunan berkabonasi dari celah-celah dan retakan yang ada, yang akhirnya akan membentuk jejaringan pada gua-gua. Endapan-endapan karbonat kalsium akan tampak pada dinding-dinding, adapaun aneka macam bentuk yang terdapat pada hablur akan terhenti seiring dengan kondisi tetesan air yang memiliki bentuk bervariasi, di mana bebatuan stalakmit dan stalaktit merupakan salah satu diantaranya.

Stalaktit terbentuk dari cairan yang mengendap dari celah pada langit-langit, ketika sebagian tetesan air mengalami penguapan, maka terjadi proses pengendapan pada kadar minim dari karbon kalsium. Kemudian menetap, lalu tetesan selanjutnya akan menutupi endapan sebelum dan seterusnya dengan proses yang serupa, hingga susunan tersebut selesai membentuk bebatuan kapur yang bergantung di langit-langit gua. Tetetasan air yang menetap bagian bawah mengalami proses penguapan, dan hal itu akan memicu timbulnya bebatuan stalakmit, dan terkadang ukuran stalakmit mencapai tempat bebatuan stalaktit sehingga membentuk sebuah tiang, dan rentang waktu pemadatan yang dibutuhkan untuk menjadi bebatuan sangat lambat, yang membutuhkan tidak kurang dari 4000 tahun untuk menghasilkan ukuran 5,4 cm. terdapat beraneka ragam bentuk yang dihasilkan dari prose pemadatan itu, diantaranya ada yang menutupi kolom-kolom kecil pada gua berbentuk pijakan-pijakan tangga.

Semua keaneka ragaman bentuk bebatuan tersebut sekaligus menjadi hiasan-hisan pada gua dan lorong-lorong bawah tanah, karena keindahan bentukanya para wisatawan berkunjung ke wilayah tempat bebatuan tersebut ada, diantara lorong bawah tanah terindah sedunia seperti yang tedapat di Libanon. (28)

Beberapa ilmuwan geolog telah mempelajari bebatuan kapur pada gua dan koridor lorong bahwa tanah yang belum pernah dijangkau oleh manusia dan hewan. Mereka menjumpai data-data klimatologi kuno yang menunjukkan priode-priode perubahan cuaca yang telah berlalu di wilayah itu pada masa lampau. Setelah melalui berbagai analisa dan penelitian-penilitan tentang unsur-unsur yang terkandung pada bebatuan stalakmit dan stalaktit yang terdapat di beberapa wilayah semenanjung Arab, akhirnya mereka mendapatkan persamaan indikator yang menunjukkan priode klimatologi pada masa tertentu yang tidak kurang dari 6000 tahun. Melalui studi kandungan bebatuan tersebut, mereka dapat mengetahui arah datangnya curah hujan pada masa lampau, dengan membandingkan unsurnya dengan unsur air laut, dari segi kadar asam, kepadatan ( kepekataan), temperaturnya dan lain sebagainya.

Seorang ilmuwan geolog Swis telah berkunjung ke Universitas Al-Iman, dalam pertemuan dengan fadhilatu Syeikh Abdul Majid zindany beserta komisi ijazul Ilmy. Ilmuwan itu menyatakan: “ Saya memiliki berita baik mengenai petunjuk-petunjuk yang kami temukan selama penelitian di gua-gua Oman yang menunjukkan bahwa kedepan curah hujan akan datang dari Samudera Hindia, yang akan terus bertambah dan melimpah di semananjung Arab”. Dimana hal serupa juga ditunjukkan oleh peta klimatologi sekarang. Ilmuwuan itu juga mengatakan bahwa melalui studi indikator pada bebatuan stalakmit dan stalaktit, mereka dapat menyimpulan iklim semananujung Arab dahulu pernah di landa curah hujan di wilayah gurun pasir Arab


(18) Majalah Afaq Ilmiah No. 23, dikutip dari Majalah “Nature” 27 / 4/ 1989 M.
(19) Majlah Ijazul Ilmi No. 6, hal (38).

(20) Majalah Usroh (82), hal 18.

(21) Majlah Ijazul Ilmi, keenam, hal (32)
(22) Majlah Ijazul Ilmi, keenam, hal (32)

(23) Majalah Tsaqofah Alamiyyah No. 65, dikutip dari Majalah Ijazul Ilmy No. 06

(24) nama kunonya “Syihir, seperti yang disebut oleh Imam Ibnu Hajar pada Dalil Quran sebelumnya

(25) Bumi menurut Al-Quran dan As-Sunnah (603-616), Dr Zaghoul Najjar, cetakan pertama 1426 H, 2005 M, Darul Ma`rifah Li Thobaa Wa Nasyer, Berut, Lebanon.
Begitu juga “Ummat-umat yang dimusahkan”, Harun Yahya, cetakan 1425 H, 2004 H, oleh Muasasah Al-Risalah.

(26) Geografi Sejarah Al-Quran Karim, Sayyid Muzfar Diin Nadifi, terjemahan Dr Abdul As-Syafi, hal: 182-183, dikutip dari buku seorang orentalis “Forster”.
Geografi sejarah Arab, dikutip dari majalah Ijazul Ilmy, hal 34, 39, Vol 6.

(27) Majalah Afaq, No. (17), hal 32.

(28) Ensiklopedi Bahjatul Ma`arif bergambar (184-187) mengenai Bumi.


Daratan Arab

Oleh: Khairul Amri Hatta

Di juluki sebagai Jembatan Besar daratan karena secara geografis Darataan Arab meliputi benua Asia dan Afrika yang menjadi pemghubung atara wilayah-wilayah di benua Asia,Afrika, dan Eropa. Ukuran Daratan Arab mencapai sekitar 14 juta Km2, yang mendekati 10% daratan Dunia, yang terdiri dari Wilayah Asia 24% dan Afrika 72%. (1)

Daratan yang tidak hanya dilirik oleh negara-negara kolonis di era modern karena kayadengan sumber alam fosilnya, Namun kayayaan sejarah daratan tua ini pun membuat para sejarawan arkiolog mereka tertarik uuntuk mendapatkan data-data sejarah yang belum terungkap dan masih tertimbun dalam lautan gurun pasir Arab.
Jarang ada yang mengira jika sumber kekayaan alam dibawah lapisan daratan Negara-negara Arab Pengekspor Minyak ( OAPEC) itu berasal dari sisa-sisa bangkai binatang dan tumbuh yang terkubur dalam perut Bumi selama ribuan tahun lalu, hal tersebut telah terbukti dengan ditemukannya fosil-fosil tumbuhan dan binatang purba di beberapa wilayah Arab. Seperti dalam observasi diselenggarakan oleh tim Geological Survei di perempat gurung pasir di Semenanjung Arab, terletak di antara empat negara Arab yaitu Saudi, Emirat, Oman, dan Yaman, di mana para ilmuwan menemukan lebih dari tiga puluh tujuh spesies organisme yang dahulu hidup di sana. Setelah berbagai macam pengalian pun diadakan baik berutujuan ekspolitas suberdaya Alam dan pengalian Arkioligi. Dan teryata sejumlah peninggalan Arkiologi sangat berhaga ditemukan setelah sekian banyak penggalian:

1.Sungai-sungai, dedanauan, dan rawa-rawa.

Pada priode zaman glasial tertentu wiilayah semenanjung Arab dipenuhi tetumbuhan hijau, dan perairan sungai yang melimpah, permukaan-permukaan datar pada akhirnya berbentuk rendah danau yang dipenuhi oleh anekaragam ekosistem. Pada saat itu kondisi Alam wilayah tersebut sangat kontra dan berbeda jauh dengan kondisi wilayah gurun pasir saat ini yang sangat gersang dan tidak layak dihuni oleh makluk hidup. Para ilmuwan menyimpulkan wilayah perempat gurun pasir “Rubu’ Khali” yang sekarang dianggap sebagai salah satu wilayah tergersang di dunia ternyata menyimpan sisa-sisa tetumbuhan dan jaringan-jaringan sungai yang terkubur di bawah permukaan. Begitu juga mereka akhirnya mengetahui jika wilayah itu pernah diumbuhi berbagai tetumbuhan dan dialiri sungai-sungai, dipenuhi berbagai kehidupan hingga pada masa kaum ‘Aad. (2)

Pada priode zaman tertentu wiilayah semenanjung Arab dipenuhi tetumbuhan hijau, dan perairan sungai yang melimpah, permukaan-permukaan rendah menjadi danau yang dipenuhi anekaragam ekosistem, serta kondisi-kondis alam yang sangat kontra dan berbeda jauh dengan kondisi wilayah gurun pasir saat ini, yang sangat gersan dan tidak layak dihuni oleh makluk hidup, seperti yang telah digambarkan Rasulullah Saw, begitu juga dengan kesimpulan para ilmuwan bahwa wilayah perempat gurun pasir Rubu’ Khali yang sekarang dianggap sebagai salah satu wilayah tergersang di dunia, ternyata menyimpan sisa-sisa dedanauan dan jaringan-jaringan sungai yang terkubur di bawah permukaan, juga diketahui bahwa pada sekitar wilayah jejaringan sungai dan dedanauan tersebut dahulu dipenuhi dengan kehidupan hingga sampai pada masa kaum `Aad (3)

Dahulu semenanujung Arab pernah dipenuhi tumpukan es salju yang kemudian mencair membetuk aliran-alairan sungai dan membentuk dedanauan dan lembah-lembah. Secara perlahan-lahan Air mengalir dari daratan tinggi menghujani permukaan tanah hingga meninggalkan liang dan memecah-belah bebatuan yang menghadang arus aliran tersebut. Ketika arus air tersebut sampai di muara sungai, muatan-muatan yang terbawahnya mengalami pembenaman membentuk tumpukan-tumpukan tanah dan hambatan-hambatan bebatuan tanah yang membendung arus air dari es salju yang telah mencair. Dari fenomena alam itu dedanauan dan rawa-rawa air berlumpur akan terbentuk. Kejadian itu serupa dengan proses pembentukan dedanauan yang terdapat di seluruh dunia, dimana 90% semuanya terbentuk melalui proses yang sama, seperti danau yang terdapat di Kanada, Polandia, Swedia, serta lima danau di Amerika timur dan dedanauan di timur Uni Soviet dahulu. (4)

Sejak dibekali dengan teknologi satelit luar angkasa dan pendeksi jarak jauh, para geolog dapat menetukan lokasi penelitian, penggalaian, dan pencarian terhadap situs-situs arkelogi yang terkubur, atau air yang tersimpan dalam tanah peninggal zaman glasial, serta 14material-material lainnya. Seperti yang ditemukan dalam salah satu penelitan terkenal pada gurun pasir Mesir tahun 1981 diadakan oleh pihak laboratorium penelitian arkelogi, Arizona Amerika. Para peneliti menganalisa table data yang diperoleh dari perangkat radar pada satelit colombia, memperlihatkan gambar jejaringan sungai yang terkubur di bawah gurun selatan pasir Mesir dan utara barat Sudan, keduanya merupakan wilayah yang hanya pernah sekali terdapat hujan selam lima puluh tahun, akan tetapi kedua wilayaha tersebut tersimpan bekas aliran-aliran sungai kuno, bahkan ukuran beberapa darinya lebih besar dari sungai Nil. (5)

Setelah Beberapa bulan dari penemuan tersebut, suatu wilayah sekitar wilayah jejaringan sungai kuno tersebut tidak mampu dideteksi oleh radar satelit luar angkasa karena radar tidak sanggup menembus tumpukan pasir padat dan bebatuan pada ke dalaman dua meter dari permukaan gurun pasir sekitar wilayah itu. Maka sebuah tim survai diutus ke wilayah itu. Dalam proses penggalian ditemukan pada pinggiaran jejaringan sungai tersebut beberapa jenis karang siput tanah yang tidak sanggup hidup kecuali di lingkingan yang lembab atau pada di iklim tropis. (6)

Dari penemuan tersebut, Doktor Farok Bas menyimpulkan bahwa disekitar jejaringan sungai kuno tersebut terdapat Air tanah, dan bahkan bisa jadi akan ditemukan sisa-sisa peninggalan kehidupan manusia pada zaman tertentu di sekitar sungai tesebut, di saat wilayah tersebut dialiri oleh sungai-sungai 5000 tahun yang lalu. (7)

Serupa dengan kesimpulan ilmuwan sejarawan alam dan geografi bahwa susunan jejaringan sungai tersebut terbentuk pada priode geologi Holocen (Zaman Alluvium), dimana terdapat sebuah sungai sangat besar yang disebut Sungai Lybia kuno atau AoruNil (kakek Nil), yang dahalu menerobos dari wilayah gurun (sekarang) barat hingga ke daerah yang terletak antara daratan rendah Fayom dan Lembah “Anntor” utara. Endapan sungai yang terdapat di Wilayah ini menyimpan sisa-sisa jenis binatang yang hanya hidup di air tawar, seperti buaya, kuda Nil, dan gajah, dimana wilayah Fayom dianggap sebagai tempat asal-usul nenek moyang gajah di Dunia ini. (8)

Berdasarkan penelitian seorang geolog Amerika, McClure dalam disertasi doktoralnya mengenai Wilayah perempatan gurun pasir ( di semeanjung Arab) bahwa terdapat dedanaun di lokasi gurun ini umur kembai pada priode zaman yang berhujan (priode glasial), yang terjadi dua kali: pertama, sebelum 37000 hingga 18000 tahun, dan kedua: antara 10000 hingga 5000 tahun lalu. (9)

Gambar jaringan besar sungai (yang tampak hitam) setelah ribuan tahun berlalu dan berubah bentuk seperti lembah yang tenggelam di gurun pasir, diperoleh dari satelit (10)

<i><b></b></i>


Perubahan Iklim dalam Hadis Nabawi

Oleh: Khairul Amri Hatta

Mengenai fenomena priode Pergantian Iklim di beberapa masa dan hakekat kondisi daratan Arab dahulu dan di masa depan sesungguhnya telah disebutkan dan dipastikan oleh Rasulullah Saw dalam beberapa Riwayat Hadist berikut:

Hadist Pertama:
Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْمَالُ وَيَفِيضَ حَتَّى يَخْرُجَ الرَّجُلُ بِزَكَاةِ مَالِهِ فَلَا يَجِدُ أَحَدًا يَقْبَلُهَا مِنْهُ وَحَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا
“Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya, tetapi dia tidak mendapatkan seorang pun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab kembali Murujan wa Anharan (dipenuhi tetumbuhan dan sungai-sungai).”

Sebagian menerjemahkan kata murujan wa anharan dengan: Subur lagi makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.”

Makna المروج (Murujan) dalam bahasa Arab:

Lanjutkan membaca


PEMBODOHAN GLOBAL (Pemanasan VS Pendinginan Global )

Oleh: Khairul Amri Hatta

Beberap abad silam, sebuah “Teori” yang berawal dari ketidak jelasan telah membodohi Manusia untuk memperaktekkan tidakan kebengisan yang menelan korban jutaan jiwa manusia, mengundang sejumlah peristiwa paling berdarah dalam sejarah humanitas.

Nazisme, Rasisme, Fasisme, Komunisme, Liberalisme dan Kapitalisme adalah beberapa contoh motivasi ideologi meledaknya peperangan dunia kemarin. Akan tetapi banyak tidak menyangka bahkan tidak percaya jika teori tersebut sengaja dijadikan sebagai ‘Rujukan Ilmaih’ berkedok sains agar memberi jalan bagi ideologi pendukunnya serta meyakinkan para penganutnya dalam melancarkan tindakan anarkis politis.

Teori tersebut akrab dengan sebutan teori Darwin atau Darwinisme yang dipopulerkan oleh seorang biologiwan amatir Charles Darwin. Pada awal kemunculanya, teori ini hanyalah sebatas ”asumsi”, namun terdapat beberapa bukti ilmiah yang sanggup mendukung teori tersebut sehingga asumsi itu dapat diterima. Akan tetapi di masa sekarang, dengan berkembanganya teknologi dan ilmu pengetahuan, Fisika, Biologi, yang telah melahirkan cabang-cabang ilmu seperi Genetika, Mikrobilogi, Biokimia, dll, sehingga mengantarkan manusia kepada pembuktian bahwa teori ini hanya sekedar isapan jempol alias teori palsu, yang terkenal dengan gagasan atheisme dan materialismn yang mengingkari keberadaan Tuhan Sang Maha Pencipta.

Teori ini mengklaim bahwa adanya proses ”seleksi alam”, perkembangan makhluk hidup dipengaruhi oleh perjuangan untuk mempertahankan hidup di alam, dimana terdapat faktor eliminasi yang dapat menyingkirkanmakhluk yang lemah, dan yang kuat tetap lestari. Sebuah perseteruan dimenangkan oleh yang terkuat, yang lemah akan kalah dan punah. Karena alasan inilah teori Darwin mendapatkan dukungan dari kalangan yang berkuasa. Bahkan pada awal-awal sejak teori tersebut baru saja didengar, langsung mendapat sambutan hangat di negeri-negeri Barat secara umum, terkhusus lagi bagi Kaum imperialis dan kapitalis. Darwinisme bersama ideologi-ideologi tersebut telah mendoktrin manusia-manusia manjadi buas, melahirkan pertikaian yang membawa bencana, penderitaan, pembantaian, kemiskinan, dan kerusakan dahsyat.

Terlepas dari sejarah panjang teori tersebut, yang menarik dan penting untuk diketahui adalah: Mengapa konsep ilmiah yang tidak absah secara ilmiah itu sangat menarik untuk dijadikan rujukan pembenaran ilmiah oleh para penganut ideologi tertentu ?

kenapa begitu banyak para ilmuwan, politikus, dan pemikir ( baik yang menyadari sisi gelap Darwinisme ataupun tidak, dari dulu hingga sekarang) termotivasi untuk mendakwahkan hipotesa yang masih bersifat kontravesri itu ? seakan hal itu seperti sebuah keyakinan yang wajib diimani.

Kemudian arus laju teori ini dengan capat merambah ke dalam kehidupan sosial manusia sampai ke masalah sejarah, hingga sekarang sejumlah buku-buku karangan, media-media pemberitaan hingga perfileman masih menjajahkan teori ini. Dan sangat disayangkan sebagian pemerintahan di sejumlah negara masih menghalalkan penyebaran Darwinsme di bangku-bangku sekolahan hingga saat ini, tanpa membeberkan kekejaman sejarah kemanusiaan yang ditimbulkan dari teori berbahaya tersebut.

Akan tetapi, bila ditelusuri dan dipelajari lebih lanjut di balik spirit ilmiah tersebarnya Darwinisme sejak awal, kita akan sampai pada fakta bahwa semuanya berawal dari bentuk perlawana para ilmuwan terhadap doktrin-doktrin gereja, dan pihak-pihak agamawan. Pada masa konflik antara gereja, banyak diantara ilmuwan yang dibunuh dan disiksa oleh pihak gereja, maka dengan teori tersebut kerap kali dijadikan kambing hitam sebagai sesuatu yang ”bersifat ilmiah” yang mendorong mereka mengingkari keberadaan Tuhan. Selain itu, pelestarian Darwinisme juga dipicu dengan motif para kaum penjajah untuk berlomba-lomba merebut dan menguasai wilayah-wilayah bangsa yang lemah, hingga meletusnya era kolonisme, lalu tersebarlah paham tersebut dengan label ”pengetahuan ilmiah” agar mempermudah penerimaannya oleh para masyarakat jajahan.

Beranjak dari teori yang juga menghadirkan klaim bahwa bangsa kulit putih (Eropa) merupakan ras-ras terpilih. Sementara ras Asia dan Afrika telah tertinggal dalam perjuangan untuk mempertahankan hidup, dan tidak lama lagi akan mengalami kekalahan dalam bertahan hidup dan kemudian musnah. Dengan gagasan ini, para penganut Darwinisme terinspirasi untuk membangkitkan kembali paham-paham sesat lainya, seperti sebuah teori yang muncul di pertengahan awal abad ke-20, yang juga sangat terkenal dan didukung oleh banyak pihak, diantaranya berbagai yayasan internasional, perguruan-perguruan tinggi, tokoh-tokoh terkenal mulai dari presiden, ilmuwan, dokter, tokoh masyarakat, para penulis, begitu juga dengan media-media massa yang begitu gencar mengindahkannya.

Basis tujuan konsep teori ini antara lain “memperbaiki” ras manusia dengan memperbanyak jumlah individu sehat, dan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat. Seperti halnya pada hewan jenis unggul dapat dibiakkan dengan mengawinkan induk-induk hewan yang sehat. Beranjak dari teori ini, maka ras manusia pun dapat diperbaiki melalui cara yang sama. Menurut teori ini, dunia membutuhkan semacam kumpulan gen manusia unggulan yang akan menyelamatkan peradaban manusia dari kehancuran.

Margaret Sanger, seorang penganjur teori ini dengan arogant menyatakan, “Memelihara sampah masyarakat dengan mengorbankan manusia yang berguna adalah kekejaman. Perbuatan apa yang lebih biadab selain mewariskan orang-orang dungu itu kepada generasi penerus kita?”

Gagasan itu tidak lain adalah teori Eugenika, pertama kali dilontarkan oleh Francis Galton, ilmuwan terhormat Inggris, yang merupakan sepupu Charles Darwin. Sekali lagi isu yang sifatnya masih dugaan itu ternyata ditanggapi secara luar biasa dikalangan para pemimpin dunia, tokoh-tokoh terkenal, dan para ilmuwan pemenang Nobel, terlebih lagi di kalangan orang-orang Amerika, terlihat ketika teori itu pertama kali dilontarkan, lembaga-lembaga seperti Asosiasi Kedokteran Amerika, Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional, serta Dewan Riset Nasional (ketiganya lembaga profesi dan keilmuwan yang terhormat di Amerika) mendukung dan mempercayai teori itu, lalu menjadikan landasan hukum yang sah.

Tidak berhenti di Amerika, dukungan berdatangan dari negara-negara lain, termasuk Jerman. Pada akhirnya, pusat riset penelitiannya kemudian dipindahkan ke Jerman. Dan setelah teori Eugenika berpangkal di sana… singkat ceritanya terjadilah teragedi berdarah yang paling mengerikan dalam sejarah.

Sebagai manusia yang hidup di masa sekarang, mungkin di antara kita ada yang tercengang atau bahkan menertawakan teori yang aneh dan konyol semacam ini.

Kita pun tahu dengan pasti bahwa teori yang pernah disambut manis oleh masyarakat dunia ini, hanya sebatas spekulati palsu, seperti halnya Darwinisme. Tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa sejarah mencatat teori ini telah merepotkan dunia selama hampir setengah abad dengan berbagai macam riset, pembuatan produk hukum, sekaligus riuhnya pro-kontra atas isu tersebut.

Mayoritas masyarakat pada masa itu mempercayai isu tersebut, sedangkan orang-orang yang mencoba menentangnya dari golongan minoritas akan mendapat cibiran dan diberi label sebagai orang primitif, kolot, pandir, dll. Lumuran darah jutaan korban pembantaian ummat manusia, telah menjadi bukti nyata catatan gelap sejarah di balik kesetatan teori eugentika, kebohongan besar teori ini telah menimbulkan pembantaian terbesar sepanjang zaman. Perang Dunia II adalah salah satu contoh konkrik dari penyalah gunaan eugenika yang didasari dengan “ideologi pemurnian ras unggul ” atau pemusnahan“ras rendah”, sebuah realitas yang sengaja “disamarkan” oleh sejarah dari mata kita.

Setelah terjadinya peristiwa pembantaian besar-besaran itu, masyarakat Dunia pun mulai menyadari hakekat ilmiah dari kesesatan teori eugenika, Orang-orang yang berada di barisan utama dalam kampanyekan teori ini segera bersembunyi dan tidak lagi membahasnya. Begitu juga media massa yang dahulu aktif meneriakkan isu ini, itu tiba-tiba mengalami lupa ingatan. Jutaan orang yang tewas akibat teori tak berdasar itu telah menjadi aib yang amat memalukan dalam sejarah umat manusia, dan tidak ada satu orang pun yang mau dikait-kaitkan dengan teori itu.

Serupa dengan isu Darwinisme, ternyata di balik dukungan teori eugenika tersimpan motif-motif kepentingan tertentu, para pendukung berupaya menyelaraskan teori ini dengan ideolog-ideolgi  mereka, demi melancarkan sejumlah program politik yang berkedok “penelitian ilmiah” dan agar memperoleh aliran dana yang sangat besar dari para sponsor dan yayasan-yayasan tertentu, sekaligus mendapat sebuah “pembenaran ilmiah” untuk menunjukkan bahwa peperangan, penjajahan, dan pembantaian yang mereka lancarkanadalah sebuah kebenaran.

Dan yang paling menyedihkan dari kedua kasus teori Darwini dan Eugenika, bahwa saat itu semua pergerakan-pergerakan yang terinspirasi dari gagasan yang sebenarnya tidak memiliki dasar ilmiah jelas ini, nyaris tidak ada satu pun arus kekuatan (dari kalangan penguasa, politikus, ilmuwan, dll ) yang menetang dan membantah isu tersebut. Pada waktu itu hampir seluruh dunia berkiblat pada teori tersebut sehingga orang-orang yang mencoba menentang akan dianggap orang aneh.

Akan tatapi, yang paling mengerikan dari semua hal tersebut, bahwa ternyata di era kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini, sebuah “pembodohan ilmiah” serupa dengan skandal sains diatas, sedang dihadapi oleh masyarakat dunia saat ini. Sebuah isu tentang fenomena alam global yang berpijak pada kesimpulan ilmiah yang kontradiktif, dan hal serupa sekali lagi terulang, arus dukungan dari para pemimpin dunia, tokoh-tokoh terkenal, para ilmuwan, universitas-universitas, yayasan-yayasan internasional, media massa, hingga para aktivis sosial, mengalir sangat deras membiayai berbagai gerakan yang mendukung sebuah isu lingkungan yang kedengarannya sangat mulia, namun pada hakekatnya menyembunyikan agenda busuk dari berbagai oknum tertentu yang terus mempropagandakannya meski harus mengahalakan berbagi cara.

Hingga hari ini, isu tersebut kerap disajikan di bangku sekolahan, mulai dari SD sampai ke jenjang perguruan tinggi, dan lagi-lagi, orang yang mencoba menentangnya akan dianggap aneh, kolot, tolol, bahkan menerima tekanan. Isu ini sangat akrab ditelinga kita, yang sering disebut dengan istilah Global Warming atau isu pemanasan global.

Apakah benar planet Bumi yang kita tempati ini benar-benar sedang mengalami pemanasan ataukah sebalikinya ? yaitu Pendinginan  Global ?!!

Agar pembahasan lebih sitematis, tidak membingungkan, maka terlebih dahulu kita fokuskan pembahasan mengenai fenomena iklim di belahan Bumi timur tengah, atau zona geografis negara-negara Arab alias daratan Arab saat ini.

Kenapa harus berpatokan kepada daratan Arab?

Jawabanya karena ancaman perubahan iklim global yang diyakini oleh para Ilmuwan klimatologi ini, akan mengundang kekacauaan dan peperagan dimasa mendatang disebabkan faktor upaya untuk bertahan Hidup, memperoleh sumber energi dan pangan… di saat ancaman “Pendinginan” membekukan hampir separuh bagian Bumi, yang akan mengubah perpetaan Dunia (topografi) serta geopolitik.

Dan hal itu semua sangat berkaitan sekali dengan sabda baginda Rasulullah SAW dalam Hadsitnya yang berbunyi:

َلا تَقُومُ السَّاعَةُ… حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

“Tidak akan terjadi hari kiamat…hingga danah Arab kembali dipenuhi tetumbuhan dan sungai-sungai.” (HR. Muslim)

BERSAMBUNG…


#tadabburQuran 57-63

 

Ke-57

 

#tadabburQuran 57

Firaun ketika memproklamasikan dirinya:

أنا ربكم الأعلى

“Akulah tuhanmu yang paling tinggi” ( An-Naziat:24)

Allah SWT justru berpesan kepada Nabi Musa dan Harun agar berlemah lembut kepada Firaun:

إذهبا إلى فرعون إنه طغى فقولا له قولاً ليناً لعله يتذكر أو يخشى

Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas * maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (Ta-ha: 43-44 )

Salah seorang sholeh berkata ketika mendengar ayat ini:

Wahai Tuhanku… jika demikian Kasih Sayang-Mu dan Lemah Lembut-Mu terhadap hamba yang Sombong dan berani berkata ” Akulah tuhanmu yang paling tinggi ..”

Maka betapa besar

Lemah Lembut-Mu kepada Hamba-hamba yang setiap hari Bersujud dan mengucapkan:

سبحان ربي الأعلى

“Maha suci tuhanku yang maha tinggi”

 

____________

Hadromaut, 28/6/1436

___________________________________

Lanjutkan membaca


#tadabburQuran 50-56

 

Ke-50

 

Kenapa orang yang telah meninggal Dunia memilih amalan ” Sedekah” jikalau mereka dihidupkan kembali ? Seperti yang difirmankan Allah SWT:

رب لولا اخرتني الى اجل قريب فأصدق

“…lalu ia (yang telah Mati) berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, supaya aku dapat bersedekah …” ( Al-Munafiqun:10)

Mengapa ia tidak meminta: ” supaya aku dapat Berumroh… Sholat… Atau Berpuasa. Para Ahlul ‘Ilmi berkata bahwa Si Mayyit atau orang yang telah meninggal memilih bersedekah tidak lain karena kekuatan dan manfaat sedekah paling mereka butuhkan di Alam barza sana. Begitu besar pahala yang dijanjikan dibalik amalan Sedekah, terus mengalir, menjadi investasi abadi mereka.

Makna “Sedekah” sangat luas, seperti keutamaan-keutamaannya yang banyak kita ketahui, disebutakn dalam buku-buku.

#tadabburQuran 50

 

______________

Jalur Thoif 24/5/1436

 

__________________________________

 

Ke-51

 

#tadabburQuran 51

Laba-laba…

Setelah memperoleh anak-anak, laba-laba betina akan membunuh pasangan jantannya, kemudian melemparnya keluar dari “Rumah” atau sarang laba-labanya.

Setelah anak-anaknya tumbuh besar, mereka akan membunuh Ibu yang telah melahirkan mereka, dan membuangnya ke luar sarang.

Sungguh kondisi “Rumah” tangga yang sangat buruk dan mengerihkan. Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Quran:

وإنّ أوهن البيوت لبيت العنكبوت لو كانوا يعلمون

” …Dan sesungguhnya rumah yang paling LEMAH adalah rumah laba-laba ….kalau mereka mengetahui”. ( Al-Ankabut: 41)

Subahanallah..

Dahulu manusia hanya mengetahui konotasi dari kata “lemah” secara kasat mata bahwa memang sarang laba-laba sangat lemah dengan benang jaringnya. Namun ternyata terdapat renungan Ilmiah dibalik makna kata Qurnai satu ini, yang baru diketahui setelah lahirnya teknologi modernز

Maka dari itu ayat ini ditutup dengan Firman Dari Sang Maha Mengetahui:

….. كانوا يعلمون

” ….jikalau mereka mengetahui !!!”. ( Al-Ankabut: 41)

 

___________________

Yaman 27/5/1436

__________________________________

 

Ke-52

#tadabburQuran 52

Persengkokolan Iran dan pemberontak Syiah Husti di Yaman akan berakhir layaknya kisah persengkokolan antara kafir Quraiys dengan Syaitan yang disebutkan dalam surah Al-Anfal ayat ke- 48.

وإذ زين لهم الشيطان أعمالهم وقال لا غالب لكم اليوم من الناس وإني جار لكم…

“Dan ketika syaitan menjadikan mereka ( Kafir Quraisy) memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu….””

Saat-saat dimana pemberontak Husti bangga dengan “Presetasi” palsu yang diperolehnya, memasuki beberapa daerah yang mereka anggap telah dikuasai, yang pastinya dibantu oleh Kekuatan militer Rezim persident Ali Abdullah. Sponsor terbesar mereka (Iran) seakan memberikan semangat:

” sesungguhnya kami adalah pelindung kalian, membantu kalian dengan dana, persenjataan, Dll…”

 

Namun, tatkala Allah SWT berkehendak memperstukan barisan masyarakt Yaman, beserta dengan Qobialh-Qobialahnya. Lalu Allah mengerakkan hati-hati Kaum Muslimin diluar sana bersekutu membantu menangani para pemberontak Syiah itu, maka secara perlahan-lahan Persengkongkolan mereka mulai pudar dan goyah. Pada akhirnya Iran akan lari sambil mengatakan kepada para pemberontak Husti yang sedang di ambang kehancuran:

وقال إني بريء منكم…

“…. (Syetan berakata) Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu..”

Maka ambillah pelajaran…

Wahai orang-orang yang sedang disetir oleh IRAN.

 

___________________

Yaman 15/6/1436 H

@Amri_Hatta

__________________________________

 

Ke-53

 

“Orang yang Berfikir”

Siapakah mereka ?

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata:

Orang yang berfikir adalah ketika seseorang yang mengetahui Kebenaran dan Kebaikan maka Ia mengikutinya….

Dan apabilah mengetahui sebuah kesesatan & keburukan maka ia menjahuinya.

Itulah yang disesalkan para penghuni nereka kelak, karena gagal dalam berfikir:

 

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

(Dan mereka berkata:)”Sekiranya kami mendengarkan atau MEMIKIRKAN (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (Al-Mulk: 10)

#tadabburQuran 53

 

_____________

Yaman 18/6/1436 H.

@Amri_Hatta Lanjutkan membaca


#tadabburQuran 43-49

 

Ke-43

 

#tadabburQuran 43

“Takut” dan “Lari” dari sesuatu tidak selamanya menyimapan makna kegagalan atau hal-hal Negatif. Terkadang justru kedua sikap tersebut mengantarkan seseorang menuju sebuah kesuksesan, sesuatu yang jauh lebih baik tak terbayangkan sebelumnya.

Seperti yang kita ketahui dalam kisah Nabi Musa AS :

(ففررت منكم لما خفتكم فوهب لي ربي حكما وجعلني من المرسلين)

Lalu aku (Musa AS) lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul. ( Shu’ara : 21)

 

___________

Yaman 2/5/1436

 

___________________________________

 

Ke-44

Dalam kaidah Bahasa Arab telah disepakati bahwa pengunaan huruf ت  atau yang akrab dengan sebutan “Taa At-taniist”, yaitu huruf yang berindikasi feminin,  digunakan dalam kata kerja lampau ” Fiil Madhi” untuk menunjukkan kata ganti perempuan atau betina ( Muannast). Namun dalam Al-Quran terdapat sebuah kalimat yang menyalahi Kaidah tersebut, yaitu pengunaan “Taa At-taniist” pada kata kerja lampau dalam ayat berikut:

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah…”( Al- Ankabut: 41)

Kita melihat kata kerja اتخذت  yang huruf akhirnya ditutup dengan “Taa At-taniist” menunjukkan bahwa pelakunya adalah feminin bukan jantan, akan tetapi kata العنكبوت  yang ternyata artinya Laba-Laba “Jantan” bukan betina tersebut menujukkan sebaliknya.

 

Peroblem inilah yang membuat para Ahli literatur Arab berpikir keras untuk memecahkan teka-teki Qurani ini, hingga membuahkan berbagai variasi pendapat. Bahkan penyusun “Lisanul Arab” kamus yang terkenal itu harus kewalahan dalam meramu semua serab-serbi pendapat para Ahli untuk sekedar menyedarhakana permasalahan ini.

Misteri apakah yang tersembunyi dibalik pemakaiaan huruf “Taa At-taniist” tersebut ?

#tadabburQuran 44

#mukjizatilmiah

Ternyata para orentalis mengambil kesempatan ini untuk menyebarkan keraguan, merusak keyakinana ummat Islam terhadap kebanaran Al-Quran. Mereka mengatakan Al-Quran harus direvisi karena kesalahan ini, -Wal’iyazu Billlah-,

Karena yang benar secara kaidah bahasa Arab ialah:

اتخذ بيتا

Dimana huruf “Taa At-taniist” dalam kata kerja itu harus dibuang karena kata العنكبوت  digunakan pada seekor laba-laba jantan bukan betina.

Namun Allah SWT Sang pemilik Ilmu dan Hikamah membiarkan hal tersebut sebagai Mukjizat yang membenarkan keilmiahan Al-Quran itu sendiri. Maka dari itu Ilmu pengetahuan modern saat ini sampai pada pembuktian bahwa hanya Laba-laba betinalah satu-satunya yang sanggup membangun “Rumah” atau sarang laba-laba. Adapun laba-laba jantan hanya mampu mengeluarkan jaring benagnya untuk bergerak dan berpindah dari tempat ke tempat lain, dan tidak sanggup membangun sarang.

Jika Allah tidak menyandingkan huruf “Taa At-taniist” berindikasi feminin itu pada kata kerja tersebut, maka secara ilmu biologi ayat diatas akan bertentangan dengan fakta Ilmiah saat ini. Maha Besar Allah yang telah menjadikan satu huruf ini sebagai Mukjizat Imiah, pengokoh Iman bagi orang-orang beriman.

 

_____________

Hadromaut 3/5/1436

 

___________________________________

 

Ke-45

 

Dalam surat Fussilat ayat ke 26 disebutkan:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ …

Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini…”  (Fussilat : 26)

Orang-orang Kafir yang jelas-jelas tidak beriman itu khawatir,  bahkan takut apabila seseorang kafir dari mereka jika membaca, merenungkan dengan sungguh-sungguh isi kandungan Al-Quran ini.

Mengapa demikian ?

Jawabannya Adalah mereka takut jika Al-Quran dapat “Mengubah” diri mereka atau sesama mereka, takut kalau kekuatan cahaya  Al-Quran  dapat “Mengalahkan” kegelapan di hati mereka.

Karena menyadari kekuatan sejati Kitab ini, Maka Para pembesar-pembesar mereka, dan orang-orang kafir yang takut kehilangan pengikutnya, teman-teman seperjuangan mereka, segera menyusun strategi “hiruk-pikuk”, mengampanyekan propaganda palsu tentang Al-Quran. Seperti lanjutan Firman-Nya:

…وَالْغَوْا فِيهِ…

“…dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya…”

Stertegi busuk dengan siasat yang bervariasi. Baik dengan serangan langsung ke objeknya:”…..(Inilah Al-Quran) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala”. ( Al-Qolam: 15)

Atau kepada baginda Rasulullah SAW, pembawa kitab ini:

“….Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata”. (Yunus: 2)

” …. sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar orang yang gila.” ( Al-Hijr: 6)

” Dan bukan pula perkataan tukang tenung (dukun atau peramal)…” ( Al-Haaqqah: 42)

Bahakan para pengikutnya, orang-orang yang beriman dengan Kitab Ini, berpedoman dengannya dengan sebenar-sebenar pedoman, yaitu mereka para generasi-generasi Quran. Maka para kaum Kafir sekali lagi tidak ingin dari mereka “Berubah” dan “Terkalahkan” oleh generasi Quran ini. Mereka mencitrakan generasi ini dengan label-label  Teroris, islam garis keras, atau muslim fundamental, radikal, dan istilah-istilah akrab lainnya yang sangat menyesatkan, Agar manusia menjauhi mereka dan tidak dikalahlan oleh kekuatan “Perubah” Al-Quran. Maka ayat ini pun ditutup dengan perkataan yang mengambarkan ketakutan mereka, serta mewakili ketidak relaan orang-orang kafir jika dikalahkan oleh generasi Al-Quran ini.

 

….لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

“…supaya kamu dapat mengalahkan mereka”. (Fussilat : 26)

#tadabburQuran 45

Kalau orang-orang kafir “yakin” jika Al-Quran dapat “mengubah” hidupnya, dapat “Mempegaruhi” hidup mereka. Maka mengapa masih ada diantara kaum Muslim belum yakin Al-Quran dapat mengubah dirinya ke arah lebih baik, solusi bagi problem khidupannya. Mengaku beriman tapi jauh dari Al-Quran, tidak menjadikannya “Undang-undang” dalam kehidupannya. Tidak yakin kalau Al-Quran pernah mengubah kaum tepencil di tengah gurun pasir sana menjadi sebuah kekhalifahan yang pernah menduduki hampir 3 benua seutuhnya, atau mengalahkan imperium-imperium terbesar yang belum terkalahkan sebelumnya.

Jika sampai saat ini Al-Quran belum dapat mengubah diri Kita, maka benahi kembali keyakinan dan interaksi kita besama Al-Quran.

~ “Selama kitab ini masih berada di bumi, jangan harap bisa menundukkan kaum Muslimin”[§ Glad Stone, mantan Perdana Menteri Inggris, sewaktu diParlemen Inggris §] ~

 

____________

Makkah Al-Mukarramah,

10 /5/1436

 

___________________________________

 

 

Ke-46

 

لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ

Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya. (Yusuf: 7)

Sebuah renungan berlian terkadung dalam Surah Yusuf, yaitu surah ini di buka dengan sebuah kisah MIMPI, mimpi dari seorang bocah kecil bernama Yusuf, diikuti dengan HARAPAN sang Ayah Nabi Yaqub AS. Kemudian surah ini ditutup dengan sebuah KENYATAAN, supaya orang-orang BERBAIK SANGKA kepada-NYA setiap kali merenunggkan kisah mereka.

 

Berkata Ya’qub:

Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para penyanyang. (yusuf: 64)

“.. jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. (yusuf: 67)

Mereka berkata: “..Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” (Yusuf: 90)

#tadabburQuran 46

 

_____________

Syastrib 18/5/1436

___________________________________

 

Ke-47

 

Musa AS mengaduh kepada Allah SWT:

“وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِي”

Dan Dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar (bertutur kata) ….(Ash-Syuaraa: 13)

Jika seorang manusia pada level keimanan seorang Nabi dan Rasul saja mengeluh kepada Allah SWT. Di saat-saat kerasnya kehidupan mencekik batin seseorang. Hingga sempit hidup ini dengan gundah-gulana sepert yang dirasakan oleh salah satu Rasul ulul ‘Azmi yaitu Musa AS.

Beliau tetapa mengaduh kepada Zat yang disebut dengan Allah SWT.

Jika demikian, Maka bagaima dengan Kamu…

Wahai yang hidupnya terasa sempit…

Hari-harimu sangat Akrab dengan kesulitan…

Kegagalan…

Penderitaa…

 

kepada siapakah Kamu selalu mengeluh dan mengaduh ?

#tadabburQuran 47

 

__________

Hijaz 19/5/1436

___________________________________

 

Ke-48

Sebuah perumpamaan Qurani yang menajubkan. Setelah Allah SWT menyebutakan perbedaan antara orang-orang “Buta” dan “Melihat”, “Cahaya” dan “Kegelapan”, serta “Teduh” dan “Panas”.

Allah SWT kemudain berfirman:

…إنَّ الله يُسمعُ من يشآء ۖ وما أنت بِمُسْمِعٍ من فىِ القبور

“…Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar.” (Fatir: 22)

Imam Ibdul Qoyyim berkata: Allah SWT menganalogikan orang-orang yang tidak mengikuti petunjuk Islam dan tidak menjawab seruan Rasulullah-Nya seperti orang yang didalam kubur. Sebuah perumpamaan yang sangat cocok dan pantas… Karena Tubuh Manusia yang terbuat dari tanah ini Merupakan “Kuburan” bagi mereka yang tidak menghianati petunjuk Islam.

Hati-hati mereka telah mati dan terkubur di dalam tubuh mereka.

#tadabburQuran 48

 

_____________

Hijaz 20/5/1436

___________________________________

 

Ke-49

 

Selama tujuan itu baik & Ikhlas,Berusahalah…

Meski terkadang harus berhadapan dengan Hal-hal yang tidak mungkin…

Diluar logika usaha kebanyakan Manusia.

#tadabburQuran 49

….. فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ …

“…Pukullah batu itu dengan tongkatmu ( Musa AS)… ” ( Al-Baqara : 60)

… أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرِ…

“…Pukullah lautan itu dengan tongkatmu…” [ Ash-Shu’ara : 63]

 

Begitulah Allah SWT mengajarkan Nabi-Nya untuk berusaha, tetap mengambil sebab walau hanya dengan sebuah pukulan tongkat kayu tua, diarahkan kepada bebatuan yang kokoh nan kuat, mustahil dipecahkan dengan sebatang kayu rapuh itu. Dan lautan luas yang dengan mudah menghanyutkan tongkat Musa AS jauh keujung samudera sana. Padahal jika Allah berkehendak bebatuan dan lautan itu akan terpecah dan terbelah dengan mudah.

Allah SWT ingin mengajarkan kepada hamba-hamban-Nya betapa pentingnya berusaha, beramal walaupun ketika semua orang lain sudah berhenti,

Meski semua pintu sudah tertutup, Ketika semua sarana habis, tidak ada lagi yang bisa membantu, Allah SWT ingin para Hamba-Nya terus berdiri tegak dalam beramal dan Berusaha. Jika Allah SWT berkehendak, Sang Ibu Marayam AS yang tengah Hamil tua tanpa pendamping disisinya akan dengan mudah memperoleh makanan dari-Nya, namun sekali lagi Allah menginginkan hal itu pada diri Hamba-Nya.

(وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا)

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” [Surat Maryam : 25]

Ketika semua cara telah berkali-kali dicoba, terus gagal lagi, gagal lagi, dan tetaplah berusaha dan beramal… Karena para Hamba seperti merekalah yang paling dekat dengan keberhasilah. Niat ikhlas dan tulus menjadikan hasil dari setiap macam usaha mereka bukanlah segalanya. Jika gagal mereka akan tetap bahagia. Bahagia dengan perbuatan dan usaha yang mereka lakukan Lillahi Taala, karena Allah akan tetap melihat usaha Mereka:

 

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ …

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat perbuatanmu itu…” [Surat At-Tawba : 105]

 

____________________

Hijaz  21/5/1436

Status-status Facebook #tadabbutQuran diposting di blog ini untuk mengajak para pembaca merenungkan Mutiara-mutiara makna yang tersimpan dibalik Firman-firman Allah SWT, baik yang sudah maupun yang belum tersingkap di benak kita masing-masing, karena amalan mentadabburi Quran merupakan kewajiban bagi para Mukmin, sebagai santapan rohani bagi jiwa manusia agar selalu hidup, semangat dalam mengarungi arus kehidupan Dunia yang sangat singkat ini, agar jiwa selalu mendekat kepada-Nya.

Pengetahuan-pengetahuan yang tersimpan dalam Al-Quran ibarat mutiara yang sangat berharga tersembunyi di dasar samudera sana, seorang mustahil mengapai mutiara tersebut tanpa berbekal keinginan, usaha, dan upaya, salah satu cara yang sederhana untuk mendapatkannya adalah Mentadabburinya. Melihat proses pembiasaan mentadabburi Quran sangat penting diterapkan, salah satu Universitas cabang Al-Iman di Yaman, mewajibkan setiap mahasiswanya untuk mentadabburi sata ayat  setiap harinya, dengan cara menuliskan hasil tadabbur Qurannya dalam buku diari Mini yang telah dibagikan. Agar hasi #tadabburQuran dari para mahasiswa tidak sekedar terkoleksi, terkurung dalam buku mingil tersebut, seorang teman mahasiswa satu angkatan (berdarah Yaman, hadromaut), membuat grup di WhatApp  khusus  bagai mahasiswa yang ingin mensedekahkan ilmu-ilmu, Faidah, pelajaran yang terkait khusus dari Al-Quran Karim, Karena dalam grup hanya mengunakan satu bahasa pengantar, yaitu bahasa Arab, maka terbetik sebuah keinginan untuk menerjemahkan tulisan-tulisan singat di grup tersebut ke dalam bahasa Indonesia.

Status-status #tadabburQuran merupakan wujud dari sebuah keinginan untuk menuliskan makna-makna ayat Al-Quran, baik itu terjemahan dari grup WhatsApp tadi atau inspirasi penerjemah itu sendiri…. Berharap agar tulisan-tulisan itu bisa berwanfaat bagi Saudara/ri seiman yang ingin berdakwa melalui Facebook, WA, BMM, Dll….atau para Dai, penceramah yang mudah-mudahan mendapat terinspirasi.., dan seliruh ummat Manusia pada umunya.

InsyaAllah Kedepan…tulisan-tulisan #tadabburQuran akan terus berlanjut, seiring berlajutanya hari-hari perkuliahan menuju ambang semeter di Universitas Al-Iman,  maka bagi yang ingin ikut bersama kita meng-update tulisan selanjutnya  bisa mengirimkan simbol “#tadabburQuran” ke Nomor WhatsApp: +967716142822, agar user dapat mengirimkan via broadcast messages, jadi hanya terbatas 256 kontak saja. Dan yang terpenting, user sangat menantikan masukan-masukan, koreksi, dan pengetahuan-pengetahuan yang terkait dengan #tadabburQuran.

Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an  sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.

 


#tadabburQuran 36-42

 

Ke- 36

Tidak ada Alasan bagimu…. untuk menjauh dari  Al-Quran, jika kamu tidak mampu termasuk dalam golongan ini:

يَتلونَه حقَّ تلاوتِه

” …. Mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya..” ( Al-Baqorah: 121)

Allah masih mengharapkan Kamu untuk membaca…

… فـاقرؤا ماتيـسَّر منه …

” ….maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran..” (Al-Muzanmil: 20)

Jika masih belum sanggup, paling tidak minimal jadi pendengar..

(وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ)

Dan apabila dibacakan Al Quran, maka DENGARKANLAH baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. [ Surat Al-Araf : 204]

Jika kamu pernah mendengar Ulama terdahulu seperti Imam Syafi’i (204 H) biasa menghatamkan Al Qur’an dua kali dalam sehari dalam bulan Ramadhan, dan seorang ulama Baghdad yang hidup di masa khalifah Al Muntashir, Ali Khitab bin Muqallad (629 H), yang mampu menghatamkan Al Qur’an 90 kali, dan di hari biasa beliau menghatamkan sekali dalam sehari….maka janganlah salah memahami makna ‘menghayati’ dan ‘mentadabburi’ al-Quran dalam hal ini.

Seorang Salafus Sholeh pernah berkata: ” Setiap satu minggu saya memiliki khatmah (atau bacaan Al-Quran 30 juz),  dan setiap Bulannya Khatmah (tertentu), dan setiap Tahun Khatmah (tertentu)……

Dan Saya memiliki Khatmah Al-Quran khusus Sejak 30 tahun lalu hingga sekarang …  Saya belum selesai dari khatmah yang satu ini.”

Maka jadikalah dalam hidupmu Khatmah untuk bacaan Quranmu, Khatmah untuk Hafalan Quranmu, khatmah untuk mempelajari, merenungkan, dan  mentadabburi seluruh Ayat Al-Quran.

#tadabburQuran  36

________________

Yaman 15/03/1436

___________________________________

 

 

Ke – 37

 

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Apakah Kamu termasuk mukmin yang mencintai Allah SWT dan utusanya Muhammad SAW ? Jika iya, terus bagaimana mungkin anda berpelikau seakan ‘tidak tahu berterima kasih’ kepada keduanya. Maksudnya?

Coba renungkan, jika seseorang yang sangat mencintai kamu tengah melihatmu dalam kegundahan dunia, lalu dia menulis sebuah “Risalah” atau Surat yang berisi kunci-kunci rahasia kebahagiaan, kemudian berusaha mengirimkannya kepadamu melalui sebaik-baik “Utusan”, namun “Musuh-musuh” yang sangat membencimu tidak relah jika surat tersebut sampai kepadamu, maka dengan berbagai cara mereka terus menghalangi Utusan ini,

Sesekali mereka pengepungannya …

Mengusirnya dari kampung halamannya…

Bahkan beberapa kali mereka berusaha membunuh Utusan ini, Sampai-sampai Paman tercintanya, sahabat-sahabat terdekatnya, relah mengorbankan nyawa….agar surat ini samapai kepadamu.

Meski demikian, utusan ini tetap bertekat membawah Risalah tersebut walau harus menghadapai berbagai peperangan, hingga Dia dan para sahabatnya berhasil Membuka Makkah Al-Mukarramah, dan sukses menyampaikan Risalah tersebut kepada Kamu, kita, dan Seluruh Ummat Manusia.

Setelah Utusan ini melalui banyak pengorbanaan Darah dan Air mata, yang tidak lain adalah Rasululullah SAW, dalam menyampaikan “Risalah” atau Al-Quran dari Sang Maha Pengasih…Akhirnya Al-Quran telah sampai kepadamu.

Apakah Masuk Akal …Jika Kamu justru mengacuhkan Surat itu ?

Setelah semua pengorbanan Rasulullah ini…

Apakah Kamu tidak Malu kepada beliau ? Sungguh demi Allah, sangat memalukan, apakah ini balasan yang pantas Buat Baginda Rasulullah ?

Tahukah jika Rasulullah SAW mengeluh kepada Allah di hari kiamat kelak, karena ummatnya mengacuhkan Al-Quran, sekali lagi coba kita renungkan makna Ayat di permulaan tulisan ini.

 

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan” (Al-Forqon: 30)

 

#tadabburQuran 37

______________________

Yaman 15/03/1436

 

___________________________________

 

 

Ke-38

 

Allah SWT berfirman:

 

….يأخذون عرض هذا الأدنى

ويقولون سيغفر لنا…

“…Mereka ( generasi pewaris Taurat jahat dan Buruk )

…..yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: “Kami akan diberi ampunan…..” ( Al-Araf: 169)

Berkata Said Bin Jubair: Mereka Adalah orang yang mengerja Dosa, dan berakata: Kami Akan Ampunan.

#tadabburQuran 38

____________

Yaman, Hadromaut 18/03/1436

___________________________________

 

Lanjutkan membaca


#tadabburQuran 29-35

my_image_of_the_quran_by_msnsam-d50xawo

Ke-29

Hasan Al-Basri pernah menagis setelah usai minum Air, para sahabatnya bertanya: “Apa yang membuatmu menangis ? “, beliau berkata: saya mengingat Firman Allah SWT:

ونادى أصحاب النار أصحاب الجنة أن أفيضوا علينا من الماء

Dan penghuni neraka memohon penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air…” (Al-A’raaf: 50)
#tadabburQuran

__________
Yaman 08/03/1436 H

_______________________________

Ke-30

( حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ) .

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan MEREKA TIDAK MENYADARINYA” (An-Naml:18)

Sifat Berperasangka baik semut, salah satu tabiat yang sangat sukar dimiliki oleh Manusia.
#tadabburQuran

______________
Yaman 09/03/1436
__________________________________

Ke-31

Allah SWT berfirman:

{ إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا }

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang BESYUKUR dan ada pula yang KAFIR ( mengkufuri nikmat Allah) . (Al-Insan:3)
Diantara Misteri pengunaan Kata الشاكر disebutkan dalam bentuk Mufrad (tunggal) dan kata الكفور (dalam bentuk Mubalaqoh, pleonastis) dan Jamak dalam Ayat diatas….tidak lain adalah karena:

“…. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengkufuri (nikmat Allah). ( Ibrahim: 34)

#tadabburQuran

Ya Tuhanku……
berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh ~Sulaiman AS~
__________
Yaman 10/03/1436
______________________

Ke-32

(ومن الناس من يعبد الله على حرف)

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi…”

Para Mufassir menjelaskan golongan tersebut adalah: orang-orang menyembah Allah SWT dengan Keraguan, berIsam dengan lemah Iman, tidak konsist dengan SyariatNya…Maka akibatnya:

(خسر الدنيا والآخرة ذلك هو الخسران المبين )

“…Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Al-Hajj: 11)
#tadabburQuran

________
Yaman 11/03/1436

______________________________________

Ke-33

#tadabburQuran Al-Khafi

Perbedaan antara orang Mukmin dan tidak beriman ketika diberi nikmat, tidak beriman mengatakan:

( أنا أكثر منك مالاً وأعز نفراً )

“Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.” (Al-Kahfi: 34)

Sebaliknya Mukmin akan berkata:
… مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّه…

“maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan (Al-Khafi: 39)

Kita mendapatkan Seseorang yang tengah tertipu dengan cinta buta kehidupan Dunia, kerap perkataannya menyimpang dari Akal sehat:

ما أظن أن تبيد هذه أبدا

“….Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya…” (Al-Khafi: 35)

Bahkan bertentangan dengan keyakinan Agama:

وما أظن الساعة قائمة

“Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang…” (Al-Kahfi: 36)

Dan Sombong nan angkuh:

..ولئن رددت إلى ربي لأجدن خيرا منها..

“…Dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali. PASTI aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu”. (Al-Kahfi: 36)

________
Yaman 12/03/1436

____________________________________

Ke-34

Ketika Nabi Yunus AS memiliki suatu amalan kebaikan yang dilakukan secara rutin dan konsisten, maka ketika disaat terdesak bercampur susah Allah SWT memberinya keselamatan:
فلولا أنه كان من المسبحين . للبث في بطنه إلى يوم يبعثون

” Maka kalau sekiranya dia (Yunus AS) tidak termasuk orang-orang yang selalu banyak mengingat Allah* niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. ” ( As-Shaafat: 143-144)

Sebaliknya ketika Firaun tidak memiliki Amalan ibadah & kebaikan yang rutin dikerjakan, bahkan melalukan perbuatan sebaliknya, akibatnya di saat daruat dan terdesak… Malah Dikatakan kepadanya:

آلآن وقد عصيت قبل

” Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Yunus: 91)

Maka jadikan dalam kehidupan sehari-hari kita amalan-amalan ibadah atau sebuah amalan kebaikan rutinitas antara kita dan Allah SWT…niscaya dampknya akan rasakan, terutama di saat terdesak.
#tadabburQuran

____________
Yaman 14/03/1436

________________________

Ke-35

Satu lagi….terdapat sebuah kisah heroik Qurani, tentang seorang Pemuda yang tak dikenal, namun perbuatan terpujinya diabadaikan dalam Al-Quran, dan akan selalu diingat di Dunia maupun di Akhirat.

Kisah Pahlawan tak dikenal ini terfokus kepada sifat keberaniannya menyeruhkan kebenaran di saat “Kediktatoran” Firaun, ketakutan, kezholiman mencekik kebebasan para Bani Israel untuk keluar dari perbudakan, mengambil kebebasannya dengan ikut kepada Nabi Musa AS.

Al-Quran mengisahkan:

وَقَالَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ …..

Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki (Musa AS) karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah”, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa petunjuk-petunjuk dari Tuhanmu….”(Ghofir: 28)

#tadabburQuran

Banyak pemuda-pemudi Islam saat ini enggan, bahkan berfikir bahwa ikut berkontribusi dalam Dakwa Islam hanya terbatas bagi para ,Uztad, Dai, Ulama, Dll, atau mereka yang sangat dekat dan akrab dengan Islam. Ketika membandingkan diri mereka dengan para Agamawan di atas, sangat jauh levelnya, hingga memilih untuk tidak ikut campur, berpangku tangan, masa bodoh dengan misi mulia tersebut.

Kenyataannya tidaklah demikian…! Menolong Islam merupakan hak wajib yang dimiliki oleh setiap muslim, tanpa harus menunggu berbekal setumpuk pengetahuan agam, seperti kisah pemudah yang jauh dari sisi Nabi Musa AS, bahkan berada di barisan musuhnya: Firaun.

Tapi apakan dia putus asa membelah kebenaran karena kerebatasannya dan hanya bermodal “Keimanan ” yang di sembunyikan saat itu? Justru dengan Posisinya dia termotivas mendakwakan kebenaran ditengah-tengah pengikut Firaun, meskipun sekedar sepatah kata…
walaupun di Zaman itu terdapat tiga sosok Nabi sekaligus Alim Ulam’a :Musa, Harun, Kahidir Alihimus Salam, pemuda itu tidak minder untuk bersuara.

____________
Yaman 14/03/1436
~menutupi kealpaan kemarin~

______________________________

Tulisan ini adalah kumpulan Status-status facebook #tadabburQuran yang saya tulis dan terjemahkan, sebagai bentuk latihan menulis, mengasah kemampuan menerjemah, dan pembelajaran bagi saya peribadai. Dan berusaha untuk memahami, mentadabburi makna ayat-ayat Al-Quran, lalu menyebarkannya kepada yang lainnya, berharap bisa berharap bisa bermanfaat bagi saya sendiri, dan para pembaca budiman.
Maka dari itu penulis sangat menanti masukan-masukan, koreksi, atau sumbangan-sumbagan ilmu pengetahuan terkait dengan #tadabburQuran.
Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.