#tadabburQuran 43-49

 

Ke-43

 

#tadabburQuran 43

“Takut” dan “Lari” dari sesuatu tidak selamanya menyimapan makna kegagalan atau hal-hal Negatif. Terkadang justru kedua sikap tersebut mengantarkan seseorang menuju sebuah kesuksesan, sesuatu yang jauh lebih baik tak terbayangkan sebelumnya.

Seperti yang kita ketahui dalam kisah Nabi Musa AS :

(ففررت منكم لما خفتكم فوهب لي ربي حكما وجعلني من المرسلين)

Lalu aku (Musa AS) lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul. ( Shu’ara : 21)

 

___________

Yaman 2/5/1436

 

___________________________________

 

Ke-44

Dalam kaidah Bahasa Arab telah disepakati bahwa pengunaan huruf ت  atau yang akrab dengan sebutan “Taa At-taniist”, yaitu huruf yang berindikasi feminin,  digunakan dalam kata kerja lampau ” Fiil Madhi” untuk menunjukkan kata ganti perempuan atau betina ( Muannast). Namun dalam Al-Quran terdapat sebuah kalimat yang menyalahi Kaidah tersebut, yaitu pengunaan “Taa At-taniist” pada kata kerja lampau dalam ayat berikut:

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah…”( Al- Ankabut: 41)

Kita melihat kata kerja اتخذت  yang huruf akhirnya ditutup dengan “Taa At-taniist” menunjukkan bahwa pelakunya adalah feminin bukan jantan, akan tetapi kata العنكبوت  yang ternyata artinya Laba-Laba “Jantan” bukan betina tersebut menujukkan sebaliknya.

 

Peroblem inilah yang membuat para Ahli literatur Arab berpikir keras untuk memecahkan teka-teki Qurani ini, hingga membuahkan berbagai variasi pendapat. Bahkan penyusun “Lisanul Arab” kamus yang terkenal itu harus kewalahan dalam meramu semua serab-serbi pendapat para Ahli untuk sekedar menyedarhakana permasalahan ini.

Misteri apakah yang tersembunyi dibalik pemakaiaan huruf “Taa At-taniist” tersebut ?

#tadabburQuran 44

#mukjizatilmiah

Ternyata para orentalis mengambil kesempatan ini untuk menyebarkan keraguan, merusak keyakinana ummat Islam terhadap kebanaran Al-Quran. Mereka mengatakan Al-Quran harus direvisi karena kesalahan ini, -Wal’iyazu Billlah-,

Karena yang benar secara kaidah bahasa Arab ialah:

اتخذ بيتا

Dimana huruf “Taa At-taniist” dalam kata kerja itu harus dibuang karena kata العنكبوت  digunakan pada seekor laba-laba jantan bukan betina.

Namun Allah SWT Sang pemilik Ilmu dan Hikamah membiarkan hal tersebut sebagai Mukjizat yang membenarkan keilmiahan Al-Quran itu sendiri. Maka dari itu Ilmu pengetahuan modern saat ini sampai pada pembuktian bahwa hanya Laba-laba betinalah satu-satunya yang sanggup membangun “Rumah” atau sarang laba-laba. Adapun laba-laba jantan hanya mampu mengeluarkan jaring benagnya untuk bergerak dan berpindah dari tempat ke tempat lain, dan tidak sanggup membangun sarang.

Jika Allah tidak menyandingkan huruf “Taa At-taniist” berindikasi feminin itu pada kata kerja tersebut, maka secara ilmu biologi ayat diatas akan bertentangan dengan fakta Ilmiah saat ini. Maha Besar Allah yang telah menjadikan satu huruf ini sebagai Mukjizat Imiah, pengokoh Iman bagi orang-orang beriman.

 

_____________

Hadromaut 3/5/1436

 

___________________________________

 

Ke-45

 

Dalam surat Fussilat ayat ke 26 disebutkan:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ …

Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini…”  (Fussilat : 26)

Orang-orang Kafir yang jelas-jelas tidak beriman itu khawatir,  bahkan takut apabila seseorang kafir dari mereka jika membaca, merenungkan dengan sungguh-sungguh isi kandungan Al-Quran ini.

Mengapa demikian ?

Jawabannya Adalah mereka takut jika Al-Quran dapat “Mengubah” diri mereka atau sesama mereka, takut kalau kekuatan cahaya  Al-Quran  dapat “Mengalahkan” kegelapan di hati mereka.

Karena menyadari kekuatan sejati Kitab ini, Maka Para pembesar-pembesar mereka, dan orang-orang kafir yang takut kehilangan pengikutnya, teman-teman seperjuangan mereka, segera menyusun strategi “hiruk-pikuk”, mengampanyekan propaganda palsu tentang Al-Quran. Seperti lanjutan Firman-Nya:

…وَالْغَوْا فِيهِ…

“…dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya…”

Stertegi busuk dengan siasat yang bervariasi. Baik dengan serangan langsung ke objeknya:”…..(Inilah Al-Quran) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala”. ( Al-Qolam: 15)

Atau kepada baginda Rasulullah SAW, pembawa kitab ini:

“….Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata”. (Yunus: 2)

” …. sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar orang yang gila.” ( Al-Hijr: 6)

” Dan bukan pula perkataan tukang tenung (dukun atau peramal)…” ( Al-Haaqqah: 42)

Bahakan para pengikutnya, orang-orang yang beriman dengan Kitab Ini, berpedoman dengannya dengan sebenar-sebenar pedoman, yaitu mereka para generasi-generasi Quran. Maka para kaum Kafir sekali lagi tidak ingin dari mereka “Berubah” dan “Terkalahkan” oleh generasi Quran ini. Mereka mencitrakan generasi ini dengan label-label  Teroris, islam garis keras, atau muslim fundamental, radikal, dan istilah-istilah akrab lainnya yang sangat menyesatkan, Agar manusia menjauhi mereka dan tidak dikalahlan oleh kekuatan “Perubah” Al-Quran. Maka ayat ini pun ditutup dengan perkataan yang mengambarkan ketakutan mereka, serta mewakili ketidak relaan orang-orang kafir jika dikalahkan oleh generasi Al-Quran ini.

 

….لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

“…supaya kamu dapat mengalahkan mereka”. (Fussilat : 26)

#tadabburQuran 45

Kalau orang-orang kafir “yakin” jika Al-Quran dapat “mengubah” hidupnya, dapat “Mempegaruhi” hidup mereka. Maka mengapa masih ada diantara kaum Muslim belum yakin Al-Quran dapat mengubah dirinya ke arah lebih baik, solusi bagi problem khidupannya. Mengaku beriman tapi jauh dari Al-Quran, tidak menjadikannya “Undang-undang” dalam kehidupannya. Tidak yakin kalau Al-Quran pernah mengubah kaum tepencil di tengah gurun pasir sana menjadi sebuah kekhalifahan yang pernah menduduki hampir 3 benua seutuhnya, atau mengalahkan imperium-imperium terbesar yang belum terkalahkan sebelumnya.

Jika sampai saat ini Al-Quran belum dapat mengubah diri Kita, maka benahi kembali keyakinan dan interaksi kita besama Al-Quran.

~ “Selama kitab ini masih berada di bumi, jangan harap bisa menundukkan kaum Muslimin”[§ Glad Stone, mantan Perdana Menteri Inggris, sewaktu diParlemen Inggris §] ~

 

____________

Makkah Al-Mukarramah,

10 /5/1436

 

___________________________________

 

 

Ke-46

 

لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ

Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya. (Yusuf: 7)

Sebuah renungan berlian terkadung dalam Surah Yusuf, yaitu surah ini di buka dengan sebuah kisah MIMPI, mimpi dari seorang bocah kecil bernama Yusuf, diikuti dengan HARAPAN sang Ayah Nabi Yaqub AS. Kemudian surah ini ditutup dengan sebuah KENYATAAN, supaya orang-orang BERBAIK SANGKA kepada-NYA setiap kali merenunggkan kisah mereka.

 

Berkata Ya’qub:

Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para penyanyang. (yusuf: 64)

“.. jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. (yusuf: 67)

Mereka berkata: “..Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” (Yusuf: 90)

#tadabburQuran 46

 

_____________

Syastrib 18/5/1436

___________________________________

 

Ke-47

 

Musa AS mengaduh kepada Allah SWT:

“وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِي”

Dan Dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar (bertutur kata) ….(Ash-Syuaraa: 13)

Jika seorang manusia pada level keimanan seorang Nabi dan Rasul saja mengeluh kepada Allah SWT. Di saat-saat kerasnya kehidupan mencekik batin seseorang. Hingga sempit hidup ini dengan gundah-gulana sepert yang dirasakan oleh salah satu Rasul ulul ‘Azmi yaitu Musa AS.

Beliau tetapa mengaduh kepada Zat yang disebut dengan Allah SWT.

Jika demikian, Maka bagaima dengan Kamu…

Wahai yang hidupnya terasa sempit…

Hari-harimu sangat Akrab dengan kesulitan…

Kegagalan…

Penderitaa…

 

kepada siapakah Kamu selalu mengeluh dan mengaduh ?

#tadabburQuran 47

 

__________

Hijaz 19/5/1436

___________________________________

 

Ke-48

Sebuah perumpamaan Qurani yang menajubkan. Setelah Allah SWT menyebutakan perbedaan antara orang-orang “Buta” dan “Melihat”, “Cahaya” dan “Kegelapan”, serta “Teduh” dan “Panas”.

Allah SWT kemudain berfirman:

…إنَّ الله يُسمعُ من يشآء ۖ وما أنت بِمُسْمِعٍ من فىِ القبور

“…Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar.” (Fatir: 22)

Imam Ibdul Qoyyim berkata: Allah SWT menganalogikan orang-orang yang tidak mengikuti petunjuk Islam dan tidak menjawab seruan Rasulullah-Nya seperti orang yang didalam kubur. Sebuah perumpamaan yang sangat cocok dan pantas… Karena Tubuh Manusia yang terbuat dari tanah ini Merupakan “Kuburan” bagi mereka yang tidak menghianati petunjuk Islam.

Hati-hati mereka telah mati dan terkubur di dalam tubuh mereka.

#tadabburQuran 48

 

_____________

Hijaz 20/5/1436

___________________________________

 

Ke-49

 

Selama tujuan itu baik & Ikhlas,Berusahalah…

Meski terkadang harus berhadapan dengan Hal-hal yang tidak mungkin…

Diluar logika usaha kebanyakan Manusia.

#tadabburQuran 49

….. فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ …

“…Pukullah batu itu dengan tongkatmu ( Musa AS)… ” ( Al-Baqara : 60)

… أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرِ…

“…Pukullah lautan itu dengan tongkatmu…” [ Ash-Shu’ara : 63]

 

Begitulah Allah SWT mengajarkan Nabi-Nya untuk berusaha, tetap mengambil sebab walau hanya dengan sebuah pukulan tongkat kayu tua, diarahkan kepada bebatuan yang kokoh nan kuat, mustahil dipecahkan dengan sebatang kayu rapuh itu. Dan lautan luas yang dengan mudah menghanyutkan tongkat Musa AS jauh keujung samudera sana. Padahal jika Allah berkehendak bebatuan dan lautan itu akan terpecah dan terbelah dengan mudah.

Allah SWT ingin mengajarkan kepada hamba-hamban-Nya betapa pentingnya berusaha, beramal walaupun ketika semua orang lain sudah berhenti,

Meski semua pintu sudah tertutup, Ketika semua sarana habis, tidak ada lagi yang bisa membantu, Allah SWT ingin para Hamba-Nya terus berdiri tegak dalam beramal dan Berusaha. Jika Allah SWT berkehendak, Sang Ibu Marayam AS yang tengah Hamil tua tanpa pendamping disisinya akan dengan mudah memperoleh makanan dari-Nya, namun sekali lagi Allah menginginkan hal itu pada diri Hamba-Nya.

(وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا)

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” [Surat Maryam : 25]

Ketika semua cara telah berkali-kali dicoba, terus gagal lagi, gagal lagi, dan tetaplah berusaha dan beramal… Karena para Hamba seperti merekalah yang paling dekat dengan keberhasilah. Niat ikhlas dan tulus menjadikan hasil dari setiap macam usaha mereka bukanlah segalanya. Jika gagal mereka akan tetap bahagia. Bahagia dengan perbuatan dan usaha yang mereka lakukan Lillahi Taala, karena Allah akan tetap melihat usaha Mereka:

 

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ …

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat perbuatanmu itu…” [Surat At-Tawba : 105]

 

____________________

Hijaz  21/5/1436

Status-status Facebook #tadabbutQuran diposting di blog ini untuk mengajak para pembaca merenungkan Mutiara-mutiara makna yang tersimpan dibalik Firman-firman Allah SWT, baik yang sudah maupun yang belum tersingkap di benak kita masing-masing, karena amalan mentadabburi Quran merupakan kewajiban bagi para Mukmin, sebagai santapan rohani bagi jiwa manusia agar selalu hidup, semangat dalam mengarungi arus kehidupan Dunia yang sangat singkat ini, agar jiwa selalu mendekat kepada-Nya.

Pengetahuan-pengetahuan yang tersimpan dalam Al-Quran ibarat mutiara yang sangat berharga tersembunyi di dasar samudera sana, seorang mustahil mengapai mutiara tersebut tanpa berbekal keinginan, usaha, dan upaya, salah satu cara yang sederhana untuk mendapatkannya adalah Mentadabburinya. Melihat proses pembiasaan mentadabburi Quran sangat penting diterapkan, salah satu Universitas cabang Al-Iman di Yaman, mewajibkan setiap mahasiswanya untuk mentadabburi sata ayat  setiap harinya, dengan cara menuliskan hasil tadabbur Qurannya dalam buku diari Mini yang telah dibagikan. Agar hasi #tadabburQuran dari para mahasiswa tidak sekedar terkoleksi, terkurung dalam buku mingil tersebut, seorang teman mahasiswa satu angkatan (berdarah Yaman, hadromaut), membuat grup di WhatApp  khusus  bagai mahasiswa yang ingin mensedekahkan ilmu-ilmu, Faidah, pelajaran yang terkait khusus dari Al-Quran Karim, Karena dalam grup hanya mengunakan satu bahasa pengantar, yaitu bahasa Arab, maka terbetik sebuah keinginan untuk menerjemahkan tulisan-tulisan singat di grup tersebut ke dalam bahasa Indonesia.

Status-status #tadabburQuran merupakan wujud dari sebuah keinginan untuk menuliskan makna-makna ayat Al-Quran, baik itu terjemahan dari grup WhatsApp tadi atau inspirasi penerjemah itu sendiri…. Berharap agar tulisan-tulisan itu bisa berwanfaat bagi Saudara/ri seiman yang ingin berdakwa melalui Facebook, WA, BMM, Dll….atau para Dai, penceramah yang mudah-mudahan mendapat terinspirasi.., dan seliruh ummat Manusia pada umunya.

InsyaAllah Kedepan…tulisan-tulisan #tadabburQuran akan terus berlanjut, seiring berlajutanya hari-hari perkuliahan menuju ambang semeter di Universitas Al-Iman,  maka bagi yang ingin ikut bersama kita meng-update tulisan selanjutnya  bisa mengirimkan simbol “#tadabburQuran” ke Nomor WhatsApp: +967716142822, agar user dapat mengirimkan via broadcast messages, jadi hanya terbatas 256 kontak saja. Dan yang terpenting, user sangat menantikan masukan-masukan, koreksi, dan pengetahuan-pengetahuan yang terkait dengan #tadabburQuran.

Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an  sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.

 

Iklan

About negeriquran

Masih Tetap Sebodoh yang dulu Lihat semua pos milik negeriquran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: