Category Archives: AL-QURAN

#tadabburQuran 57-63

 

Ke-57

 

#tadabburQuran 57

Firaun ketika memproklamasikan dirinya:

أنا ربكم الأعلى

“Akulah tuhanmu yang paling tinggi” ( An-Naziat:24)

Allah SWT justru berpesan kepada Nabi Musa dan Harun agar berlemah lembut kepada Firaun:

إذهبا إلى فرعون إنه طغى فقولا له قولاً ليناً لعله يتذكر أو يخشى

Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas * maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (Ta-ha: 43-44 )

Salah seorang sholeh berkata ketika mendengar ayat ini:

Wahai Tuhanku… jika demikian Kasih Sayang-Mu dan Lemah Lembut-Mu terhadap hamba yang Sombong dan berani berkata ” Akulah tuhanmu yang paling tinggi ..”

Maka betapa besar

Lemah Lembut-Mu kepada Hamba-hamba yang setiap hari Bersujud dan mengucapkan:

سبحان ربي الأعلى

“Maha suci tuhanku yang maha tinggi”

 

____________

Hadromaut, 28/6/1436

___________________________________

Lanjutkan membaca


#tadabburQuran 50-56

 

Ke-50

 

Kenapa orang yang telah meninggal Dunia memilih amalan ” Sedekah” jikalau mereka dihidupkan kembali ? Seperti yang difirmankan Allah SWT:

رب لولا اخرتني الى اجل قريب فأصدق

“…lalu ia (yang telah Mati) berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, supaya aku dapat bersedekah …” ( Al-Munafiqun:10)

Mengapa ia tidak meminta: ” supaya aku dapat Berumroh… Sholat… Atau Berpuasa. Para Ahlul ‘Ilmi berkata bahwa Si Mayyit atau orang yang telah meninggal memilih bersedekah tidak lain karena kekuatan dan manfaat sedekah paling mereka butuhkan di Alam barza sana. Begitu besar pahala yang dijanjikan dibalik amalan Sedekah, terus mengalir, menjadi investasi abadi mereka.

Makna “Sedekah” sangat luas, seperti keutamaan-keutamaannya yang banyak kita ketahui, disebutakn dalam buku-buku.

#tadabburQuran 50

 

______________

Jalur Thoif 24/5/1436

 

__________________________________

 

Ke-51

 

#tadabburQuran 51

Laba-laba…

Setelah memperoleh anak-anak, laba-laba betina akan membunuh pasangan jantannya, kemudian melemparnya keluar dari “Rumah” atau sarang laba-labanya.

Setelah anak-anaknya tumbuh besar, mereka akan membunuh Ibu yang telah melahirkan mereka, dan membuangnya ke luar sarang.

Sungguh kondisi “Rumah” tangga yang sangat buruk dan mengerihkan. Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Quran:

وإنّ أوهن البيوت لبيت العنكبوت لو كانوا يعلمون

” …Dan sesungguhnya rumah yang paling LEMAH adalah rumah laba-laba ….kalau mereka mengetahui”. ( Al-Ankabut: 41)

Subahanallah..

Dahulu manusia hanya mengetahui konotasi dari kata “lemah” secara kasat mata bahwa memang sarang laba-laba sangat lemah dengan benang jaringnya. Namun ternyata terdapat renungan Ilmiah dibalik makna kata Qurnai satu ini, yang baru diketahui setelah lahirnya teknologi modernز

Maka dari itu ayat ini ditutup dengan Firman Dari Sang Maha Mengetahui:

….. كانوا يعلمون

” ….jikalau mereka mengetahui !!!”. ( Al-Ankabut: 41)

 

___________________

Yaman 27/5/1436

__________________________________

 

Ke-52

#tadabburQuran 52

Persengkokolan Iran dan pemberontak Syiah Husti di Yaman akan berakhir layaknya kisah persengkokolan antara kafir Quraiys dengan Syaitan yang disebutkan dalam surah Al-Anfal ayat ke- 48.

وإذ زين لهم الشيطان أعمالهم وقال لا غالب لكم اليوم من الناس وإني جار لكم…

“Dan ketika syaitan menjadikan mereka ( Kafir Quraisy) memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu….””

Saat-saat dimana pemberontak Husti bangga dengan “Presetasi” palsu yang diperolehnya, memasuki beberapa daerah yang mereka anggap telah dikuasai, yang pastinya dibantu oleh Kekuatan militer Rezim persident Ali Abdullah. Sponsor terbesar mereka (Iran) seakan memberikan semangat:

” sesungguhnya kami adalah pelindung kalian, membantu kalian dengan dana, persenjataan, Dll…”

 

Namun, tatkala Allah SWT berkehendak memperstukan barisan masyarakt Yaman, beserta dengan Qobialh-Qobialahnya. Lalu Allah mengerakkan hati-hati Kaum Muslimin diluar sana bersekutu membantu menangani para pemberontak Syiah itu, maka secara perlahan-lahan Persengkongkolan mereka mulai pudar dan goyah. Pada akhirnya Iran akan lari sambil mengatakan kepada para pemberontak Husti yang sedang di ambang kehancuran:

وقال إني بريء منكم…

“…. (Syetan berakata) Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu..”

Maka ambillah pelajaran…

Wahai orang-orang yang sedang disetir oleh IRAN.

 

___________________

Yaman 15/6/1436 H

@Amri_Hatta

__________________________________

 

Ke-53

 

“Orang yang Berfikir”

Siapakah mereka ?

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata:

Orang yang berfikir adalah ketika seseorang yang mengetahui Kebenaran dan Kebaikan maka Ia mengikutinya….

Dan apabilah mengetahui sebuah kesesatan & keburukan maka ia menjahuinya.

Itulah yang disesalkan para penghuni nereka kelak, karena gagal dalam berfikir:

 

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

(Dan mereka berkata:)”Sekiranya kami mendengarkan atau MEMIKIRKAN (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (Al-Mulk: 10)

#tadabburQuran 53

 

_____________

Yaman 18/6/1436 H.

@Amri_Hatta Lanjutkan membaca


#tadabburQuran 43-49

 

Ke-43

 

#tadabburQuran 43

“Takut” dan “Lari” dari sesuatu tidak selamanya menyimapan makna kegagalan atau hal-hal Negatif. Terkadang justru kedua sikap tersebut mengantarkan seseorang menuju sebuah kesuksesan, sesuatu yang jauh lebih baik tak terbayangkan sebelumnya.

Seperti yang kita ketahui dalam kisah Nabi Musa AS :

(ففررت منكم لما خفتكم فوهب لي ربي حكما وجعلني من المرسلين)

Lalu aku (Musa AS) lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul. ( Shu’ara : 21)

 

___________

Yaman 2/5/1436

 

___________________________________

 

Ke-44

Dalam kaidah Bahasa Arab telah disepakati bahwa pengunaan huruf ت  atau yang akrab dengan sebutan “Taa At-taniist”, yaitu huruf yang berindikasi feminin,  digunakan dalam kata kerja lampau ” Fiil Madhi” untuk menunjukkan kata ganti perempuan atau betina ( Muannast). Namun dalam Al-Quran terdapat sebuah kalimat yang menyalahi Kaidah tersebut, yaitu pengunaan “Taa At-taniist” pada kata kerja lampau dalam ayat berikut:

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah…”( Al- Ankabut: 41)

Kita melihat kata kerja اتخذت  yang huruf akhirnya ditutup dengan “Taa At-taniist” menunjukkan bahwa pelakunya adalah feminin bukan jantan, akan tetapi kata العنكبوت  yang ternyata artinya Laba-Laba “Jantan” bukan betina tersebut menujukkan sebaliknya.

 

Peroblem inilah yang membuat para Ahli literatur Arab berpikir keras untuk memecahkan teka-teki Qurani ini, hingga membuahkan berbagai variasi pendapat. Bahkan penyusun “Lisanul Arab” kamus yang terkenal itu harus kewalahan dalam meramu semua serab-serbi pendapat para Ahli untuk sekedar menyedarhakana permasalahan ini.

Misteri apakah yang tersembunyi dibalik pemakaiaan huruf “Taa At-taniist” tersebut ?

#tadabburQuran 44

#mukjizatilmiah

Ternyata para orentalis mengambil kesempatan ini untuk menyebarkan keraguan, merusak keyakinana ummat Islam terhadap kebanaran Al-Quran. Mereka mengatakan Al-Quran harus direvisi karena kesalahan ini, -Wal’iyazu Billlah-,

Karena yang benar secara kaidah bahasa Arab ialah:

اتخذ بيتا

Dimana huruf “Taa At-taniist” dalam kata kerja itu harus dibuang karena kata العنكبوت  digunakan pada seekor laba-laba jantan bukan betina.

Namun Allah SWT Sang pemilik Ilmu dan Hikamah membiarkan hal tersebut sebagai Mukjizat yang membenarkan keilmiahan Al-Quran itu sendiri. Maka dari itu Ilmu pengetahuan modern saat ini sampai pada pembuktian bahwa hanya Laba-laba betinalah satu-satunya yang sanggup membangun “Rumah” atau sarang laba-laba. Adapun laba-laba jantan hanya mampu mengeluarkan jaring benagnya untuk bergerak dan berpindah dari tempat ke tempat lain, dan tidak sanggup membangun sarang.

Jika Allah tidak menyandingkan huruf “Taa At-taniist” berindikasi feminin itu pada kata kerja tersebut, maka secara ilmu biologi ayat diatas akan bertentangan dengan fakta Ilmiah saat ini. Maha Besar Allah yang telah menjadikan satu huruf ini sebagai Mukjizat Imiah, pengokoh Iman bagi orang-orang beriman.

 

_____________

Hadromaut 3/5/1436

 

___________________________________

 

Ke-45

 

Dalam surat Fussilat ayat ke 26 disebutkan:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ …

Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini…”  (Fussilat : 26)

Orang-orang Kafir yang jelas-jelas tidak beriman itu khawatir,  bahkan takut apabila seseorang kafir dari mereka jika membaca, merenungkan dengan sungguh-sungguh isi kandungan Al-Quran ini.

Mengapa demikian ?

Jawabannya Adalah mereka takut jika Al-Quran dapat “Mengubah” diri mereka atau sesama mereka, takut kalau kekuatan cahaya  Al-Quran  dapat “Mengalahkan” kegelapan di hati mereka.

Karena menyadari kekuatan sejati Kitab ini, Maka Para pembesar-pembesar mereka, dan orang-orang kafir yang takut kehilangan pengikutnya, teman-teman seperjuangan mereka, segera menyusun strategi “hiruk-pikuk”, mengampanyekan propaganda palsu tentang Al-Quran. Seperti lanjutan Firman-Nya:

…وَالْغَوْا فِيهِ…

“…dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya…”

Stertegi busuk dengan siasat yang bervariasi. Baik dengan serangan langsung ke objeknya:”…..(Inilah Al-Quran) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala”. ( Al-Qolam: 15)

Atau kepada baginda Rasulullah SAW, pembawa kitab ini:

“….Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata”. (Yunus: 2)

” …. sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar orang yang gila.” ( Al-Hijr: 6)

” Dan bukan pula perkataan tukang tenung (dukun atau peramal)…” ( Al-Haaqqah: 42)

Bahakan para pengikutnya, orang-orang yang beriman dengan Kitab Ini, berpedoman dengannya dengan sebenar-sebenar pedoman, yaitu mereka para generasi-generasi Quran. Maka para kaum Kafir sekali lagi tidak ingin dari mereka “Berubah” dan “Terkalahkan” oleh generasi Quran ini. Mereka mencitrakan generasi ini dengan label-label  Teroris, islam garis keras, atau muslim fundamental, radikal, dan istilah-istilah akrab lainnya yang sangat menyesatkan, Agar manusia menjauhi mereka dan tidak dikalahlan oleh kekuatan “Perubah” Al-Quran. Maka ayat ini pun ditutup dengan perkataan yang mengambarkan ketakutan mereka, serta mewakili ketidak relaan orang-orang kafir jika dikalahkan oleh generasi Al-Quran ini.

 

….لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

“…supaya kamu dapat mengalahkan mereka”. (Fussilat : 26)

#tadabburQuran 45

Kalau orang-orang kafir “yakin” jika Al-Quran dapat “mengubah” hidupnya, dapat “Mempegaruhi” hidup mereka. Maka mengapa masih ada diantara kaum Muslim belum yakin Al-Quran dapat mengubah dirinya ke arah lebih baik, solusi bagi problem khidupannya. Mengaku beriman tapi jauh dari Al-Quran, tidak menjadikannya “Undang-undang” dalam kehidupannya. Tidak yakin kalau Al-Quran pernah mengubah kaum tepencil di tengah gurun pasir sana menjadi sebuah kekhalifahan yang pernah menduduki hampir 3 benua seutuhnya, atau mengalahkan imperium-imperium terbesar yang belum terkalahkan sebelumnya.

Jika sampai saat ini Al-Quran belum dapat mengubah diri Kita, maka benahi kembali keyakinan dan interaksi kita besama Al-Quran.

~ “Selama kitab ini masih berada di bumi, jangan harap bisa menundukkan kaum Muslimin”[§ Glad Stone, mantan Perdana Menteri Inggris, sewaktu diParlemen Inggris §] ~

 

____________

Makkah Al-Mukarramah,

10 /5/1436

 

___________________________________

 

 

Ke-46

 

لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ

Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya. (Yusuf: 7)

Sebuah renungan berlian terkadung dalam Surah Yusuf, yaitu surah ini di buka dengan sebuah kisah MIMPI, mimpi dari seorang bocah kecil bernama Yusuf, diikuti dengan HARAPAN sang Ayah Nabi Yaqub AS. Kemudian surah ini ditutup dengan sebuah KENYATAAN, supaya orang-orang BERBAIK SANGKA kepada-NYA setiap kali merenunggkan kisah mereka.

 

Berkata Ya’qub:

Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para penyanyang. (yusuf: 64)

“.. jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. (yusuf: 67)

Mereka berkata: “..Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” (Yusuf: 90)

#tadabburQuran 46

 

_____________

Syastrib 18/5/1436

___________________________________

 

Ke-47

 

Musa AS mengaduh kepada Allah SWT:

“وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِي”

Dan Dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar (bertutur kata) ….(Ash-Syuaraa: 13)

Jika seorang manusia pada level keimanan seorang Nabi dan Rasul saja mengeluh kepada Allah SWT. Di saat-saat kerasnya kehidupan mencekik batin seseorang. Hingga sempit hidup ini dengan gundah-gulana sepert yang dirasakan oleh salah satu Rasul ulul ‘Azmi yaitu Musa AS.

Beliau tetapa mengaduh kepada Zat yang disebut dengan Allah SWT.

Jika demikian, Maka bagaima dengan Kamu…

Wahai yang hidupnya terasa sempit…

Hari-harimu sangat Akrab dengan kesulitan…

Kegagalan…

Penderitaa…

 

kepada siapakah Kamu selalu mengeluh dan mengaduh ?

#tadabburQuran 47

 

__________

Hijaz 19/5/1436

___________________________________

 

Ke-48

Sebuah perumpamaan Qurani yang menajubkan. Setelah Allah SWT menyebutakan perbedaan antara orang-orang “Buta” dan “Melihat”, “Cahaya” dan “Kegelapan”, serta “Teduh” dan “Panas”.

Allah SWT kemudain berfirman:

…إنَّ الله يُسمعُ من يشآء ۖ وما أنت بِمُسْمِعٍ من فىِ القبور

“…Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar.” (Fatir: 22)

Imam Ibdul Qoyyim berkata: Allah SWT menganalogikan orang-orang yang tidak mengikuti petunjuk Islam dan tidak menjawab seruan Rasulullah-Nya seperti orang yang didalam kubur. Sebuah perumpamaan yang sangat cocok dan pantas… Karena Tubuh Manusia yang terbuat dari tanah ini Merupakan “Kuburan” bagi mereka yang tidak menghianati petunjuk Islam.

Hati-hati mereka telah mati dan terkubur di dalam tubuh mereka.

#tadabburQuran 48

 

_____________

Hijaz 20/5/1436

___________________________________

 

Ke-49

 

Selama tujuan itu baik & Ikhlas,Berusahalah…

Meski terkadang harus berhadapan dengan Hal-hal yang tidak mungkin…

Diluar logika usaha kebanyakan Manusia.

#tadabburQuran 49

….. فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ …

“…Pukullah batu itu dengan tongkatmu ( Musa AS)… ” ( Al-Baqara : 60)

… أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرِ…

“…Pukullah lautan itu dengan tongkatmu…” [ Ash-Shu’ara : 63]

 

Begitulah Allah SWT mengajarkan Nabi-Nya untuk berusaha, tetap mengambil sebab walau hanya dengan sebuah pukulan tongkat kayu tua, diarahkan kepada bebatuan yang kokoh nan kuat, mustahil dipecahkan dengan sebatang kayu rapuh itu. Dan lautan luas yang dengan mudah menghanyutkan tongkat Musa AS jauh keujung samudera sana. Padahal jika Allah berkehendak bebatuan dan lautan itu akan terpecah dan terbelah dengan mudah.

Allah SWT ingin mengajarkan kepada hamba-hamban-Nya betapa pentingnya berusaha, beramal walaupun ketika semua orang lain sudah berhenti,

Meski semua pintu sudah tertutup, Ketika semua sarana habis, tidak ada lagi yang bisa membantu, Allah SWT ingin para Hamba-Nya terus berdiri tegak dalam beramal dan Berusaha. Jika Allah SWT berkehendak, Sang Ibu Marayam AS yang tengah Hamil tua tanpa pendamping disisinya akan dengan mudah memperoleh makanan dari-Nya, namun sekali lagi Allah menginginkan hal itu pada diri Hamba-Nya.

(وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا)

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” [Surat Maryam : 25]

Ketika semua cara telah berkali-kali dicoba, terus gagal lagi, gagal lagi, dan tetaplah berusaha dan beramal… Karena para Hamba seperti merekalah yang paling dekat dengan keberhasilah. Niat ikhlas dan tulus menjadikan hasil dari setiap macam usaha mereka bukanlah segalanya. Jika gagal mereka akan tetap bahagia. Bahagia dengan perbuatan dan usaha yang mereka lakukan Lillahi Taala, karena Allah akan tetap melihat usaha Mereka:

 

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ …

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat perbuatanmu itu…” [Surat At-Tawba : 105]

 

____________________

Hijaz  21/5/1436

Status-status Facebook #tadabbutQuran diposting di blog ini untuk mengajak para pembaca merenungkan Mutiara-mutiara makna yang tersimpan dibalik Firman-firman Allah SWT, baik yang sudah maupun yang belum tersingkap di benak kita masing-masing, karena amalan mentadabburi Quran merupakan kewajiban bagi para Mukmin, sebagai santapan rohani bagi jiwa manusia agar selalu hidup, semangat dalam mengarungi arus kehidupan Dunia yang sangat singkat ini, agar jiwa selalu mendekat kepada-Nya.

Pengetahuan-pengetahuan yang tersimpan dalam Al-Quran ibarat mutiara yang sangat berharga tersembunyi di dasar samudera sana, seorang mustahil mengapai mutiara tersebut tanpa berbekal keinginan, usaha, dan upaya, salah satu cara yang sederhana untuk mendapatkannya adalah Mentadabburinya. Melihat proses pembiasaan mentadabburi Quran sangat penting diterapkan, salah satu Universitas cabang Al-Iman di Yaman, mewajibkan setiap mahasiswanya untuk mentadabburi sata ayat  setiap harinya, dengan cara menuliskan hasil tadabbur Qurannya dalam buku diari Mini yang telah dibagikan. Agar hasi #tadabburQuran dari para mahasiswa tidak sekedar terkoleksi, terkurung dalam buku mingil tersebut, seorang teman mahasiswa satu angkatan (berdarah Yaman, hadromaut), membuat grup di WhatApp  khusus  bagai mahasiswa yang ingin mensedekahkan ilmu-ilmu, Faidah, pelajaran yang terkait khusus dari Al-Quran Karim, Karena dalam grup hanya mengunakan satu bahasa pengantar, yaitu bahasa Arab, maka terbetik sebuah keinginan untuk menerjemahkan tulisan-tulisan singat di grup tersebut ke dalam bahasa Indonesia.

Status-status #tadabburQuran merupakan wujud dari sebuah keinginan untuk menuliskan makna-makna ayat Al-Quran, baik itu terjemahan dari grup WhatsApp tadi atau inspirasi penerjemah itu sendiri…. Berharap agar tulisan-tulisan itu bisa berwanfaat bagi Saudara/ri seiman yang ingin berdakwa melalui Facebook, WA, BMM, Dll….atau para Dai, penceramah yang mudah-mudahan mendapat terinspirasi.., dan seliruh ummat Manusia pada umunya.

InsyaAllah Kedepan…tulisan-tulisan #tadabburQuran akan terus berlanjut, seiring berlajutanya hari-hari perkuliahan menuju ambang semeter di Universitas Al-Iman,  maka bagi yang ingin ikut bersama kita meng-update tulisan selanjutnya  bisa mengirimkan simbol “#tadabburQuran” ke Nomor WhatsApp: +967716142822, agar user dapat mengirimkan via broadcast messages, jadi hanya terbatas 256 kontak saja. Dan yang terpenting, user sangat menantikan masukan-masukan, koreksi, dan pengetahuan-pengetahuan yang terkait dengan #tadabburQuran.

Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an  sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.

 


#tadabburQuran 36-42

 

Ke- 36

Tidak ada Alasan bagimu…. untuk menjauh dari  Al-Quran, jika kamu tidak mampu termasuk dalam golongan ini:

يَتلونَه حقَّ تلاوتِه

” …. Mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya..” ( Al-Baqorah: 121)

Allah masih mengharapkan Kamu untuk membaca…

… فـاقرؤا ماتيـسَّر منه …

” ….maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran..” (Al-Muzanmil: 20)

Jika masih belum sanggup, paling tidak minimal jadi pendengar..

(وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ)

Dan apabila dibacakan Al Quran, maka DENGARKANLAH baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. [ Surat Al-Araf : 204]

Jika kamu pernah mendengar Ulama terdahulu seperti Imam Syafi’i (204 H) biasa menghatamkan Al Qur’an dua kali dalam sehari dalam bulan Ramadhan, dan seorang ulama Baghdad yang hidup di masa khalifah Al Muntashir, Ali Khitab bin Muqallad (629 H), yang mampu menghatamkan Al Qur’an 90 kali, dan di hari biasa beliau menghatamkan sekali dalam sehari….maka janganlah salah memahami makna ‘menghayati’ dan ‘mentadabburi’ al-Quran dalam hal ini.

Seorang Salafus Sholeh pernah berkata: ” Setiap satu minggu saya memiliki khatmah (atau bacaan Al-Quran 30 juz),  dan setiap Bulannya Khatmah (tertentu), dan setiap Tahun Khatmah (tertentu)……

Dan Saya memiliki Khatmah Al-Quran khusus Sejak 30 tahun lalu hingga sekarang …  Saya belum selesai dari khatmah yang satu ini.”

Maka jadikalah dalam hidupmu Khatmah untuk bacaan Quranmu, Khatmah untuk Hafalan Quranmu, khatmah untuk mempelajari, merenungkan, dan  mentadabburi seluruh Ayat Al-Quran.

#tadabburQuran  36

________________

Yaman 15/03/1436

___________________________________

 

 

Ke – 37

 

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Apakah Kamu termasuk mukmin yang mencintai Allah SWT dan utusanya Muhammad SAW ? Jika iya, terus bagaimana mungkin anda berpelikau seakan ‘tidak tahu berterima kasih’ kepada keduanya. Maksudnya?

Coba renungkan, jika seseorang yang sangat mencintai kamu tengah melihatmu dalam kegundahan dunia, lalu dia menulis sebuah “Risalah” atau Surat yang berisi kunci-kunci rahasia kebahagiaan, kemudian berusaha mengirimkannya kepadamu melalui sebaik-baik “Utusan”, namun “Musuh-musuh” yang sangat membencimu tidak relah jika surat tersebut sampai kepadamu, maka dengan berbagai cara mereka terus menghalangi Utusan ini,

Sesekali mereka pengepungannya …

Mengusirnya dari kampung halamannya…

Bahkan beberapa kali mereka berusaha membunuh Utusan ini, Sampai-sampai Paman tercintanya, sahabat-sahabat terdekatnya, relah mengorbankan nyawa….agar surat ini samapai kepadamu.

Meski demikian, utusan ini tetap bertekat membawah Risalah tersebut walau harus menghadapai berbagai peperangan, hingga Dia dan para sahabatnya berhasil Membuka Makkah Al-Mukarramah, dan sukses menyampaikan Risalah tersebut kepada Kamu, kita, dan Seluruh Ummat Manusia.

Setelah Utusan ini melalui banyak pengorbanaan Darah dan Air mata, yang tidak lain adalah Rasululullah SAW, dalam menyampaikan “Risalah” atau Al-Quran dari Sang Maha Pengasih…Akhirnya Al-Quran telah sampai kepadamu.

Apakah Masuk Akal …Jika Kamu justru mengacuhkan Surat itu ?

Setelah semua pengorbanan Rasulullah ini…

Apakah Kamu tidak Malu kepada beliau ? Sungguh demi Allah, sangat memalukan, apakah ini balasan yang pantas Buat Baginda Rasulullah ?

Tahukah jika Rasulullah SAW mengeluh kepada Allah di hari kiamat kelak, karena ummatnya mengacuhkan Al-Quran, sekali lagi coba kita renungkan makna Ayat di permulaan tulisan ini.

 

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan” (Al-Forqon: 30)

 

#tadabburQuran 37

______________________

Yaman 15/03/1436

 

___________________________________

 

 

Ke-38

 

Allah SWT berfirman:

 

….يأخذون عرض هذا الأدنى

ويقولون سيغفر لنا…

“…Mereka ( generasi pewaris Taurat jahat dan Buruk )

…..yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: “Kami akan diberi ampunan…..” ( Al-Araf: 169)

Berkata Said Bin Jubair: Mereka Adalah orang yang mengerja Dosa, dan berakata: Kami Akan Ampunan.

#tadabburQuran 38

____________

Yaman, Hadromaut 18/03/1436

___________________________________

 

Lanjutkan membaca


#tadabburQuran 29-35

my_image_of_the_quran_by_msnsam-d50xawo

Ke-29

Hasan Al-Basri pernah menagis setelah usai minum Air, para sahabatnya bertanya: “Apa yang membuatmu menangis ? “, beliau berkata: saya mengingat Firman Allah SWT:

ونادى أصحاب النار أصحاب الجنة أن أفيضوا علينا من الماء

Dan penghuni neraka memohon penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air…” (Al-A’raaf: 50)
#tadabburQuran

__________
Yaman 08/03/1436 H

_______________________________

Ke-30

( حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ) .

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan MEREKA TIDAK MENYADARINYA” (An-Naml:18)

Sifat Berperasangka baik semut, salah satu tabiat yang sangat sukar dimiliki oleh Manusia.
#tadabburQuran

______________
Yaman 09/03/1436
__________________________________

Ke-31

Allah SWT berfirman:

{ إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا }

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang BESYUKUR dan ada pula yang KAFIR ( mengkufuri nikmat Allah) . (Al-Insan:3)
Diantara Misteri pengunaan Kata الشاكر disebutkan dalam bentuk Mufrad (tunggal) dan kata الكفور (dalam bentuk Mubalaqoh, pleonastis) dan Jamak dalam Ayat diatas….tidak lain adalah karena:

“…. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengkufuri (nikmat Allah). ( Ibrahim: 34)

#tadabburQuran

Ya Tuhanku……
berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh ~Sulaiman AS~
__________
Yaman 10/03/1436
______________________

Ke-32

(ومن الناس من يعبد الله على حرف)

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi…”

Para Mufassir menjelaskan golongan tersebut adalah: orang-orang menyembah Allah SWT dengan Keraguan, berIsam dengan lemah Iman, tidak konsist dengan SyariatNya…Maka akibatnya:

(خسر الدنيا والآخرة ذلك هو الخسران المبين )

“…Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Al-Hajj: 11)
#tadabburQuran

________
Yaman 11/03/1436

______________________________________

Ke-33

#tadabburQuran Al-Khafi

Perbedaan antara orang Mukmin dan tidak beriman ketika diberi nikmat, tidak beriman mengatakan:

( أنا أكثر منك مالاً وأعز نفراً )

“Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.” (Al-Kahfi: 34)

Sebaliknya Mukmin akan berkata:
… مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّه…

“maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan (Al-Khafi: 39)

Kita mendapatkan Seseorang yang tengah tertipu dengan cinta buta kehidupan Dunia, kerap perkataannya menyimpang dari Akal sehat:

ما أظن أن تبيد هذه أبدا

“….Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya…” (Al-Khafi: 35)

Bahkan bertentangan dengan keyakinan Agama:

وما أظن الساعة قائمة

“Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang…” (Al-Kahfi: 36)

Dan Sombong nan angkuh:

..ولئن رددت إلى ربي لأجدن خيرا منها..

“…Dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali. PASTI aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu”. (Al-Kahfi: 36)

________
Yaman 12/03/1436

____________________________________

Ke-34

Ketika Nabi Yunus AS memiliki suatu amalan kebaikan yang dilakukan secara rutin dan konsisten, maka ketika disaat terdesak bercampur susah Allah SWT memberinya keselamatan:
فلولا أنه كان من المسبحين . للبث في بطنه إلى يوم يبعثون

” Maka kalau sekiranya dia (Yunus AS) tidak termasuk orang-orang yang selalu banyak mengingat Allah* niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. ” ( As-Shaafat: 143-144)

Sebaliknya ketika Firaun tidak memiliki Amalan ibadah & kebaikan yang rutin dikerjakan, bahkan melalukan perbuatan sebaliknya, akibatnya di saat daruat dan terdesak… Malah Dikatakan kepadanya:

آلآن وقد عصيت قبل

” Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Yunus: 91)

Maka jadikan dalam kehidupan sehari-hari kita amalan-amalan ibadah atau sebuah amalan kebaikan rutinitas antara kita dan Allah SWT…niscaya dampknya akan rasakan, terutama di saat terdesak.
#tadabburQuran

____________
Yaman 14/03/1436

________________________

Ke-35

Satu lagi….terdapat sebuah kisah heroik Qurani, tentang seorang Pemuda yang tak dikenal, namun perbuatan terpujinya diabadaikan dalam Al-Quran, dan akan selalu diingat di Dunia maupun di Akhirat.

Kisah Pahlawan tak dikenal ini terfokus kepada sifat keberaniannya menyeruhkan kebenaran di saat “Kediktatoran” Firaun, ketakutan, kezholiman mencekik kebebasan para Bani Israel untuk keluar dari perbudakan, mengambil kebebasannya dengan ikut kepada Nabi Musa AS.

Al-Quran mengisahkan:

وَقَالَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ …..

Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki (Musa AS) karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah”, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa petunjuk-petunjuk dari Tuhanmu….”(Ghofir: 28)

#tadabburQuran

Banyak pemuda-pemudi Islam saat ini enggan, bahkan berfikir bahwa ikut berkontribusi dalam Dakwa Islam hanya terbatas bagi para ,Uztad, Dai, Ulama, Dll, atau mereka yang sangat dekat dan akrab dengan Islam. Ketika membandingkan diri mereka dengan para Agamawan di atas, sangat jauh levelnya, hingga memilih untuk tidak ikut campur, berpangku tangan, masa bodoh dengan misi mulia tersebut.

Kenyataannya tidaklah demikian…! Menolong Islam merupakan hak wajib yang dimiliki oleh setiap muslim, tanpa harus menunggu berbekal setumpuk pengetahuan agam, seperti kisah pemudah yang jauh dari sisi Nabi Musa AS, bahkan berada di barisan musuhnya: Firaun.

Tapi apakan dia putus asa membelah kebenaran karena kerebatasannya dan hanya bermodal “Keimanan ” yang di sembunyikan saat itu? Justru dengan Posisinya dia termotivas mendakwakan kebenaran ditengah-tengah pengikut Firaun, meskipun sekedar sepatah kata…
walaupun di Zaman itu terdapat tiga sosok Nabi sekaligus Alim Ulam’a :Musa, Harun, Kahidir Alihimus Salam, pemuda itu tidak minder untuk bersuara.

____________
Yaman 14/03/1436
~menutupi kealpaan kemarin~

______________________________

Tulisan ini adalah kumpulan Status-status facebook #tadabburQuran yang saya tulis dan terjemahkan, sebagai bentuk latihan menulis, mengasah kemampuan menerjemah, dan pembelajaran bagi saya peribadai. Dan berusaha untuk memahami, mentadabburi makna ayat-ayat Al-Quran, lalu menyebarkannya kepada yang lainnya, berharap bisa berharap bisa bermanfaat bagi saya sendiri, dan para pembaca budiman.
Maka dari itu penulis sangat menanti masukan-masukan, koreksi, atau sumbangan-sumbagan ilmu pengetahuan terkait dengan #tadabburQuran.
Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.


#tadabburQuran 22-28

miracles-of-quran

Ke-22

{وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً}

“…Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (ujian)…(Al-Anbiya: 35)

Ibnu Katsir Berkata: terkadang Kami akan mengujimu dengan Kesusahan dan kenikmatan, agar kami dapat membendahkan siapa yang pandai bersyukur dan malah mengkufuri nikmat-Nya di antara kalian….
Dan Siapa yang termasuk golongan bersabar atau golongan yang berputus asa.
#tadabburQuran

______

Ke-23

Berlarilah sejauh Mungkin…

إنّ إلى رَبِّكَ الرُّجْعى

Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah KEMBALI(mu) (Al-Alaq: 8)
Berbuatlah sesuka hatimu, namun ketahuilah disana…
Terdapat kitab yang terus mencatat:
لا يُغادرُ صغيرةً ولا كَبِيرَة ً
إلا أَحصَاهَا
“(pada hari perhitunganOrang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya) dan mereka berkata:

“Aduhai celaka kami, KITAB apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya….( Al-Kahfi: 49)
Hari ini, Allah SWT masih menerima darimu:
مِثقاَل ذَرة

.”…KEBAIKAN (walau) seberat dzarrahpun…. ( Az-Zalzalah:7)

Besok…di Akhirat, semua amal kebaikanmu tidak lagi berguna Walau:
ملءُ اﻷرضِ ذَهب

“….walaupun menebus diri dengan emas ( sepenuh bumi ) itu..” (Ala ‘Imron: 91)
#tadabburQuran
________

Ke-24

Kebayakan berabaur dengan hal-hal buruk, mendegar propaganda-propanganda media yang merusak dan tidak jelas kebenaranya….
Dapat menjauhkan, memalingkan seseorang dari kebenaran.
Maka Allah SWT memperingati Rasul-Nya yang Ma’sum dari Hal tersebut:
(واحذرهم أن يفتنوك عن بعض ما أنزل الله)

“….Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu…” (Al-Maedah: 49)

#tadabburQuran

________

Ke-25

Dan Ibrahim berkata:

{ وقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِين }

“Sesungguhnya AKU PERGI menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi Hidayah (petunjuk kepadaku) (As-Saaffat: 99)

Ibrahim As mengunakan “AKU PERGI” karena mengapai Hidayah itu membutuhkan usaha, harus dikejar.

Sebagaimana DIA berfirman:

(وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ)

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.(Al-Ankabut:69)”.

Banyak orang menunggu hidayah. Karena mereka sekedar beranggapan, itu hak perogatif Allah. Dengan berbagai alasan. Belum siap berjilbab-lah, belum mau berhenti pacaran-lah, masih kadar makruh-lah (rokok), masih kotor-lah, dan sebagainya. Padahal perubahan membutuhkan pergerakan. Tanpa itu, hanya diam belaka. Ujung-ujungnya tidak berubah, hingga ajal menjelang. Na’udzubillah min dzalik.
#tadabburQuran

Jum’ah Mubarak lil jamii

________

Ke-26

Allah SWT kepada Yahya AS:

(يَا يَحْيَىٰ خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا)

Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan SUNGGUH-SUNGGUH…. [Maryam : 12]

Berinteraksi dengan Al-Quran, baik itu menghafalnya secara Lafal, menjaganya agar tidak lupa, memahami Maknanya, mengali hikamah yang terkandung, menjalankan perintah dan menjauhi larangan yang terdapat dalamnya….Harus membutuhkan Usaha, serta Keikhlasan dan kesungguhan hati. Jika Allah Menyuruh Nabi-Nya (Yahya AS) untuk bersungguh-sungguh berinteraksi dengan Kalam atau Wahyu-Nya, bagaimana dengan Manusia bisa ? Terlebih lagi ketika berkaitan dengan sebuah Mukjizat terbesar, yaitu Al-Quran yang bahkan gunung Besar pun akan hancur berkeping-keping tak sanggup menerimanya. Pemimpin para Nabi, Muhammad SAW.
Sebelum diturunkan kpandnya Wahyu yang sempat membuatnya ketakutan, gematar kedingianan, Allah Mensyariatkan kepada beliau sholat Malam agar hatinya kuat, sanggup menerima wahyun-Nya.
(إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا)

Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. (Al-Muzammil: 5)

Maka dari itu kata Al-Quran dan kata SABAR beriringian dalam dalam kedua ayat, karena memerlukan kesabaran yang super, serta melatih kesabaran dan keikhlasan orang-orang yang akan digolongkan dalam Keluarga Allah SWT.

“إنا نحن نزلنا عليك (القرآن) تنزيلا .(فاصبر) لحكم ربك…”
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur* Maka bersabarlah kamu …. (Al-Insan:23-24)
#tadabburQuran

______________________

Ke-27

Seberapa besar pun kegalauaan, duka, dan kesedihan Seseorang….
Tidak akan sanggup menyamai kedukaan Nabi Yunus AS yang dideritanya di balik kegelapan:
>Malam yang gulita.
>kegelap suram di ujung dasar laut sana.
> Gelapnya ketakutan dalam perut ikan paus yang buas.

Namun semua hal itu sirna dengan sebuah Doa singkat, yang diabadikan dalam Al-Quran:
لا إله الاأنت سبحانك إني كنت من الظالمين

” …tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (Al-Anbiya: 87)

#tadabburQuran

Untuk melapangkan dada:

1. Bertasbih
2. Bersujud (sholat)

Dan Kami (Wahai Muhammad) sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan* maka BERTASBIHLAH dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang BESUJUD (shalat) (An-Nahl: 97-98)

_______________

Ke-28

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat* (yaitu):

( عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ )

orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (Al-Maun 4-5)

Mus’ab bin Saad berkata: “saya bertanya kepada Ayahku: ” Apakah maksud dari Firman Allah SWT “orang-orang yang lalai dari shalatnya…” yaitu orang yang meningalkan Sholat ? “, lalu ia menjawab: “Bukan, melainkan adalah orang-orang yang senantiasa menundah-ninda Sholat pada waktunya.”
~tafsir At-Athobari~
#tadabburQuran

__________
Yaman 07/03/1436 H

______________________________

Tulisan ini adalah kumpulan Status-status facebook #tadabburQuran yang saya tulis dan terjemahkan, sebagai bentuk latihan menulis, mengasah kemampuan menerjemah, dan pembelajaran bagi saya peribadai. Dan berusaha untuk memahami, mentadabburi makna ayat-ayat Al-Quran, lalu menyebarkannya kepada yang lainnya, berharap bisa berharap bisa bermanfaat bagi saya sendiri, dan para pembaca budiman.
Maka dari itu penulis sangat menanti masukan-masukan, koreksi, atau sumbangan-sumbagan ilmu pengetahuan terkait dengan #tadabburQuran.
Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.


#tadabburQuran 15-21

Islamic_Wallpaper_Quran_004-1366x768

Ke-15

{هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ}

“Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakain bagi mereka” Al-Baqorah:187)

Ayat ini diturunkan beberitahukan bahwa hubungan suami isteri boleh dilakukan pada malam Romadhon.

Tetapi perlu kita ketahui, tujuan, maksud, & hikmah dibalik pemakaiaan kata “Pakaian” pada ayat. Ada apa dengan kata pakaian?, kenapa Allah SWT tidak mengunakan kata Kamar, Kasur…. Dll ?

Dalam kehidupan suami-istri, makna yang tersembunyi di balik kata pakaian, sangat pas dalam menganalogikan dan menggambarkan hakekat hidup sepasang suami istri.
Menutup aurat adalah fungsi pakaian….
Begitu juga sepasang suami-isteri…
Harus menjaga Aib masing-masing…
Tidak mengumbarkannya,
Namun harus saling “Menutupi” & melengkapi kekurangan-kekurangan sesama pasangan…

Pakaian ada untuk melindungi dari dingin dan panas…
Selalu menemani pemiliknya dimana pun berada…

Pasangan hidup harus saling melindungi dari bahaya…
Bersama menyelesaian permaslahan hidup….
Selalu hadir menemani saat suka maupun duka…
Menimbulkan rasa haromis, aman dalam rumah tangga….
Dan bukan sebaliknya

Pakaian adalah simbol kehormatan…
Seperti kehidupan suami istri (Nikah) disyariaatkan untuk menjaga kehormatan…

Betapa luas kandungan makna Al-Quran…. Maka dari itu sepasang suami-istri seharusnya bisa “berpakaian” dengan semestinya.
#tadabburQuran

_______

Ke-16

Diantara faktor yang mendorong kita tetap konsisten menjaga dan sabar dalam beribadah sholat:
1/ Mengerjakannya dengan Khusyuu’
2/ Menghadirkan kondisi seakan kita tengah menghadap Allah SWT beserta dengan balasan-balasan di sisi-Nya.

Tadabbur dari Firman Allah SWT:
” jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’*(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al-Baqarah:45-46 )
#tadabburQuran

_________

Ke- 17

Dalam Al-Quran dikisahkan, dua orang yang memiliki perkara….
Mengaduh kepada Nabi Daud AS karena salah seorang dari keduanya berbuat zholim kepada yang lain. Lalu orang yg terzolimi berkata:

“Sesungguhnya SAUDARKU ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja….” (Şād:23)

Meskipun pertikaian, kezholiman, & pertengkaran terjadi diantar keduanya…Dia tetap memangilnya: (SAUDARKU)…
Harta, kedudukan, persaingan Duniawi, Perbedaan pendapat, Dll, seyogyanya tidak menghilangkan ikatan saudara. Baik sudara kandung atau sesama Muslim pada umumnya.
Itulah hikam Qurani menghadirkan secara Lafaz & Makna SAUDARA di antara keduanya.
#tadabburQuran

_________

Ke-18

(إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا)

“yaitu tatkala ia ( Zakaria AS) berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang rendah (samar). (Maryam:3)

kata خَفِيًّا atau خَفِيَ dalam bahasa Arab bisa berarti: tak tampak, tersembunyi, dan dirahasiakan.

Mengapa Nabi Zakaria berdoa dengan cara demikian?

Mungkin sedikit yang tahu jika diantara sebab terkabulkannya Doa: meyakini Sang Maha Pengasih sangat dekat dengan hamba-Nya. Maka berdoa dengan suara yang redah nan tulus, tersembunyi pendengaran orang lain, seseorang akan mengahadirkan kedekatan Allah SWT di sisinya, Seperti yang dirasakan oleh Zakaria AS.

Begitu juga Rahasia dibalik mengapa huruf ‘Ya’ (yg berarti, wahai) tidak digunakan dlm setiap doa yg ada dlm Al-Qur’an..!

Perhatikan ayat2 berikut..!

(ربِ أرني أنظر إليك)

Tuhanku.. perkenankanlah aku melihatMu..!

(ربنا أفرغ علينا صبرا)

Tuhan kami.. limpahkanlah kesabaran atas kami..!

(ربِ لا تذرني فردا)

Tuhanku.. janganlah Engkau biarkan aku seorang diri..!

(ربِ إن ابني من أهلي)

Tuhanku.. sesungguhnya putraku adalah bagian dari keluargaku.

( رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين )

Tuhanku.. ampunilah dan kasihilah..! Sesungguhnya Engkau sebaik-baik Dzat Yg Maha Mengasihi

( رب ابن لي عندك بيتا في الجنة )

Tuhanku.. bangunkanlah untuku di sisiMu sebuah rumah di surga..!

(ربنا لاتزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا)

Tuhan kami..! Janganlah Engkau gelincirkan hati kami setelah Engkau berikan hidayah pd kami..!

( رب إني مسني الضر وأنت أرحم الراحمين )

Tuhanku.. sesungguhnya kemudharatan telah menimpaku dan Engkau adalah sebaik-baik Dzat Yg Maha Mengasihi

Dalam setiap ayat yg bermakna doa kpd Allah, tidak satu pun yg di awali dengan hurup ‘Ya’ (yg berarti wahai) sbg bentuk seruan

MENGAPA DEMIKIAN ?!

Rahasia dibalik keindahan bahasa dlm doa2 itu adalah;

Bahwa hurup ‘Ya’ (wahai) adalah kata seru, yg hanya digunakan untuk memanggil seseorang yg jauh. Sedang Allah swt. lebih dekat pd hamba-Nya dari urat nadinya sendiri, Karena itulah.. sdh menjadi keharusan dlm ilmu balaghah, untuk meniadakannya.

Karena itulah.. sdh menjadi keharusan dlm ilmu balaghah, untuk meniadakannya.

قال تعالى: “ونحن أقرب إليه من حبل الوريد”

Allah berfirman, “dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat nadinya sendiri”

قال تعالى: (واذا سألك عبادي عني فإني قريب)

Allah jg berfirman, “dan bila hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad saw.) tentang Aku, maka seaungguhnya Aku sangat dekat”

Tahukah kita sekarang betapa dekat Dzat (Allah) yg selama ini engkau berdoa kepadaNya?!
#tadabburQuran

_______

Ke-19

#‎tadabburQuran‬

“Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. …. (Ar-Ra`d:26)

Ujian atau cobaan merupakan hak otoritas hak Allah SWT. Sama seperti rezeki, hikmah dari ujian akan menjadikan sesuatu ummat itu bertambah kuat bukannya semakin lemah. Ia tergantung bagaimana sikap yang dipilihnya terhadap ujian yang menimpanya. Jika seseorg justru putus harapan dan patah semangatnya, maka hal itu menyebkan sempitnya kehidupan, begitu juga degan Rezeki.

Maka itu kita perlu memantapkan keyakinan dengan selalu berdoa:
(ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻗﺴﻢ ﻟﻨﺎ….من ﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ﻣﺎﺗﻬﻮﻥ ﺑﻪ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﺼﻴﺒﺎﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ……)

“ Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami….. KEYAKINAN YANG AKANMENYEBABKAN RINGANYA BAGI KAMI SEGALA COBAAN-COBAAN MUSIBAH DUNIA INI…..”

Namun, Manusia justru teralu bayak mengeluh…
Memohon kepada Sang Pemilik Rezeki…
Untuk kelapangan Hidupnya…
Dan lupa meminta Hati yang yakin, dan bersandar kepadanya..seperti ketabahan sepasang suami istri ini:……

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1008042685879937&id=100000226453038&_rdr

_________

Ke-20

Saat perahu berada di tengah lautan, Nabi Musa AS seketika terkejut dengan perbuatan Khaidir AS ketika melobangi perahu yang mereka tengah kendarai, dan memprotesnya:
( قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا )

“(Musa berkata) Mengapa kamu ( Khaidir) melobangi perahu itu (yang) akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya ?…..” (Kahfi:71)

#tadabburQuran

Disini perlu kita renungkan, bahwa di saat krisis nan genting bercampur panik, dan ketika seluruh penumpang akan tenggelam ditengah Laut….
Saat itu Musa AS tidak hanya memikirkan keselamatan dirinya, dan tidak mengatakan: “….Akibatnya Kamu menengelamkan SAYA…”

Namun dalam percakapan antara keduanya, Musa Justru protes kepada Nabi Khaidir dan berkata: “…akibatnya kamu menenggelamkan PENUMPANGNYA…”

Begitulah Salah Satu krakter penting yang harus dimiliki oleh Para pemimpin Ummat, seprti pada diri Musa AS …..
Walaupun dalam situasi sesulit apapun…
Seorang Pemimpin ideal tidak akan tergoyahkan… Dan tetap mengedepankan Nasib Ummatnya, Wallhu Alam.

________

Ke-21

وجاء من أقصى المدينة رجلٌ يسعى قال يا قوم اتبعوا المرسلين

Dan datanglah dari ujung kota, SEORANG LAKI-LAKI dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”. (Yasin: 20)

Allah SWT tidak menyebutkan identitas pahlawan tak dikenal yang disebutkan dalam ayat sebagai: ”
SEORANG LAKI-LAKI.”
Namun perbuatan terpuji yang dia perbuat tetap Abadi, diketahui oleh Milyaran ummat dari masa ke masa, di Dunia dan di Akhirat. Kenapa demikian ?
Karena yang terpenting adalah Apa yang kita sudah kerjakan, yang telah kita kontribusikan untuk Dakwah dan Islam, bukan seberapa tenar diri kita.

#tadabburQuran
Berdakwah, meyeruh kepada Allah SWT sangat banyak varisinya. Di antanya Adalah: menunjukkan manusia kepada seseorang yang dapat memberikannya kebaikan, seperti perbuatan “SEORANG LAKI-LAKI” di atas.

______________

Tulisan ini adalah kumpulan Status-status facebook #tadabburQuran yang saya tulis dan terjemahkan, sebagai bentuk latihan menulis, mengasah kemampuan menerjemah, dan pembelajaran bagi saya peribadai. Dan berusaha untuk memahami, mentadabburi makna ayat-ayat Al-Quran, lalu menyebarkannya kepada yang lainnya, berharap bisa berharap bisa bermanfaat bagi saya sendiri, dan para pembaca budiman.
Maka dari itu penulis sangat menanti masukan-masukan, koreksi, atau sumbangan-sumbagan ilmu pengetahuan terkait dengan #tadabburQuran.
Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.

%d blogger menyukai ini: