#tadabburQuran 50-56

 

Ke-50

 

Kenapa orang yang telah meninggal Dunia memilih amalan ” Sedekah” jikalau mereka dihidupkan kembali ? Seperti yang difirmankan Allah SWT:

رب لولا اخرتني الى اجل قريب فأصدق

“…lalu ia (yang telah Mati) berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, supaya aku dapat bersedekah …” ( Al-Munafiqun:10)

Mengapa ia tidak meminta: ” supaya aku dapat Berumroh… Sholat… Atau Berpuasa. Para Ahlul ‘Ilmi berkata bahwa Si Mayyit atau orang yang telah meninggal memilih bersedekah tidak lain karena kekuatan dan manfaat sedekah paling mereka butuhkan di Alam barza sana. Begitu besar pahala yang dijanjikan dibalik amalan Sedekah, terus mengalir, menjadi investasi abadi mereka.

Makna “Sedekah” sangat luas, seperti keutamaan-keutamaannya yang banyak kita ketahui, disebutakn dalam buku-buku.

#tadabburQuran 50

 

______________

Jalur Thoif 24/5/1436

 

__________________________________

 

Ke-51

 

#tadabburQuran 51

Laba-laba…

Setelah memperoleh anak-anak, laba-laba betina akan membunuh pasangan jantannya, kemudian melemparnya keluar dari “Rumah” atau sarang laba-labanya.

Setelah anak-anaknya tumbuh besar, mereka akan membunuh Ibu yang telah melahirkan mereka, dan membuangnya ke luar sarang.

Sungguh kondisi “Rumah” tangga yang sangat buruk dan mengerihkan. Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Quran:

وإنّ أوهن البيوت لبيت العنكبوت لو كانوا يعلمون

” …Dan sesungguhnya rumah yang paling LEMAH adalah rumah laba-laba ….kalau mereka mengetahui”. ( Al-Ankabut: 41)

Subahanallah..

Dahulu manusia hanya mengetahui konotasi dari kata “lemah” secara kasat mata bahwa memang sarang laba-laba sangat lemah dengan benang jaringnya. Namun ternyata terdapat renungan Ilmiah dibalik makna kata Qurnai satu ini, yang baru diketahui setelah lahirnya teknologi modernز

Maka dari itu ayat ini ditutup dengan Firman Dari Sang Maha Mengetahui:

….. كانوا يعلمون

” ….jikalau mereka mengetahui !!!”. ( Al-Ankabut: 41)

 

___________________

Yaman 27/5/1436

__________________________________

 

Ke-52

#tadabburQuran 52

Persengkokolan Iran dan pemberontak Syiah Husti di Yaman akan berakhir layaknya kisah persengkokolan antara kafir Quraiys dengan Syaitan yang disebutkan dalam surah Al-Anfal ayat ke- 48.

وإذ زين لهم الشيطان أعمالهم وقال لا غالب لكم اليوم من الناس وإني جار لكم…

“Dan ketika syaitan menjadikan mereka ( Kafir Quraisy) memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu….””

Saat-saat dimana pemberontak Husti bangga dengan “Presetasi” palsu yang diperolehnya, memasuki beberapa daerah yang mereka anggap telah dikuasai, yang pastinya dibantu oleh Kekuatan militer Rezim persident Ali Abdullah. Sponsor terbesar mereka (Iran) seakan memberikan semangat:

” sesungguhnya kami adalah pelindung kalian, membantu kalian dengan dana, persenjataan, Dll…”

 

Namun, tatkala Allah SWT berkehendak memperstukan barisan masyarakt Yaman, beserta dengan Qobialh-Qobialahnya. Lalu Allah mengerakkan hati-hati Kaum Muslimin diluar sana bersekutu membantu menangani para pemberontak Syiah itu, maka secara perlahan-lahan Persengkongkolan mereka mulai pudar dan goyah. Pada akhirnya Iran akan lari sambil mengatakan kepada para pemberontak Husti yang sedang di ambang kehancuran:

وقال إني بريء منكم…

“…. (Syetan berakata) Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu..”

Maka ambillah pelajaran…

Wahai orang-orang yang sedang disetir oleh IRAN.

 

___________________

Yaman 15/6/1436 H

@Amri_Hatta

__________________________________

 

Ke-53

 

“Orang yang Berfikir”

Siapakah mereka ?

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata:

Orang yang berfikir adalah ketika seseorang yang mengetahui Kebenaran dan Kebaikan maka Ia mengikutinya….

Dan apabilah mengetahui sebuah kesesatan & keburukan maka ia menjahuinya.

Itulah yang disesalkan para penghuni nereka kelak, karena gagal dalam berfikir:

 

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

(Dan mereka berkata:)”Sekiranya kami mendengarkan atau MEMIKIRKAN (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (Al-Mulk: 10)

#tadabburQuran 53

 

_____________

Yaman 18/6/1436 H.

@Amri_Hatta

__________________________________

 

Ke-54

 

Sama sekali Tidak ada yang namanya: ” Saya hanya mengerjakan Maksiat atau Dosa yang Ringan…”

Ataukah: ”  banyak kan Orang-orang lebih Besar Maksiatnya dari pada saya ?”

Yang ada hanyalah:

{وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ}

“…dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (An-Nuur: 15)

#tadabburQuran 54

____________

Yaman 17/6/1436 H

@Amri_Hatta

__________________________________

 

Ke-55

 

ويصنع الفلك وكلما مر عليه ملأ من قومه سخروا منه

Dan mulailah Nuh AS membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya… (Hud: 38)

Sebuah “Proyek”  mulia  Nabi Nuh AS kepada Ummatnya, untuk kesalamatan mereka dari bencana Banjir yang Maha Dahsyat. Namun ummatnya justru membalasnya dengan ejekan-ejekan, memberinya stigma orang gila, serta menghalangi orang-orang yang inging ikut bersamanya di Bahtera keselamatan di puncak gunung tinggi.

#tadabburQuran 55

 

Memang menjadi Sunnahtullah bagi para pewaris tekad Da’wah meraka akan terus menerima Bully dari Manusia-manusia yang tidak sehat Jiwannya dari generasi ke generasi, terus merintangi laju langkahnya,  Hingga berupaya merusak sarana-saran Da’wahnya.

Kita bisa melihat upaya pemblokiran Media-Media mereka, kebencian para manusia itu tidak ada bedanya dengan para pembenci Da’wah Nabi Nuh AS di masanya. Ada-ada saja label buruk dilemparkan kepada mereka. Radikal, islam ekstirm, tdak Toleran, Teroris atau apalah.

Padahal situs-situs islam Indonesia tidak lain adalah Proyek keselamatan untuk bagi khalayak Indenesia itu sendiri. Memperingati mereka dari bahaya-bahaya musuh yang telah mengobrak-abrik Suria, membantai Ahlu Sunah di Iraq, memberontak di Yaman saat ini, dan bencana-bencana kemanusiaan lainnya yang disaksikan oleh sejarah, disebebkan keyakinan Syiah yang rusak nan berbahaya, yang menegelamkan manusia dalam lautan kesesatan seperi banjir bandang yang menegelamkan kaum Nabi Nuh AS tanpa ampunan.

 

_______________

Yaman, Hadromaut 19/6/1436 H

__________________________________

 

Ke-56

#tadabburQuran 56

 

لا نسقي حتى يصدر الرعاء وأبونا شيخ كبير

…..”Kami tidak meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang Ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya” ( Al-Qasas: 23)

Demikian jawaban dari kedua perempuan tersebut kepadA Nabi ketika Musa AS ketika menyakan apa yang menghalangi mereka untuk memperoleh Air.

1 = Ayah mereka sudah tua renta

2 = Pekerjaan berat mengambil Air di sumur

3 = Ternak-ternak yang sangat kehausan.

Tiga keseulitan di atas merupakan kondisi yang sedang di hadapai kedua petempuan saat itu. Naman dengan kesulitan tersebut tidak menjadikan mereka untuk membolehkan diri bercampur-baur dan ber-Ikhtilat bersama kaum laki-laki asing.  Karena Sifat Malulah…

mereka rela berlama-lama menunggu para pengembala-pengembala lekaki selesai.

Karena Sifat Malulah…

menjadikan Nabi Musa AS simpat kepada mereka dan menolongnya.

Dan karena menghiasi diri sifat malu…

Allah SWT mengirimkan Jodoh kepada Sang putri malu dengan Lelaki pilihan yang sangat istimewa, yaitu Nabi Musa AS.

فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ

[Al-Qasas : 25]

Betapa berharganya sifat malu pada diri perempuan, Namun sangat disayangkan, sifat itu sangat langkah dalam diri kaum hawa jaman sekarang.

Kita tidak perlu memyebutakan berapa banyak kasus & skandal-sakandal yang lahir dari sifat menjijikkan para wanita yang kuarang [bahkan] tidak mempunyai rasa malu, Karena ajang pamer Aurat adalah “Perestasi” masa kini. Nauzubillah.

Semoga kaum hawa bisa menghisai diri dengan sifat-sifat yang Diridhohi-Nya, bukan dengan fahsion-fahsuon yang diridohi para mata keranjang dan trend media-media.

Wallu’alam

 

 

________________

Hadromaut, Mukalla 20/6/1436 H

Status-status Facebook #tadabbutQuran diposting di blog ini untuk mengajak para pembaca merenungkan Mutiara-mutiara makna yang tersimpan dibalik Firman-firman Allah SWT, baik yang sudah maupun yang belum tersingkap di benak kita masing-masing, karena amalan mentadabburi Quran merupakan kewajiban bagi para Mukmin, sebagai santapan rohani bagi jiwa manusia agar selalu hidup, semangat dalam mengarungi arus kehidupan Dunia yang sangat singkat ini, agar jiwa selalu mendekat kepada-Nya.

 

Pengetahuan-pengetahuan yang tersimpan dalam Al-Quran ibarat mutiara yang sangat berharga tersembunyi di dasar samudera sana, seorang mustahil mengapai mutiara tersebut tanpa berbekal keinginan, usaha, dan upaya, salah satu cara yang sederhana untuk mendapatkannya adalah Mentadabburinya. Melihat proses pembiasaan mentadabburi Quran sangat penting diterapkan, salah satu Universitas cabang Al-Iman di Yaman, mewajibkan setiap mahasiswanya untuk mentadabburi sata ayat  setiap harinya, dengan cara menuliskan hasil tadabbur Qurannya dalam buku diari Mini yang telah dibagikan. Agar hasi #tadabburQuran dari para mahasiswa tidak sekedar terkoleksi, terkurung dalam buku mingil tersebut, seorang teman mahasiswa satu angkatan (berdarah Yaman, hadromaut), membuat grup di WhatApp  khusus  bagai mahasiswa yang ingin mensedekahkan ilmu-ilmu, Faidah, pelajaran yang terkait khusus dari Al-Quran Karim, Karena dalam grup hanya mengunakan satu bahasa pengantar, yaitu bahasa Arab, maka terbetik sebuah keinginan untuk menerjemahkan tulisan-tulisan singat di grup tersebut ke dalam bahasa Indonesia.

 

Status-status #tadabburQuran merupakan wujud dari sebuah keinginan untuk menuliskan makna-makna ayat Al-Quran, baik itu terjemahan dari grup WhatsApp tadi atau inspirasi penerjemah itu sendiri…. Berharap agar tulisan-tulisan itu bisa berwanfaat bagi Saudara/ri seiman yang ingin berdakwa melalui Facebook, WA, BMM, Dll….atau para Dai, penceramah yang mudah-mudahan mendapat terinspirasi.., dan seliruh ummat Manusia pada umunya.

 

InsyaAllah Kedepan…tulisan-tulisan #tadabburQuran akan terus berlanjut, seiring berlajutanya hari-hari perkuliahan menuju ambang semeter di Universitas Al-Iman,  maka bagi yang ingin ikut bersama kita meng-update tulisan selanjutnya  bisa mengirimkan simbol “#tadabburQuran” ke Nomor WhatsApp: +967716142822, agar user dapat mengirimkan via broadcast messages, jadi hanya terbatas 256 kontak saja. Dan yang terpenting, user sangat menantikan masukan-masukan, koreksi, dan pengetahuan-pengetahuan yang terkait dengan #tadabburQuran.

 

Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an  sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.

 

Iklan

About negeriquran

Masih Tetap Sebodoh yang dulu Lihat semua pos milik negeriquran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: