Category Archives: Pembelajar

PEMBODOHAN GLOBAL (Pemanasan VS Pendinginan Global )

Oleh: Khairul Amri Hatta

Beberap abad silam, sebuah “Teori” yang berawal dari ketidak jelasan telah membodohi Manusia untuk memperaktekkan tidakan kebengisan yang menelan korban jutaan jiwa manusia, mengundang sejumlah peristiwa paling berdarah dalam sejarah humanitas.

Nazisme, Rasisme, Fasisme, Komunisme, Liberalisme dan Kapitalisme adalah beberapa contoh motivasi ideologi meledaknya peperangan dunia kemarin. Akan tetapi banyak tidak menyangka bahkan tidak percaya jika teori tersebut sengaja dijadikan sebagai ‘Rujukan Ilmaih’ berkedok sains agar memberi jalan bagi ideologi pendukunnya serta meyakinkan para penganutnya dalam melancarkan tindakan anarkis politis.

Teori tersebut akrab dengan sebutan teori Darwin atau Darwinisme yang dipopulerkan oleh seorang biologiwan amatir Charles Darwin. Pada awal kemunculanya, teori ini hanyalah sebatas ”asumsi”, namun terdapat beberapa bukti ilmiah yang sanggup mendukung teori tersebut sehingga asumsi itu dapat diterima. Akan tetapi di masa sekarang, dengan berkembanganya teknologi dan ilmu pengetahuan, Fisika, Biologi, yang telah melahirkan cabang-cabang ilmu seperi Genetika, Mikrobilogi, Biokimia, dll, sehingga mengantarkan manusia kepada pembuktian bahwa teori ini hanya sekedar isapan jempol alias teori palsu, yang terkenal dengan gagasan atheisme dan materialismn yang mengingkari keberadaan Tuhan Sang Maha Pencipta.

Teori ini mengklaim bahwa adanya proses ”seleksi alam”, perkembangan makhluk hidup dipengaruhi oleh perjuangan untuk mempertahankan hidup di alam, dimana terdapat faktor eliminasi yang dapat menyingkirkanmakhluk yang lemah, dan yang kuat tetap lestari. Sebuah perseteruan dimenangkan oleh yang terkuat, yang lemah akan kalah dan punah. Karena alasan inilah teori Darwin mendapatkan dukungan dari kalangan yang berkuasa. Bahkan pada awal-awal sejak teori tersebut baru saja didengar, langsung mendapat sambutan hangat di negeri-negeri Barat secara umum, terkhusus lagi bagi Kaum imperialis dan kapitalis. Darwinisme bersama ideologi-ideologi tersebut telah mendoktrin manusia-manusia manjadi buas, melahirkan pertikaian yang membawa bencana, penderitaan, pembantaian, kemiskinan, dan kerusakan dahsyat.

Terlepas dari sejarah panjang teori tersebut, yang menarik dan penting untuk diketahui adalah: Mengapa konsep ilmiah yang tidak absah secara ilmiah itu sangat menarik untuk dijadikan rujukan pembenaran ilmiah oleh para penganut ideologi tertentu ?

kenapa begitu banyak para ilmuwan, politikus, dan pemikir ( baik yang menyadari sisi gelap Darwinisme ataupun tidak, dari dulu hingga sekarang) termotivasi untuk mendakwahkan hipotesa yang masih bersifat kontravesri itu ? seakan hal itu seperti sebuah keyakinan yang wajib diimani.

Kemudian arus laju teori ini dengan capat merambah ke dalam kehidupan sosial manusia sampai ke masalah sejarah, hingga sekarang sejumlah buku-buku karangan, media-media pemberitaan hingga perfileman masih menjajahkan teori ini. Dan sangat disayangkan sebagian pemerintahan di sejumlah negara masih menghalalkan penyebaran Darwinsme di bangku-bangku sekolahan hingga saat ini, tanpa membeberkan kekejaman sejarah kemanusiaan yang ditimbulkan dari teori berbahaya tersebut.

Akan tetapi, bila ditelusuri dan dipelajari lebih lanjut di balik spirit ilmiah tersebarnya Darwinisme sejak awal, kita akan sampai pada fakta bahwa semuanya berawal dari bentuk perlawana para ilmuwan terhadap doktrin-doktrin gereja, dan pihak-pihak agamawan. Pada masa konflik antara gereja, banyak diantara ilmuwan yang dibunuh dan disiksa oleh pihak gereja, maka dengan teori tersebut kerap kali dijadikan kambing hitam sebagai sesuatu yang ”bersifat ilmiah” yang mendorong mereka mengingkari keberadaan Tuhan. Selain itu, pelestarian Darwinisme juga dipicu dengan motif para kaum penjajah untuk berlomba-lomba merebut dan menguasai wilayah-wilayah bangsa yang lemah, hingga meletusnya era kolonisme, lalu tersebarlah paham tersebut dengan label ”pengetahuan ilmiah” agar mempermudah penerimaannya oleh para masyarakat jajahan.

Beranjak dari teori yang juga menghadirkan klaim bahwa bangsa kulit putih (Eropa) merupakan ras-ras terpilih. Sementara ras Asia dan Afrika telah tertinggal dalam perjuangan untuk mempertahankan hidup, dan tidak lama lagi akan mengalami kekalahan dalam bertahan hidup dan kemudian musnah. Dengan gagasan ini, para penganut Darwinisme terinspirasi untuk membangkitkan kembali paham-paham sesat lainya, seperti sebuah teori yang muncul di pertengahan awal abad ke-20, yang juga sangat terkenal dan didukung oleh banyak pihak, diantaranya berbagai yayasan internasional, perguruan-perguruan tinggi, tokoh-tokoh terkenal mulai dari presiden, ilmuwan, dokter, tokoh masyarakat, para penulis, begitu juga dengan media-media massa yang begitu gencar mengindahkannya.

Basis tujuan konsep teori ini antara lain “memperbaiki” ras manusia dengan memperbanyak jumlah individu sehat, dan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat. Seperti halnya pada hewan jenis unggul dapat dibiakkan dengan mengawinkan induk-induk hewan yang sehat. Beranjak dari teori ini, maka ras manusia pun dapat diperbaiki melalui cara yang sama. Menurut teori ini, dunia membutuhkan semacam kumpulan gen manusia unggulan yang akan menyelamatkan peradaban manusia dari kehancuran.

Margaret Sanger, seorang penganjur teori ini dengan arogant menyatakan, “Memelihara sampah masyarakat dengan mengorbankan manusia yang berguna adalah kekejaman. Perbuatan apa yang lebih biadab selain mewariskan orang-orang dungu itu kepada generasi penerus kita?”

Gagasan itu tidak lain adalah teori Eugenika, pertama kali dilontarkan oleh Francis Galton, ilmuwan terhormat Inggris, yang merupakan sepupu Charles Darwin. Sekali lagi isu yang sifatnya masih dugaan itu ternyata ditanggapi secara luar biasa dikalangan para pemimpin dunia, tokoh-tokoh terkenal, dan para ilmuwan pemenang Nobel, terlebih lagi di kalangan orang-orang Amerika, terlihat ketika teori itu pertama kali dilontarkan, lembaga-lembaga seperti Asosiasi Kedokteran Amerika, Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional, serta Dewan Riset Nasional (ketiganya lembaga profesi dan keilmuwan yang terhormat di Amerika) mendukung dan mempercayai teori itu, lalu menjadikan landasan hukum yang sah.

Tidak berhenti di Amerika, dukungan berdatangan dari negara-negara lain, termasuk Jerman. Pada akhirnya, pusat riset penelitiannya kemudian dipindahkan ke Jerman. Dan setelah teori Eugenika berpangkal di sana… singkat ceritanya terjadilah teragedi berdarah yang paling mengerikan dalam sejarah.

Sebagai manusia yang hidup di masa sekarang, mungkin di antara kita ada yang tercengang atau bahkan menertawakan teori yang aneh dan konyol semacam ini.

Kita pun tahu dengan pasti bahwa teori yang pernah disambut manis oleh masyarakat dunia ini, hanya sebatas spekulati palsu, seperti halnya Darwinisme. Tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa sejarah mencatat teori ini telah merepotkan dunia selama hampir setengah abad dengan berbagai macam riset, pembuatan produk hukum, sekaligus riuhnya pro-kontra atas isu tersebut.

Mayoritas masyarakat pada masa itu mempercayai isu tersebut, sedangkan orang-orang yang mencoba menentangnya dari golongan minoritas akan mendapat cibiran dan diberi label sebagai orang primitif, kolot, pandir, dll. Lumuran darah jutaan korban pembantaian ummat manusia, telah menjadi bukti nyata catatan gelap sejarah di balik kesetatan teori eugentika, kebohongan besar teori ini telah menimbulkan pembantaian terbesar sepanjang zaman. Perang Dunia II adalah salah satu contoh konkrik dari penyalah gunaan eugenika yang didasari dengan “ideologi pemurnian ras unggul ” atau pemusnahan“ras rendah”, sebuah realitas yang sengaja “disamarkan” oleh sejarah dari mata kita.

Setelah terjadinya peristiwa pembantaian besar-besaran itu, masyarakat Dunia pun mulai menyadari hakekat ilmiah dari kesesatan teori eugenika, Orang-orang yang berada di barisan utama dalam kampanyekan teori ini segera bersembunyi dan tidak lagi membahasnya. Begitu juga media massa yang dahulu aktif meneriakkan isu ini, itu tiba-tiba mengalami lupa ingatan. Jutaan orang yang tewas akibat teori tak berdasar itu telah menjadi aib yang amat memalukan dalam sejarah umat manusia, dan tidak ada satu orang pun yang mau dikait-kaitkan dengan teori itu.

Serupa dengan isu Darwinisme, ternyata di balik dukungan teori eugenika tersimpan motif-motif kepentingan tertentu, para pendukung berupaya menyelaraskan teori ini dengan ideolog-ideolgi  mereka, demi melancarkan sejumlah program politik yang berkedok “penelitian ilmiah” dan agar memperoleh aliran dana yang sangat besar dari para sponsor dan yayasan-yayasan tertentu, sekaligus mendapat sebuah “pembenaran ilmiah” untuk menunjukkan bahwa peperangan, penjajahan, dan pembantaian yang mereka lancarkanadalah sebuah kebenaran.

Dan yang paling menyedihkan dari kedua kasus teori Darwini dan Eugenika, bahwa saat itu semua pergerakan-pergerakan yang terinspirasi dari gagasan yang sebenarnya tidak memiliki dasar ilmiah jelas ini, nyaris tidak ada satu pun arus kekuatan (dari kalangan penguasa, politikus, ilmuwan, dll ) yang menetang dan membantah isu tersebut. Pada waktu itu hampir seluruh dunia berkiblat pada teori tersebut sehingga orang-orang yang mencoba menentang akan dianggap orang aneh.

Akan tatapi, yang paling mengerikan dari semua hal tersebut, bahwa ternyata di era kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini, sebuah “pembodohan ilmiah” serupa dengan skandal sains diatas, sedang dihadapi oleh masyarakat dunia saat ini. Sebuah isu tentang fenomena alam global yang berpijak pada kesimpulan ilmiah yang kontradiktif, dan hal serupa sekali lagi terulang, arus dukungan dari para pemimpin dunia, tokoh-tokoh terkenal, para ilmuwan, universitas-universitas, yayasan-yayasan internasional, media massa, hingga para aktivis sosial, mengalir sangat deras membiayai berbagai gerakan yang mendukung sebuah isu lingkungan yang kedengarannya sangat mulia, namun pada hakekatnya menyembunyikan agenda busuk dari berbagai oknum tertentu yang terus mempropagandakannya meski harus mengahalakan berbagi cara.

Hingga hari ini, isu tersebut kerap disajikan di bangku sekolahan, mulai dari SD sampai ke jenjang perguruan tinggi, dan lagi-lagi, orang yang mencoba menentangnya akan dianggap aneh, kolot, tolol, bahkan menerima tekanan. Isu ini sangat akrab ditelinga kita, yang sering disebut dengan istilah Global Warming atau isu pemanasan global.

Apakah benar planet Bumi yang kita tempati ini benar-benar sedang mengalami pemanasan ataukah sebalikinya ? yaitu Pendinginan  Global ?!!

Agar pembahasan lebih sitematis, tidak membingungkan, maka terlebih dahulu kita fokuskan pembahasan mengenai fenomena iklim di belahan Bumi timur tengah, atau zona geografis negara-negara Arab alias daratan Arab saat ini.

Kenapa harus berpatokan kepada daratan Arab?

Jawabanya karena ancaman perubahan iklim global yang diyakini oleh para Ilmuwan klimatologi ini, akan mengundang kekacauaan dan peperagan dimasa mendatang disebabkan faktor upaya untuk bertahan Hidup, memperoleh sumber energi dan pangan… di saat ancaman “Pendinginan” membekukan hampir separuh bagian Bumi, yang akan mengubah perpetaan Dunia (topografi) serta geopolitik.

Dan hal itu semua sangat berkaitan sekali dengan sabda baginda Rasulullah SAW dalam Hadsitnya yang berbunyi:

َلا تَقُومُ السَّاعَةُ… حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

“Tidak akan terjadi hari kiamat…hingga danah Arab kembali dipenuhi tetumbuhan dan sungai-sungai.” (HR. Muslim)

BERSAMBUNG…

Iklan

Hadromaut After Year

By: Khairul Amri Hatta

Seakan durasi singkat berlalu bersama lajunya tahun kemarin yang disusul tahun ini, sejak hijrah ke Mukalla yang lembab, di bumi Hadromaut. Awal mulanya dimulai dari sebelah Utara Yaman, di Kota Sana`a yang semakin mengigil, saat menuntut hijarah dari Kota Ilmu itu menuju selatan Yaman yang kelabu. Untuk melanjutkan estafet kuliah di salah satu kampus, cabang Universitas Al-Iman. Aku hanya membawa beberapa barang yang penting yang dibutuhkan dan bisa menjadi bekal menuntu ilmu di sana. Sebagian besar sisa barangku kutitipkan di gudang Universitas pusat yang juga tidak memungkinkan untuk dijak berpetualangan, termasuk di antaranya  pakaian-pakain tebal yang hanya layak dipakai di Sana`a  yang beriklim dingin dan dingin sekali itu, meliahat tempat tujuanku memiliki pertentangan iklim yang hapir serupa dengan Konfilk anatar penduduk Utara dan selatan Yaman sejak dulu hingga sekarang. Panas dan Panas sekali adalah cuaca yang memaksa penduduknya untuk terus haus dan terus minum, sangat beda di Sana`a, jika dingin sedang minus, seseorang akan berfikir dua kali untuk minum hanya untuk sekedar mengurangi ikatan social dengan WC yang dingin Airnya nyaris  melumpuhkan persendian.

Lanjutkan membaca


Yaman in Recommendation

By: Khairul Amri Hatta

6a00d8341d638e53ef00e54f1fd4578834-500wiTidak serupa dengan kondisi Kita sekarang, dengan suka rela Dia menepuh ribuan Kilo pejalanan kaki serta waktu berminggu-minggu untuk bisa menaklukkan garangnya Gurun pasir yang daratanya hampir mensimulasikan bukit obak-obak di Lautan sana, mungkin kita hanya membutuhkan durasi singkat untuk melalui kejamnya pandang gersang itu. Sayangnya Dia sebagai `Duta Istimewai` tidak sempat menikmati benda terbang yang menyerupai Burung Besi pada saat itu. Tetapi Istilah Kalah, takluk, serta Menyerah terhadap rintangan seakan Menguap ke angkasa, nyaris dalam kepalanya hanya terdapat sebuah Ilustrasi dari biasan seorang sahabat tersayang, yang sangat dicintai. Bahkan relah mengorbankan hidupnya demi sahabatnya itu, mungikn itulah puncak misteri Cinta yang belum pernah Aku ketahui, dimana seseorang mustahil ke Level itu jika zat Iman dan Cinta tidak saling bersenyawa. Berbekal Cinta itulah semangatnya terus meroket dan  memberinya bahan bakar menembus panasnya Atmosfer gurun menuju negeri Nun jauh disana. Negeri itu tidak lain adalah kampung halamannya sendiri, sahabatnya memintanya kembali ke sana tidak lain karena Pribumi di negerinya sangat haus akan hidayah dan ilmu pengetahuan.

“Tapi dengan apakah engkau harus mengajak mereka ke Dalam Hidayah?” Tanya sahabat tercinta itu ke padanya. Sejenak dia terkesima oleh daya karismatik sahabatya melalui pentanyaan itu. “ Dengan Al-Quran dan As-Sunnah…serta hasil Ijtihad” jawab Duta Isimewa itu kepada sahabatnya yang telah mengajarinya tentang semua yang dia ucapkan tadi. Dari dialog singkat ini mengalirlah untaian nasehat dari Sahabat tercinta itu, sebuah petuah yang kelak dijadikan Motto para Da`i-Da`I Islam:

“Permudalah dan janganlah Mempersulit, berilah berita gembira dan jangan membuat mereka lari…”1

Itulah Nasehat Legenaris yang diabadikan dalam lebaran-lembaran kitab hingga saat ini, sabda dari seorang Sahabat tercinta yang tidak lain adalah baginda Muahmmad Rasulullah saw sewaktu berpesan kepada Sahabat Muatz Bin jabal R.a, Duta Istimewanya yang hendak memikul amanah dakwa di kampung halamanya, di Bumi Yaman ini. Dan akhirnya sejarah menjadi saksi atas keberhasial dakwa Mu`adts bin jabal yang dalam beberapa waktu dapat mengislamkan jumlah besar dari pribumi Yaman, mendengar hal itu batapa gembiranya Rasulullah Saw saat itu, terlebih lagi ketika para Muslimin Yaman hedak berdatangan ke hadapan Baginda, maka rasa kegembiraan itu memuncak hingga mengambil wujud dalam deretan wahyu suci:

« جاء أهل اليمن هم أرق أفئدة الإيمان يمان والفقه يمان والحكمة يمانية ».

“Datanglah Penduduk Yaman mereka memiliki hati yang lembut (lunak), Iman Itu adalah Yaman dan Fiqih itu Yaman dan Hikmah itu ialah Yaman”.2

Lanjutkan membaca


Belada sepatu hitam

By: Khairul Amri Hatta

imagesDi suatu Senin yang biasa, saat surya mewarnai langit, merambat lembut menembus jaring-jaring pentilasi, mengajak ayam berkokok lebih awal. Dan di sana, di balik pentilasi itu, Aku terbaring pasrah takluk di hadapan godaan gairah kantuk yang membelengguku untuk tidak bangkit menyambut hari sekolah di pagi ini. Terlebih lagi tadi malam memang sudah kuniatkan untuk tidak hadir di upacara pagi nanti, maka tidak heran jika naitku ikut berkonspirasi dalam proyek `Tidak Ikut Upacara` yang disponsori oleh kantukku tadi. Tapi jangan pernah menyangka Kawan.., jika Aku ini termasuk dari golongan-golongan orang malas, pembolos, tidak disiplin atau apalah yang serupa. Ada sebuah benteng ilusi yang menghalagi antara Aku dan upacara pagi ini, dan untuk melewatinya tidak serumit cara yang digunakan oleh Uchiha Itachi ketika hendak menembus benteng Konoha dengan jutsu-jutsunya ruwet itu, atau dengan senjata Harrp milik Amerika yang konon bisa mengasilkan Gempa buatan supaya bisa digunakan untuk menghancurkan benteng ilusi tersebut !?, cukup dibutuhkan sedikit pengorbanan Lanjutkan membaca


Manusia diciptakan dari tanah?, pandangan terbaru Ilmuwan tentang tanah.

Oleh: Khairul Amri Hatta

soil_052520

Hingga sekarang sebagian ilmuwan mengatakan bahwa di planet Mars terdapat jejak air dan hal ini mendorong mereka untuk percaya bahwa di planet tersebut terdapat kehidupan, karena sudah menjadi fakta ilmiah bahwa di mana ada air di situ ada kehidupan, seperti pada tubuh manusia misalnya, terdiri dari zat-zat air, logam dan semi-logam, dua sepertiga dari tubuh manusia tersusun dari unsur cairan !, dan sepertiga lainnya terdiri dari bahan kering yang keseluruhannya dapat ditemukan pada Tanah dan Air atau Tanah liat.

Dari Berbagai analisa tentang komponen tubuh manusia beserta elemen dasarnya, telah disimpulkan bahwa komponen utama dari tubuh manusia dua sepertiganya terdiri dari cairan !, hal tersebut mengingatkan kita kepada Firman-Nya: “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup” (Al-Anbiyaa: 30), Tapi bagaimana dengan komponen lainnya? Sesungguhnya selain cairan, Sisa Komponen lainya persis dengan unsur yang terkandung dalam tanah, di mana tubuh manusia terdiri dari zat karbon, klorin, sulfur, fosfor, kalsium dan zat besi…dan zat lainnya, yang serupa dengan kandungan yang terdapat pada tanah, maka hal ini menjadi bukti ilmiah bahwa Manusia diciptakan dari tanah.

Allah Swt menentang keraguan orang-orang yang tidak meyakini adanya kehidupan setelah kematian dengan fakta kebenaran penciptaan manusia dalam Firman-Nya: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah…” (Al-Hajj: 5), dengan bukti kebesaran-Nya dalam ciptaan- Nya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah..” (Ar-Rum: 20) Dan ketika air bertemu dengan tanah dan menjadi tanah liat Allah Swt berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu (cairan) saripati (berasal) dari tanah” (Al-Mu`minun: 12), dan kita mendapatkan ayat tentang penciptaan manusia dari air: “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air…” (Al-Furqon: 54).

Jadi dalam tubuh manusia terdapat dua pertiga dari unsur air yang menjadi komponen utama tubuh serta hampir sepertiga kandungan lainnya tersusun dari zat-zat tanah. Dan ayat-ayat  Alquran telah mengkonfirmasi fakta-fakta tesebut sejak 14 abad yang lalu.

Teori terbaru tentang Tanah

 

Semua Sabda yang dituturkan oleh baginda Rasulullah Saw merupakan Kebenaran yang berasal dari Allah Swt, tatkala berbagai penemuan-penemuan Ilmu pengetahuan Modern turut menjustifikasikan dan membenarkan tutur kata dari  Sebaik-baik Manusia yang bersumbarkan wahyu Ilahi, yang sama sekali belum diketahui dan terbayang dalam benak Manusia sebelumnya, disebebkan keterbatasan Ilmu dan Sarana mutakhir. Dan di antara keajaiban-keajaiban Ilmiah yang telah beliau sampaikan kepada Ummatnya, yaitu mengenai keistimewaan Tanah.

جعلت لي الأرض مسجداً وطَهوراً

“bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud (masjid) dan alat bersuci”(1)

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadist bahwa tanah merupakan unsur yang bersih (طهور), dan Allah Swt juga menerangkan bahwa Air yang turun dari langit merupakan cairan yang bersih, jika kita merenungkan kandungan Makna kata (طهور) dalam literature Arab, menunjukkan kepada sesuatu materi yang digunakna untuk bersuci atau membersikan sesuatu seperti yang dijelaskan dalam Kamus Mujam Muhith (2), maka (طهور) atau sesuatu yang dipakai untuk bersuci merupakan Isim Masdhar (dalam Kaedah bahsa Arab) yang berarti Sesuatu yang suci dan Mensucikan.

Beranjak dari Hadist- Hadist Rasulullah Saw, mungkin bisa dipahami bahwa tahan memiliki element yang steril dan dapat membasmi kuman (desinfektan).

Tetapi tahukah kita bagaimana pandangan terbaru para Ilmuwan seputar tanah yang terdapat di pelanet kita, apakah bertentangan dengan teori yang terdapat dalam ajaran Agama islam? Lanjutkan membaca


`The second Ice Age` dan Petunjuk Zaman di Bumi Arab

Zaman Semakin berputar mengikuti arus kelalaian manusia, terus berlalu secepat kemajuaan pembangunan yang mengubah wajah Dunia, menuju Nubuwat-nubuwat yang telah ditetapkan.

لِكُلِّ نبإٍ مُسْتَقَرٌّ, فَسَوفَ تَعْلَمُوْن

“Untuk setiap berita ( yang dibawah oleh Rasul-rasul) ada (Waktu) terjadinya dan kelak kamu akan akan mengetahui”. [Surat Al-Anaam : 67]

Hari Akhir atau Hari Kiamat merupakan sunnatullah yang digarikan oleh Sang Maha Kuasa yang wajib kita Imani, di mana kita percaya bahwa disana terdapat hukum sebab akibat dalam setiap peristiwa dan kejadiaan yang diskenariokan untuk seluruh ciptaanNya, begitu juga dengan tanda-tanda dan petunjuk yang telah diperlihatkanNya, sebelum menyingkap kebenaran Nubuwat-nubuwat Ilahi, agar manusia mempelajari dan menangkap sinyal Nubuwat yang telah dijanjikan oleh Allah dan RasulNya.

Sesungguhnya perubahan ekstim cuaca yang sedang dilamai Planet kita merupakan permasalahan global serius dan gawat, bahkan lingkungan, tumbuhan dan hewan-hewan ikut menerima efek negative yang dihasilkan Perubahan drastis ini, tetapi tidakah kita menggap bahwa fenomena ini bukan sekedar ancaman klimatologi yang mencemaskan banyak Ilmuwan ahli ilmu cuaca dan oseanologi (kelautan) hingga sempat didokumentasikan dalam salah satu filem Hollywood ?!, atau adahkah sesekali merenungkan bahwa perubahan alam ini merupakan salah satu sinyal yang sangat releva dengan informasi yang diabadikan selama lebih dari seribu empat ratus lebih yang lalu, petunjuk Zaman dari Allah SWT yang disampaikan lewat lisan Rasulullah SAW:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ ” لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ …حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا “

Kiamat tidak akan terjadi….sampai dataran Arab kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai” (HR. Muslim)

Beranjak dari Teori-teori para Ilmuwan, berbagai bukti Ilmiah dan isu-isu politik Dunia yang akan diulas dalam pembahsan sangat singkat ini, penulis berusaha meramu kesimpulan dari setiap aspek masing-masing hingga mengkaitkan pristiwa-pristiwa Akhir Zaman yang kelak akan dilalui Ummat Manusia.

Benua Atlantik Utara dan The Great ocean conveyor belt

 

Dalam dekade terakhir ini, isu pemanasan global telah banyak menguras perhatian para Ilmuwan klimatologi yang dari waktu ke waktu semakin memprihatinkan. Pemicu timbulnya pemanasan global dikarenakan adanya karbon dioksida dengan jumlah yang sangat besar di atmosfer serta adanya gas-gas lain bereaksi yang menyebabkan lubang di lapisan ozon, fenomena ini sudah mulai dua dekade yang lalu di mana berdampak pada daerah es yang terletak di Arktik wilayah benua Atlantik Utara, hal tersebut telah terdokumentasikan secara ilmiah.

esFoto ini menunjukkan penurunan es dalam beberapa tahun terakhir

 

2penurunan es secara berangsur menurut urutan tahun.

Pencairan es tersebut berdampak negatif pada iklim wilayah Atlantik Utara karena berakibat meningkatkan proporsi air tawar dan mengurangi jumlah kadar air asin pada Samudera Atlantik, seperti yang terjadi di Selat Denmark dan Laut Labrador.

diagramDiagram yang menunjukkan penurunan kadar keasinan air Laut.

Penurunan jumlah es menyebabkan perluasan wilayah Laut, dan hal itu akan mengundang terjadinya proses penguapan secara besar-besaran, yang akan Lanjutkan membaca


Keajiban Mukjizat Sabda Nabi: jika Sperma telah berumur 42 Malam.

 

 

gambar yang kami peroleh ketika Embrio mulai berevolusi sejak berumur 42 hari, dan bagaimanakah keterkaitan sebuah hadist dengan kebenaran Ilmiah..

Para Penyangkal berkali-kali mengingkari Hadist Rasulullah Saw seperti dalam sabdanya:

(إذا مر بالنطفة ثنتان وأربعون ليلة بعث الله إليها ملكاً فصوًّرها وخلق سمعها وبصرها وجلدها ولحمها وعظمها) [رواه مسلم: 6896]

” Jika Sperma (Air Mani) telah berumur 42 malam, Allah Swt mengutus Malaikat untuk membentuknya kemudian memberikannya pendengaran, penglihatan, kulit, daging ,dan Tulang-belulang” (H.R Muslim: 6896), dan mereka berkata bahwa Hadis ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengetahuan Modren dan tahapan-tahapan perkembangan Embrio.

Akan tetapi Ilmu pengetahuan pasti akan terus-menerus berkembang hingga akhirnya memperlihatkan kepada kita  fakta-fakta Mutakhir. Dan jika kita merenungkan hasil dari penelitiaan  Embrio saat ini, serta mengkaji lagi tahapan-tahapan yang telah disampaikan oleh Rasulullah Saw dalam Sabdanya, tentang Embrio ketika berumur 42 hari, mungkin kesimpulan Apakah yang akan kita peroleh? Dan mengapa Nabi Muhammad Saw yang lebih mengkhususkan angka 42 sebagai Umur Embrio?, makna apakah yang terdapat dari perkembangan embrio pada kandungan ibu?

Kami akan memperlihatkan Rangkaian ilustrasi berserta uraiannya yang memperlihatkan proses tahapan perkembangan Embrio dan lebih terfokus lagi pada minggu kelima, keenam, dan ketujuh, kemudian kembali meninjau ulang agar kita bisa menyaksikan kesesuaian yang utuh antara keagunggan teks Hadist dan perkataan para Ilmuwan-ilmuwan Modern.

Setelah melalui berbagai proses tahapan sejak masih berbentuk sperma hingga berevolusi menjadi Embrio pada minggu keenam (42 Hari), maka kami menyimpulkan bahwa Embrio tidak akan terbentuk (wujud manusia) setelah melalui 42 malam, dan jauh-jauh sebelumnya Rasulullah Saw telah menerangkan secara gambalang lewat Sabda agungnya mengenai Hal ini !, coba kita perhatikan Bagaimana proses berkembangan Sperma hingga menjadi Embrio yang belum berbentuk manusia, kemudian berubah menjadi segumpal darah yang belum tampak darinya wujud manusia, lalu berbentuk gumpalan daging yang juga belum memperlihatkan kejelasan betuk  manusia, dan pada umur 42 harilah tahapan evolusi ini akan membuahkan bentuk struktur tubuh manusia yang jelas dan terus berkesinambungan hingga memasuki tahapan persalinan, Maka maha suci Allah dengan segala kebesaranNya! Lanjutkan membaca


%d blogger menyukai ini: