Category Archives: Mukjizat Ilmiah Al-Quan & As-sunnah

PEMBODOHAN GLOBAL (Pemanasan VS Pendinginan Global )

Oleh: Khairul Amri Hatta

Beberap abad silam, sebuah “Teori” yang berawal dari ketidak jelasan telah membodohi Manusia untuk memperaktekkan tidakan kebengisan yang menelan korban jutaan jiwa manusia, mengundang sejumlah peristiwa paling berdarah dalam sejarah humanitas.

Nazisme, Rasisme, Fasisme, Komunisme, Liberalisme dan Kapitalisme adalah beberapa contoh motivasi ideologi meledaknya peperangan dunia kemarin. Akan tetapi banyak tidak menyangka bahkan tidak percaya jika teori tersebut sengaja dijadikan sebagai ‘Rujukan Ilmaih’ berkedok sains agar memberi jalan bagi ideologi pendukunnya serta meyakinkan para penganutnya dalam melancarkan tindakan anarkis politis.

Teori tersebut akrab dengan sebutan teori Darwin atau Darwinisme yang dipopulerkan oleh seorang biologiwan amatir Charles Darwin. Pada awal kemunculanya, teori ini hanyalah sebatas ”asumsi”, namun terdapat beberapa bukti ilmiah yang sanggup mendukung teori tersebut sehingga asumsi itu dapat diterima. Akan tetapi di masa sekarang, dengan berkembanganya teknologi dan ilmu pengetahuan, Fisika, Biologi, yang telah melahirkan cabang-cabang ilmu seperi Genetika, Mikrobilogi, Biokimia, dll, sehingga mengantarkan manusia kepada pembuktian bahwa teori ini hanya sekedar isapan jempol alias teori palsu, yang terkenal dengan gagasan atheisme dan materialismn yang mengingkari keberadaan Tuhan Sang Maha Pencipta.

Teori ini mengklaim bahwa adanya proses ”seleksi alam”, perkembangan makhluk hidup dipengaruhi oleh perjuangan untuk mempertahankan hidup di alam, dimana terdapat faktor eliminasi yang dapat menyingkirkanmakhluk yang lemah, dan yang kuat tetap lestari. Sebuah perseteruan dimenangkan oleh yang terkuat, yang lemah akan kalah dan punah. Karena alasan inilah teori Darwin mendapatkan dukungan dari kalangan yang berkuasa. Bahkan pada awal-awal sejak teori tersebut baru saja didengar, langsung mendapat sambutan hangat di negeri-negeri Barat secara umum, terkhusus lagi bagi Kaum imperialis dan kapitalis. Darwinisme bersama ideologi-ideologi tersebut telah mendoktrin manusia-manusia manjadi buas, melahirkan pertikaian yang membawa bencana, penderitaan, pembantaian, kemiskinan, dan kerusakan dahsyat.

Terlepas dari sejarah panjang teori tersebut, yang menarik dan penting untuk diketahui adalah: Mengapa konsep ilmiah yang tidak absah secara ilmiah itu sangat menarik untuk dijadikan rujukan pembenaran ilmiah oleh para penganut ideologi tertentu ?

kenapa begitu banyak para ilmuwan, politikus, dan pemikir ( baik yang menyadari sisi gelap Darwinisme ataupun tidak, dari dulu hingga sekarang) termotivasi untuk mendakwahkan hipotesa yang masih bersifat kontravesri itu ? seakan hal itu seperti sebuah keyakinan yang wajib diimani.

Kemudian arus laju teori ini dengan capat merambah ke dalam kehidupan sosial manusia sampai ke masalah sejarah, hingga sekarang sejumlah buku-buku karangan, media-media pemberitaan hingga perfileman masih menjajahkan teori ini. Dan sangat disayangkan sebagian pemerintahan di sejumlah negara masih menghalalkan penyebaran Darwinsme di bangku-bangku sekolahan hingga saat ini, tanpa membeberkan kekejaman sejarah kemanusiaan yang ditimbulkan dari teori berbahaya tersebut.

Akan tetapi, bila ditelusuri dan dipelajari lebih lanjut di balik spirit ilmiah tersebarnya Darwinisme sejak awal, kita akan sampai pada fakta bahwa semuanya berawal dari bentuk perlawana para ilmuwan terhadap doktrin-doktrin gereja, dan pihak-pihak agamawan. Pada masa konflik antara gereja, banyak diantara ilmuwan yang dibunuh dan disiksa oleh pihak gereja, maka dengan teori tersebut kerap kali dijadikan kambing hitam sebagai sesuatu yang ”bersifat ilmiah” yang mendorong mereka mengingkari keberadaan Tuhan. Selain itu, pelestarian Darwinisme juga dipicu dengan motif para kaum penjajah untuk berlomba-lomba merebut dan menguasai wilayah-wilayah bangsa yang lemah, hingga meletusnya era kolonisme, lalu tersebarlah paham tersebut dengan label ”pengetahuan ilmiah” agar mempermudah penerimaannya oleh para masyarakat jajahan.

Beranjak dari teori yang juga menghadirkan klaim bahwa bangsa kulit putih (Eropa) merupakan ras-ras terpilih. Sementara ras Asia dan Afrika telah tertinggal dalam perjuangan untuk mempertahankan hidup, dan tidak lama lagi akan mengalami kekalahan dalam bertahan hidup dan kemudian musnah. Dengan gagasan ini, para penganut Darwinisme terinspirasi untuk membangkitkan kembali paham-paham sesat lainya, seperti sebuah teori yang muncul di pertengahan awal abad ke-20, yang juga sangat terkenal dan didukung oleh banyak pihak, diantaranya berbagai yayasan internasional, perguruan-perguruan tinggi, tokoh-tokoh terkenal mulai dari presiden, ilmuwan, dokter, tokoh masyarakat, para penulis, begitu juga dengan media-media massa yang begitu gencar mengindahkannya.

Basis tujuan konsep teori ini antara lain “memperbaiki” ras manusia dengan memperbanyak jumlah individu sehat, dan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat. Seperti halnya pada hewan jenis unggul dapat dibiakkan dengan mengawinkan induk-induk hewan yang sehat. Beranjak dari teori ini, maka ras manusia pun dapat diperbaiki melalui cara yang sama. Menurut teori ini, dunia membutuhkan semacam kumpulan gen manusia unggulan yang akan menyelamatkan peradaban manusia dari kehancuran.

Margaret Sanger, seorang penganjur teori ini dengan arogant menyatakan, “Memelihara sampah masyarakat dengan mengorbankan manusia yang berguna adalah kekejaman. Perbuatan apa yang lebih biadab selain mewariskan orang-orang dungu itu kepada generasi penerus kita?”

Gagasan itu tidak lain adalah teori Eugenika, pertama kali dilontarkan oleh Francis Galton, ilmuwan terhormat Inggris, yang merupakan sepupu Charles Darwin. Sekali lagi isu yang sifatnya masih dugaan itu ternyata ditanggapi secara luar biasa dikalangan para pemimpin dunia, tokoh-tokoh terkenal, dan para ilmuwan pemenang Nobel, terlebih lagi di kalangan orang-orang Amerika, terlihat ketika teori itu pertama kali dilontarkan, lembaga-lembaga seperti Asosiasi Kedokteran Amerika, Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional, serta Dewan Riset Nasional (ketiganya lembaga profesi dan keilmuwan yang terhormat di Amerika) mendukung dan mempercayai teori itu, lalu menjadikan landasan hukum yang sah.

Tidak berhenti di Amerika, dukungan berdatangan dari negara-negara lain, termasuk Jerman. Pada akhirnya, pusat riset penelitiannya kemudian dipindahkan ke Jerman. Dan setelah teori Eugenika berpangkal di sana… singkat ceritanya terjadilah teragedi berdarah yang paling mengerikan dalam sejarah.

Sebagai manusia yang hidup di masa sekarang, mungkin di antara kita ada yang tercengang atau bahkan menertawakan teori yang aneh dan konyol semacam ini.

Kita pun tahu dengan pasti bahwa teori yang pernah disambut manis oleh masyarakat dunia ini, hanya sebatas spekulati palsu, seperti halnya Darwinisme. Tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa sejarah mencatat teori ini telah merepotkan dunia selama hampir setengah abad dengan berbagai macam riset, pembuatan produk hukum, sekaligus riuhnya pro-kontra atas isu tersebut.

Mayoritas masyarakat pada masa itu mempercayai isu tersebut, sedangkan orang-orang yang mencoba menentangnya dari golongan minoritas akan mendapat cibiran dan diberi label sebagai orang primitif, kolot, pandir, dll. Lumuran darah jutaan korban pembantaian ummat manusia, telah menjadi bukti nyata catatan gelap sejarah di balik kesetatan teori eugentika, kebohongan besar teori ini telah menimbulkan pembantaian terbesar sepanjang zaman. Perang Dunia II adalah salah satu contoh konkrik dari penyalah gunaan eugenika yang didasari dengan “ideologi pemurnian ras unggul ” atau pemusnahan“ras rendah”, sebuah realitas yang sengaja “disamarkan” oleh sejarah dari mata kita.

Setelah terjadinya peristiwa pembantaian besar-besaran itu, masyarakat Dunia pun mulai menyadari hakekat ilmiah dari kesesatan teori eugenika, Orang-orang yang berada di barisan utama dalam kampanyekan teori ini segera bersembunyi dan tidak lagi membahasnya. Begitu juga media massa yang dahulu aktif meneriakkan isu ini, itu tiba-tiba mengalami lupa ingatan. Jutaan orang yang tewas akibat teori tak berdasar itu telah menjadi aib yang amat memalukan dalam sejarah umat manusia, dan tidak ada satu orang pun yang mau dikait-kaitkan dengan teori itu.

Serupa dengan isu Darwinisme, ternyata di balik dukungan teori eugenika tersimpan motif-motif kepentingan tertentu, para pendukung berupaya menyelaraskan teori ini dengan ideolog-ideolgi  mereka, demi melancarkan sejumlah program politik yang berkedok “penelitian ilmiah” dan agar memperoleh aliran dana yang sangat besar dari para sponsor dan yayasan-yayasan tertentu, sekaligus mendapat sebuah “pembenaran ilmiah” untuk menunjukkan bahwa peperangan, penjajahan, dan pembantaian yang mereka lancarkanadalah sebuah kebenaran.

Dan yang paling menyedihkan dari kedua kasus teori Darwini dan Eugenika, bahwa saat itu semua pergerakan-pergerakan yang terinspirasi dari gagasan yang sebenarnya tidak memiliki dasar ilmiah jelas ini, nyaris tidak ada satu pun arus kekuatan (dari kalangan penguasa, politikus, ilmuwan, dll ) yang menetang dan membantah isu tersebut. Pada waktu itu hampir seluruh dunia berkiblat pada teori tersebut sehingga orang-orang yang mencoba menentang akan dianggap orang aneh.

Akan tatapi, yang paling mengerikan dari semua hal tersebut, bahwa ternyata di era kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini, sebuah “pembodohan ilmiah” serupa dengan skandal sains diatas, sedang dihadapi oleh masyarakat dunia saat ini. Sebuah isu tentang fenomena alam global yang berpijak pada kesimpulan ilmiah yang kontradiktif, dan hal serupa sekali lagi terulang, arus dukungan dari para pemimpin dunia, tokoh-tokoh terkenal, para ilmuwan, universitas-universitas, yayasan-yayasan internasional, media massa, hingga para aktivis sosial, mengalir sangat deras membiayai berbagai gerakan yang mendukung sebuah isu lingkungan yang kedengarannya sangat mulia, namun pada hakekatnya menyembunyikan agenda busuk dari berbagai oknum tertentu yang terus mempropagandakannya meski harus mengahalakan berbagi cara.

Hingga hari ini, isu tersebut kerap disajikan di bangku sekolahan, mulai dari SD sampai ke jenjang perguruan tinggi, dan lagi-lagi, orang yang mencoba menentangnya akan dianggap aneh, kolot, tolol, bahkan menerima tekanan. Isu ini sangat akrab ditelinga kita, yang sering disebut dengan istilah Global Warming atau isu pemanasan global.

Apakah benar planet Bumi yang kita tempati ini benar-benar sedang mengalami pemanasan ataukah sebalikinya ? yaitu Pendinginan  Global ?!!

Agar pembahasan lebih sitematis, tidak membingungkan, maka terlebih dahulu kita fokuskan pembahasan mengenai fenomena iklim di belahan Bumi timur tengah, atau zona geografis negara-negara Arab alias daratan Arab saat ini.

Kenapa harus berpatokan kepada daratan Arab?

Jawabanya karena ancaman perubahan iklim global yang diyakini oleh para Ilmuwan klimatologi ini, akan mengundang kekacauaan dan peperagan dimasa mendatang disebabkan faktor upaya untuk bertahan Hidup, memperoleh sumber energi dan pangan… di saat ancaman “Pendinginan” membekukan hampir separuh bagian Bumi, yang akan mengubah perpetaan Dunia (topografi) serta geopolitik.

Dan hal itu semua sangat berkaitan sekali dengan sabda baginda Rasulullah SAW dalam Hadsitnya yang berbunyi:

َلا تَقُومُ السَّاعَةُ… حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

“Tidak akan terjadi hari kiamat…hingga danah Arab kembali dipenuhi tetumbuhan dan sungai-sungai.” (HR. Muslim)

BERSAMBUNG…

Iklan

`The second Ice Age` dan Petunjuk Zaman di Bumi Arab 2

Pada tulisan sebelumnya, kita telah sampai pada kesimpulan bahwa di Atlantik Utara akan menjadi daerah paling dingin di permukaan Bumi, kemudian tumpukan es salju perlahan-lahan akan menyebar menutupi berbagai wilayah yang telah disebutkan, dan hal itu berupakan awal mulanya Zaman es kedua dimuali.

Adapun  kondis di wilayah tengah yang akan menjadi pokok pembahasan kali ini, mencangkup wilayah laut Maroko dan Mauritania bagian Barat dan selatan, hingga ke garis khatulistiwa, dan juga di Samudera Hindia selatan Semenanjung Arab,  akan dilanda dengan penguapan besar-besaran hingga dikarenakan faktor-faktor  yang telah diketahui, hingga menyebabkan curah hujan terus bertambah. Seperi yang terjadi pada perubahan ekstrim cuaca yang menyebabkan banjir bandang dan turunnya salju di beberapa negeri Arab, merupakan simbol permulaan era yang dijanjikan oleh Baginda Saw dalam sabdanya:

“Kiamat tidak akan terjadi….sampai dataran Arab kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai” (HR. Muslim)

Daratan Arab (أرض العرب)

Dalam mengategorikan wilayah atau Negara-negara yang dimasukud dengan `Daratan Arab` dalam Hadist tersebut, terdapat diskusi historis dan geografis yang panjang lebar di kalangan Ulama, yang dapat disimpulkan dalam dua point penting:

1. secara history daratan atau jazirah Arab terdiri dari Yaman, Hijaz, Najed, Tihamah, dan Al-`Aruud atau terdiri dari Negara Saudi, Yaman, keseluruhan negara-negara Arab teluk (Kuwait, Qotar, Bahrain, Emirate), hingga ke Iraq. Maka negeri Syam tidak termasuk Jazirah Arab, adapun Iraq terdapat perbedaan pendapat dalam menggologkannya.

2.  Daratan Arab ialah Negara-negara yang dihuni oleh Bangsa Arab pada waktu terjadinya Nubawat tersebut, jika berpegang dengan pendapat ini maka Negeri Syam ( Palestin, Suriya, Libanon, dan Urdun), Mesir, Tunis, Libiya termasuk dalam jazirah Arab.

Kalau kita merenungkan kembali istilah `Daratan Arab`, yang jika diartikan ke bahasa Inggris menjadi ` Arabland`, label ini akan mengingatkan kita dengan penamaan: Scotland, Ireland, Switzerland, Holand, Poland, Finland, Iceland, Greenland, Deutschland, New Zealand, Netherlands….

Maka pengistilahan popular yang dipakai sebagian Negara pada era modern ini selaras dengan pengistilahan baginda Rasulullah Saw, di mana pada dasarnya kata Ireland atau Eire-land bermakna Daratan milik orang-orang Eire, yang konotasinya akan berberda jika dinamakan orang itu berkebangsaan Irlandia, sama dengan Scotland yang berarti `The land of the Scots`. jika seluruh wilayah dipermukaan Bumi ini masing-masing memakai pengistilahan yang sama, maka akan terjadi pembagian Negara dan wilayah berdasarkan bangsa penduduk penghuni setempat.

Demikian terminologi yang digunakan baginda, dalam mereflesikan sebuah wilayah berdasarkan penduduk yang mendiami suatu daerah, maka daratan Arab atau Arabland (The land of Arabs) mencangkup wilayah yang terbentang antara pantai Afrika Samudera Atlantik barat hingga ke pantai teluk Arab di timur. Terlepas dari fakta pembagian masing-masing benua, daratan Arab sebagiannya berada di benua Asia dan sebagiannya di benua Afrika yang merupakan wilayah-wilayah yang mengalami perubahan ekstim cuaca disebabkan kongesti temperature lautan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Apa pun pengistilahan yang sering kita dengar, sering digunakan oleh  Barat, terutama negara kolonis Inggris dengan sebutan: “Timur Tengah ” Atau ” Timur Tengah Raya ” Atau ” Timur Tengah dan Afrika Utara ” Atau ” Alam Arab …..” merupakan terminology keliru yang tidak komprehensif.

Kembalinya tanah Arab dan penemuan ilmiah.

Dari bagian Hadist yang berbunyi: “… dataran Arab kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai.”

Di bagian ini Kita akan fokus kepada subtansi kata `Kembali`, di mana kata ini mewakili pertanyaan mendasar yaitu apakah daratan Arab dahulu berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai?, melalui ulasan-ulasan fakta  ilmiah, kita akan menyaksikan hakekat kebenaran dari makna kata ini tanpa mengabaikan bagian “Kiamat tidak akan terjadi…” karena akan disinggung pada akhir pembahasan.

Sesungguhnya dalam setiap kata dari untaian kata-kata baginda Saw tersebut menyimpan informasi-informasi masa lalu dan masa depan, yang masing-masing dari kita harus berhenti sejenak merenungkan, mempelajari, dan mengakaitkan fakta-fakta yang terbentang di depan mata kita:

1. Kekayaan Alam Tanah Arab    

Negeri terbanyak penghasil sumber energy paling utama dan yang sangat dibutuhkan ummat Manusia, sebagian besar  berasal dari Negara-negara Arab Pengekspor Minyak atu  OAPEC, tetapi perlu diketahui bahwa sumber  kekayaan alam ini berasal dari sisa-sisa bangkai binatang dan tumbuh yang terkubur dalam perut Bumi selama ribuan tahun lalu, hal tersebut telah terbukti dengan ditemukannya fosil-fosil tumbuhan dan binatang purba di beberapa wilayah Arab, seperti dalam observasi yang diselenggarakan oleh tim Geological Survei di perempat gurung pasir di Semenanjung Arab, terletak di antara empat negara Arab yaitu Saudi, Emirat, Oman, dan Yaman, di mana para ilmuwan menemukan lebih dari tiga puluh tujuh spesies organisme yang dahulu hidup di sana.

jaringan k

Tulisan-tulisan kuno yang terdapat di wilayah Najran di Arab Saudi menunjukkan bahwa daerah gurun ini sebelumnya terdapat  peradaban yang kaya dan berbagai hidup, tidak seperti padang tandus yang kita saksikan hari ini, Daily Mail Inggris Referensi 2012.

2

Profesor Petraglia tengah melakukan penggalian bawah gurun pasir untuk mengetahui penyebab keberadaan kehidupan di daerah ini pada ribuan tahun silam serta alasan mengapa kehidupan tersebut bisa lenyap lalu berganti menjadi daerah padang pasir gersang setelah sebelumnya memililiki kekayaan sumber air, populasi Manusia dan hewan. Referensi: Oxford University Press, 2012

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa padang pasir yang berada di Afrika Tengah (selatan Libya, Aljazair dan Mesir) juga pernah ditutupi dengan padang rumput, sungai, tanaman , hutan dan padang rumput !, seperti yang di ungkapkan salah seorang peneliti dari University of Chicago bersama dengan anggota tim National Geographic sewaktu Lanjutkan membaca


Manusia diciptakan dari tanah?, pandangan terbaru Ilmuwan tentang tanah.

Oleh: Khairul Amri Hatta

soil_052520

Hingga sekarang sebagian ilmuwan mengatakan bahwa di planet Mars terdapat jejak air dan hal ini mendorong mereka untuk percaya bahwa di planet tersebut terdapat kehidupan, karena sudah menjadi fakta ilmiah bahwa di mana ada air di situ ada kehidupan, seperti pada tubuh manusia misalnya, terdiri dari zat-zat air, logam dan semi-logam, dua sepertiga dari tubuh manusia tersusun dari unsur cairan !, dan sepertiga lainnya terdiri dari bahan kering yang keseluruhannya dapat ditemukan pada Tanah dan Air atau Tanah liat.

Dari Berbagai analisa tentang komponen tubuh manusia beserta elemen dasarnya, telah disimpulkan bahwa komponen utama dari tubuh manusia dua sepertiganya terdiri dari cairan !, hal tersebut mengingatkan kita kepada Firman-Nya: “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup” (Al-Anbiyaa: 30), Tapi bagaimana dengan komponen lainnya? Sesungguhnya selain cairan, Sisa Komponen lainya persis dengan unsur yang terkandung dalam tanah, di mana tubuh manusia terdiri dari zat karbon, klorin, sulfur, fosfor, kalsium dan zat besi…dan zat lainnya, yang serupa dengan kandungan yang terdapat pada tanah, maka hal ini menjadi bukti ilmiah bahwa Manusia diciptakan dari tanah.

Allah Swt menentang keraguan orang-orang yang tidak meyakini adanya kehidupan setelah kematian dengan fakta kebenaran penciptaan manusia dalam Firman-Nya: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah…” (Al-Hajj: 5), dengan bukti kebesaran-Nya dalam ciptaan- Nya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah..” (Ar-Rum: 20) Dan ketika air bertemu dengan tanah dan menjadi tanah liat Allah Swt berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu (cairan) saripati (berasal) dari tanah” (Al-Mu`minun: 12), dan kita mendapatkan ayat tentang penciptaan manusia dari air: “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air…” (Al-Furqon: 54).

Jadi dalam tubuh manusia terdapat dua pertiga dari unsur air yang menjadi komponen utama tubuh serta hampir sepertiga kandungan lainnya tersusun dari zat-zat tanah. Dan ayat-ayat  Alquran telah mengkonfirmasi fakta-fakta tesebut sejak 14 abad yang lalu.

Teori terbaru tentang Tanah

 

Semua Sabda yang dituturkan oleh baginda Rasulullah Saw merupakan Kebenaran yang berasal dari Allah Swt, tatkala berbagai penemuan-penemuan Ilmu pengetahuan Modern turut menjustifikasikan dan membenarkan tutur kata dari  Sebaik-baik Manusia yang bersumbarkan wahyu Ilahi, yang sama sekali belum diketahui dan terbayang dalam benak Manusia sebelumnya, disebebkan keterbatasan Ilmu dan Sarana mutakhir. Dan di antara keajaiban-keajaiban Ilmiah yang telah beliau sampaikan kepada Ummatnya, yaitu mengenai keistimewaan Tanah.

جعلت لي الأرض مسجداً وطَهوراً

“bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud (masjid) dan alat bersuci”(1)

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadist bahwa tanah merupakan unsur yang bersih (طهور), dan Allah Swt juga menerangkan bahwa Air yang turun dari langit merupakan cairan yang bersih, jika kita merenungkan kandungan Makna kata (طهور) dalam literature Arab, menunjukkan kepada sesuatu materi yang digunakna untuk bersuci atau membersikan sesuatu seperti yang dijelaskan dalam Kamus Mujam Muhith (2), maka (طهور) atau sesuatu yang dipakai untuk bersuci merupakan Isim Masdhar (dalam Kaedah bahsa Arab) yang berarti Sesuatu yang suci dan Mensucikan.

Beranjak dari Hadist- Hadist Rasulullah Saw, mungkin bisa dipahami bahwa tahan memiliki element yang steril dan dapat membasmi kuman (desinfektan).

Tetapi tahukah kita bagaimana pandangan terbaru para Ilmuwan seputar tanah yang terdapat di pelanet kita, apakah bertentangan dengan teori yang terdapat dalam ajaran Agama islam? Lanjutkan membaca


`The second Ice Age` dan Petunjuk Zaman di Bumi Arab

Zaman Semakin berputar mengikuti arus kelalaian manusia, terus berlalu secepat kemajuaan pembangunan yang mengubah wajah Dunia, menuju Nubuwat-nubuwat yang telah ditetapkan.

لِكُلِّ نبإٍ مُسْتَقَرٌّ, فَسَوفَ تَعْلَمُوْن

“Untuk setiap berita ( yang dibawah oleh Rasul-rasul) ada (Waktu) terjadinya dan kelak kamu akan akan mengetahui”. [Surat Al-Anaam : 67]

Hari Akhir atau Hari Kiamat merupakan sunnatullah yang digarikan oleh Sang Maha Kuasa yang wajib kita Imani, di mana kita percaya bahwa disana terdapat hukum sebab akibat dalam setiap peristiwa dan kejadiaan yang diskenariokan untuk seluruh ciptaanNya, begitu juga dengan tanda-tanda dan petunjuk yang telah diperlihatkanNya, sebelum menyingkap kebenaran Nubuwat-nubuwat Ilahi, agar manusia mempelajari dan menangkap sinyal Nubuwat yang telah dijanjikan oleh Allah dan RasulNya.

Sesungguhnya perubahan ekstim cuaca yang sedang dilamai Planet kita merupakan permasalahan global serius dan gawat, bahkan lingkungan, tumbuhan dan hewan-hewan ikut menerima efek negative yang dihasilkan Perubahan drastis ini, tetapi tidakah kita menggap bahwa fenomena ini bukan sekedar ancaman klimatologi yang mencemaskan banyak Ilmuwan ahli ilmu cuaca dan oseanologi (kelautan) hingga sempat didokumentasikan dalam salah satu filem Hollywood ?!, atau adahkah sesekali merenungkan bahwa perubahan alam ini merupakan salah satu sinyal yang sangat releva dengan informasi yang diabadikan selama lebih dari seribu empat ratus lebih yang lalu, petunjuk Zaman dari Allah SWT yang disampaikan lewat lisan Rasulullah SAW:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ ” لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ …حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا “

Kiamat tidak akan terjadi….sampai dataran Arab kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai” (HR. Muslim)

Beranjak dari Teori-teori para Ilmuwan, berbagai bukti Ilmiah dan isu-isu politik Dunia yang akan diulas dalam pembahsan sangat singkat ini, penulis berusaha meramu kesimpulan dari setiap aspek masing-masing hingga mengkaitkan pristiwa-pristiwa Akhir Zaman yang kelak akan dilalui Ummat Manusia.

Benua Atlantik Utara dan The Great ocean conveyor belt

 

Dalam dekade terakhir ini, isu pemanasan global telah banyak menguras perhatian para Ilmuwan klimatologi yang dari waktu ke waktu semakin memprihatinkan. Pemicu timbulnya pemanasan global dikarenakan adanya karbon dioksida dengan jumlah yang sangat besar di atmosfer serta adanya gas-gas lain bereaksi yang menyebabkan lubang di lapisan ozon, fenomena ini sudah mulai dua dekade yang lalu di mana berdampak pada daerah es yang terletak di Arktik wilayah benua Atlantik Utara, hal tersebut telah terdokumentasikan secara ilmiah.

esFoto ini menunjukkan penurunan es dalam beberapa tahun terakhir

 

2penurunan es secara berangsur menurut urutan tahun.

Pencairan es tersebut berdampak negatif pada iklim wilayah Atlantik Utara karena berakibat meningkatkan proporsi air tawar dan mengurangi jumlah kadar air asin pada Samudera Atlantik, seperti yang terjadi di Selat Denmark dan Laut Labrador.

diagramDiagram yang menunjukkan penurunan kadar keasinan air Laut.

Penurunan jumlah es menyebabkan perluasan wilayah Laut, dan hal itu akan mengundang terjadinya proses penguapan secara besar-besaran, yang akan Lanjutkan membaca


Keajiban Mukjizat Sabda Nabi: jika Sperma telah berumur 42 Malam.

 

 

gambar yang kami peroleh ketika Embrio mulai berevolusi sejak berumur 42 hari, dan bagaimanakah keterkaitan sebuah hadist dengan kebenaran Ilmiah..

Para Penyangkal berkali-kali mengingkari Hadist Rasulullah Saw seperti dalam sabdanya:

(إذا مر بالنطفة ثنتان وأربعون ليلة بعث الله إليها ملكاً فصوًّرها وخلق سمعها وبصرها وجلدها ولحمها وعظمها) [رواه مسلم: 6896]

” Jika Sperma (Air Mani) telah berumur 42 malam, Allah Swt mengutus Malaikat untuk membentuknya kemudian memberikannya pendengaran, penglihatan, kulit, daging ,dan Tulang-belulang” (H.R Muslim: 6896), dan mereka berkata bahwa Hadis ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengetahuan Modren dan tahapan-tahapan perkembangan Embrio.

Akan tetapi Ilmu pengetahuan pasti akan terus-menerus berkembang hingga akhirnya memperlihatkan kepada kita  fakta-fakta Mutakhir. Dan jika kita merenungkan hasil dari penelitiaan  Embrio saat ini, serta mengkaji lagi tahapan-tahapan yang telah disampaikan oleh Rasulullah Saw dalam Sabdanya, tentang Embrio ketika berumur 42 hari, mungkin kesimpulan Apakah yang akan kita peroleh? Dan mengapa Nabi Muhammad Saw yang lebih mengkhususkan angka 42 sebagai Umur Embrio?, makna apakah yang terdapat dari perkembangan embrio pada kandungan ibu?

Kami akan memperlihatkan Rangkaian ilustrasi berserta uraiannya yang memperlihatkan proses tahapan perkembangan Embrio dan lebih terfokus lagi pada minggu kelima, keenam, dan ketujuh, kemudian kembali meninjau ulang agar kita bisa menyaksikan kesesuaian yang utuh antara keagunggan teks Hadist dan perkataan para Ilmuwan-ilmuwan Modern.

Setelah melalui berbagai proses tahapan sejak masih berbentuk sperma hingga berevolusi menjadi Embrio pada minggu keenam (42 Hari), maka kami menyimpulkan bahwa Embrio tidak akan terbentuk (wujud manusia) setelah melalui 42 malam, dan jauh-jauh sebelumnya Rasulullah Saw telah menerangkan secara gambalang lewat Sabda agungnya mengenai Hal ini !, coba kita perhatikan Bagaimana proses berkembangan Sperma hingga menjadi Embrio yang belum berbentuk manusia, kemudian berubah menjadi segumpal darah yang belum tampak darinya wujud manusia, lalu berbentuk gumpalan daging yang juga belum memperlihatkan kejelasan betuk  manusia, dan pada umur 42 harilah tahapan evolusi ini akan membuahkan bentuk struktur tubuh manusia yang jelas dan terus berkesinambungan hingga memasuki tahapan persalinan, Maka maha suci Allah dengan segala kebesaranNya! Lanjutkan membaca


Embryologi dalam Quran dan Sunnah. Bag 6 (perkembangan Bayi)

By: Khairul Amri Hatta

Krakteristik Manusia pada Embrio muncul pada minggu ke-8, ketika tulang-belulang terbungkus oleh Daging (otot) yang ditutupi oleh kulit, yang menjadikan angota-angota tubuh tampak jelas dan mulai berkerja.

Tahapan orginasi Manusia (Bayi) atau نشأة dimulai pada minggu ke-9 yang akan mengalami tingkat pertumbuhan yang sangat lambat awal minggu kedua belas, dan setelah itu akan memasuki tahapan baru pertumbuhan yang pesat dan perubahan besar.

صورة جديدة

Gambaran pengukuran pertumbuhan Embrio yang telah berbentuk Manusia atau Bayi selama dalam tahapan perkembangan. Perhatikan bahwa terjadi  pertumbuhan yang sangat cepat dari minggu kedua belas sampai selesainya masa kehamilan (38 minggu). Permission from Moore, K.L . The Developing Human , Clinically Oriented Embryology 4th ed., Philadelphia, Saunders 1988 .

 

Mengenai perkembangan tersebut Al-Quran telah menyinggung hal tersebut dalam Firman-Nya:

لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ

“…Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.” (Al-Muminun: 14)

Lanjutkan membaca


Embryologi dalam Quran dan Sunnah. Bag 5 ( pembungkusan tulang dengan daging)

By: Khairul Amri Hatta

Pada akhir abad kesembilan belas, berbagai upaya Awal dalam mengatur urutan parkembangan embrio manusia telah diusahakan, hal tesebut berlanjut hingga awal abad kedua puluh. Adapaun kesulitan utama yang dihadapi oleh para ilmuwan pada saat itu adalah proses transmisi Embrio pada serangkaian evolusi internal yang terus berlanjut selama masa pertumbuhannya.

Di awal usaha mereka, Para ilmuwan telah menempatkan karakter urutan Abjad untuk menggambarkan setiap tahapan perubahan pada Embrio, yang kemudian mereka mengubahnya (dari huruf) ke dalam urutan Nomor, akan tetapi penggunaan Abjad dan Nomor tersebut belum dapat memberikan penggambaran yang gambalang dalam menjelaskan perbedaan krakteristik khas pada setiap tahapan-tahapan pada Embrio.

Gambar 1, Tabel embriogenesis manusia sebelum kelahiran dari minggu pertama hingga minggu ke sepuluh.

New Picture (19)

New Picture (20)

New Picture (21)Permission from Moore, K.L . The Developing Human , Clinically Oriented Embryology 4th ed., Philadelphia, Saunders

Sebelum memasuki era pengetahuan Modern, belum diketahui bahwa di dalam Kitab Suci Al-Qur’an dan Hadist Nabawi teryata telah terdapat Lanjutkan membaca


%d blogger menyukai ini: