#tadabburQuran 15-21

Islamic_Wallpaper_Quran_004-1366x768

Ke-15

{هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ}

“Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakain bagi mereka” Al-Baqorah:187)

Ayat ini diturunkan beberitahukan bahwa hubungan suami isteri boleh dilakukan pada malam Romadhon.

Tetapi perlu kita ketahui, tujuan, maksud, & hikmah dibalik pemakaiaan kata “Pakaian” pada ayat. Ada apa dengan kata pakaian?, kenapa Allah SWT tidak mengunakan kata Kamar, Kasur…. Dll ?

Dalam kehidupan suami-istri, makna yang tersembunyi di balik kata pakaian, sangat pas dalam menganalogikan dan menggambarkan hakekat hidup sepasang suami istri.
Menutup aurat adalah fungsi pakaian….
Begitu juga sepasang suami-isteri…
Harus menjaga Aib masing-masing…
Tidak mengumbarkannya,
Namun harus saling “Menutupi” & melengkapi kekurangan-kekurangan sesama pasangan…

Pakaian ada untuk melindungi dari dingin dan panas…
Selalu menemani pemiliknya dimana pun berada…

Pasangan hidup harus saling melindungi dari bahaya…
Bersama menyelesaian permaslahan hidup….
Selalu hadir menemani saat suka maupun duka…
Menimbulkan rasa haromis, aman dalam rumah tangga….
Dan bukan sebaliknya

Pakaian adalah simbol kehormatan…
Seperti kehidupan suami istri (Nikah) disyariaatkan untuk menjaga kehormatan…

Betapa luas kandungan makna Al-Quran…. Maka dari itu sepasang suami-istri seharusnya bisa “berpakaian” dengan semestinya.
#tadabburQuran

_______

Ke-16

Diantara faktor yang mendorong kita tetap konsisten menjaga dan sabar dalam beribadah sholat:
1/ Mengerjakannya dengan Khusyuu’
2/ Menghadirkan kondisi seakan kita tengah menghadap Allah SWT beserta dengan balasan-balasan di sisi-Nya.

Tadabbur dari Firman Allah SWT:
” jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’*(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al-Baqarah:45-46 )
#tadabburQuran

_________

Ke- 17

Dalam Al-Quran dikisahkan, dua orang yang memiliki perkara….
Mengaduh kepada Nabi Daud AS karena salah seorang dari keduanya berbuat zholim kepada yang lain. Lalu orang yg terzolimi berkata:

“Sesungguhnya SAUDARKU ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja….” (Şād:23)

Meskipun pertikaian, kezholiman, & pertengkaran terjadi diantar keduanya…Dia tetap memangilnya: (SAUDARKU)…
Harta, kedudukan, persaingan Duniawi, Perbedaan pendapat, Dll, seyogyanya tidak menghilangkan ikatan saudara. Baik sudara kandung atau sesama Muslim pada umumnya.
Itulah hikam Qurani menghadirkan secara Lafaz & Makna SAUDARA di antara keduanya.
#tadabburQuran

_________

Ke-18

(إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا)

“yaitu tatkala ia ( Zakaria AS) berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang rendah (samar). (Maryam:3)

kata خَفِيًّا atau خَفِيَ dalam bahasa Arab bisa berarti: tak tampak, tersembunyi, dan dirahasiakan.

Mengapa Nabi Zakaria berdoa dengan cara demikian?

Mungkin sedikit yang tahu jika diantara sebab terkabulkannya Doa: meyakini Sang Maha Pengasih sangat dekat dengan hamba-Nya. Maka berdoa dengan suara yang redah nan tulus, tersembunyi pendengaran orang lain, seseorang akan mengahadirkan kedekatan Allah SWT di sisinya, Seperti yang dirasakan oleh Zakaria AS.

Begitu juga Rahasia dibalik mengapa huruf ‘Ya’ (yg berarti, wahai) tidak digunakan dlm setiap doa yg ada dlm Al-Qur’an..!

Perhatikan ayat2 berikut..!

(ربِ أرني أنظر إليك)

Tuhanku.. perkenankanlah aku melihatMu..!

(ربنا أفرغ علينا صبرا)

Tuhan kami.. limpahkanlah kesabaran atas kami..!

(ربِ لا تذرني فردا)

Tuhanku.. janganlah Engkau biarkan aku seorang diri..!

(ربِ إن ابني من أهلي)

Tuhanku.. sesungguhnya putraku adalah bagian dari keluargaku.

( رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين )

Tuhanku.. ampunilah dan kasihilah..! Sesungguhnya Engkau sebaik-baik Dzat Yg Maha Mengasihi

( رب ابن لي عندك بيتا في الجنة )

Tuhanku.. bangunkanlah untuku di sisiMu sebuah rumah di surga..!

(ربنا لاتزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا)

Tuhan kami..! Janganlah Engkau gelincirkan hati kami setelah Engkau berikan hidayah pd kami..!

( رب إني مسني الضر وأنت أرحم الراحمين )

Tuhanku.. sesungguhnya kemudharatan telah menimpaku dan Engkau adalah sebaik-baik Dzat Yg Maha Mengasihi

Dalam setiap ayat yg bermakna doa kpd Allah, tidak satu pun yg di awali dengan hurup ‘Ya’ (yg berarti wahai) sbg bentuk seruan

MENGAPA DEMIKIAN ?!

Rahasia dibalik keindahan bahasa dlm doa2 itu adalah;

Bahwa hurup ‘Ya’ (wahai) adalah kata seru, yg hanya digunakan untuk memanggil seseorang yg jauh. Sedang Allah swt. lebih dekat pd hamba-Nya dari urat nadinya sendiri, Karena itulah.. sdh menjadi keharusan dlm ilmu balaghah, untuk meniadakannya.

Karena itulah.. sdh menjadi keharusan dlm ilmu balaghah, untuk meniadakannya.

قال تعالى: “ونحن أقرب إليه من حبل الوريد”

Allah berfirman, “dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat nadinya sendiri”

قال تعالى: (واذا سألك عبادي عني فإني قريب)

Allah jg berfirman, “dan bila hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad saw.) tentang Aku, maka seaungguhnya Aku sangat dekat”

Tahukah kita sekarang betapa dekat Dzat (Allah) yg selama ini engkau berdoa kepadaNya?!
#tadabburQuran

_______

Ke-19

#‎tadabburQuran‬

“Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. …. (Ar-Ra`d:26)

Ujian atau cobaan merupakan hak otoritas hak Allah SWT. Sama seperti rezeki, hikmah dari ujian akan menjadikan sesuatu ummat itu bertambah kuat bukannya semakin lemah. Ia tergantung bagaimana sikap yang dipilihnya terhadap ujian yang menimpanya. Jika seseorg justru putus harapan dan patah semangatnya, maka hal itu menyebkan sempitnya kehidupan, begitu juga degan Rezeki.

Maka itu kita perlu memantapkan keyakinan dengan selalu berdoa:
(ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻗﺴﻢ ﻟﻨﺎ….من ﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ﻣﺎﺗﻬﻮﻥ ﺑﻪ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﺼﻴﺒﺎﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ……)

“ Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami….. KEYAKINAN YANG AKANMENYEBABKAN RINGANYA BAGI KAMI SEGALA COBAAN-COBAAN MUSIBAH DUNIA INI…..”

Namun, Manusia justru teralu bayak mengeluh…
Memohon kepada Sang Pemilik Rezeki…
Untuk kelapangan Hidupnya…
Dan lupa meminta Hati yang yakin, dan bersandar kepadanya..seperti ketabahan sepasang suami istri ini:……

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1008042685879937&id=100000226453038&_rdr

_________

Ke-20

Saat perahu berada di tengah lautan, Nabi Musa AS seketika terkejut dengan perbuatan Khaidir AS ketika melobangi perahu yang mereka tengah kendarai, dan memprotesnya:
( قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا )

“(Musa berkata) Mengapa kamu ( Khaidir) melobangi perahu itu (yang) akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya ?…..” (Kahfi:71)

#tadabburQuran

Disini perlu kita renungkan, bahwa di saat krisis nan genting bercampur panik, dan ketika seluruh penumpang akan tenggelam ditengah Laut….
Saat itu Musa AS tidak hanya memikirkan keselamatan dirinya, dan tidak mengatakan: “….Akibatnya Kamu menengelamkan SAYA…”

Namun dalam percakapan antara keduanya, Musa Justru protes kepada Nabi Khaidir dan berkata: “…akibatnya kamu menenggelamkan PENUMPANGNYA…”

Begitulah Salah Satu krakter penting yang harus dimiliki oleh Para pemimpin Ummat, seprti pada diri Musa AS …..
Walaupun dalam situasi sesulit apapun…
Seorang Pemimpin ideal tidak akan tergoyahkan… Dan tetap mengedepankan Nasib Ummatnya, Wallhu Alam.

________

Ke-21

وجاء من أقصى المدينة رجلٌ يسعى قال يا قوم اتبعوا المرسلين

Dan datanglah dari ujung kota, SEORANG LAKI-LAKI dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”. (Yasin: 20)

Allah SWT tidak menyebutkan identitas pahlawan tak dikenal yang disebutkan dalam ayat sebagai: ”
SEORANG LAKI-LAKI.”
Namun perbuatan terpuji yang dia perbuat tetap Abadi, diketahui oleh Milyaran ummat dari masa ke masa, di Dunia dan di Akhirat. Kenapa demikian ?
Karena yang terpenting adalah Apa yang kita sudah kerjakan, yang telah kita kontribusikan untuk Dakwah dan Islam, bukan seberapa tenar diri kita.

#tadabburQuran
Berdakwah, meyeruh kepada Allah SWT sangat banyak varisinya. Di antanya Adalah: menunjukkan manusia kepada seseorang yang dapat memberikannya kebaikan, seperti perbuatan “SEORANG LAKI-LAKI” di atas.

______________

Tulisan ini adalah kumpulan Status-status facebook #tadabburQuran yang saya tulis dan terjemahkan, sebagai bentuk latihan menulis, mengasah kemampuan menerjemah, dan pembelajaran bagi saya peribadai. Dan berusaha untuk memahami, mentadabburi makna ayat-ayat Al-Quran, lalu menyebarkannya kepada yang lainnya, berharap bisa berharap bisa bermanfaat bagi saya sendiri, dan para pembaca budiman.
Maka dari itu penulis sangat menanti masukan-masukan, koreksi, atau sumbangan-sumbagan ilmu pengetahuan terkait dengan #tadabburQuran.
Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.
Iklan

#tadabburQuran 8-14

120222_EX_koran.jpg.CROP.rectangle3-large

Ke-8

Dalam Al-Quran, di surah An-Naml, ayat ke- 22…

dikisahkan bahwa burung Hud-hud menyaksikan sebuah kaum penyembah matahari di bumi Yaman (yang dahulu disebut negeri Saba’), hal itu kemudian disampikan kepada Nabi Sulaiman AS:

“Aku datang kepadamu ( Sulaiman) dengan membawa kabar yang pasti dari negeri Saba’….”

Burung Hud-hud tidak mengatakan:”Aku dengar begini…”, Atau berkata: “Kata orang begini ..”

Namun dia membawa berita yang langsung disaksikannya dengan mata kepalanya sendiri. Nabi Sulaiman tidak serta merta meyakini kabar tersebut, justru beliau berkata : “Kita akan melihat, apakah kamu termasuk dari golongan yang terpercaya atau golongan pendusta”

Beginilah seharusnya metode seorang muslim dalam menginformasikan atau mengkritisi sebuah informasi:

Tidak menelan mentah-mentah semua kabar yang berserakakan di media, di tengah-tengah publik, Dll, namun diuji dan dilihat kebenarannya terlebih dahulu.

” … Maka selidikilah kebenaran (kabarnya) agar kamu tidak menimpakan suatu kaum dengan perkara yang tidak mereka inginkan karena kecerobohanmu..”( QS. Al-Hujurat : 6 )

” Cukuplah suatu dosa bagi seseorang yang gemar menceritakan semua kabar yang didengarnya ” ~Muhammad SAW~

#tadabburQuran

______

Ke-9

Imam Ibnul Qoyyim berkata:

Ketika kata الذنوب (dosa) disebutkan dalam Al-Quran maka berarti dosa-dosa Besar, dan kata السيئات (kesalahan) menunjukkan dosa-dosa kecil.

Jika kita merenungkan kembali beberapa Ayat dalam Al-Quran, akan ditemukan bahwa:

-Kata المغفرة (ampunan) berdampingan dengan kata الذنوب.

– Kata التكفير berdampingan dengan kata السيئات .

Allah SWT berfirman: ” (orang-orang yg bertafakkur mengatakan)…. Ya Tuhan kami, AMPUNilah bagi kami DOSA-DOSA kami dan HAPUSkanlah dari kami KESALAHAN-KESALAHAN kami…… ( Ali Imaron: 193)

Hal itu dikarenkan:

Dalam makna bahasa Arab Kata المغفرة mengandung arti: perlindungan dan penjagaan (dari dosa-dosa besar), dan kata الذنوب memiliki konotasi: menutupi dan menghapus (kesalahan dan dosa-dosa yg telah diperbuat)

Dalam Al-Quran disebutkan:

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) (An-Nisā’:31)

Ya Tuhan kami, AMPUNilah bagi kami DOSA-DOSA kami dan HAPUSkanlah dari kami KESALAHAN-KESALAHAN kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

#tadabburQuran

_______

Ke-10

Terdapat beberapa Problem utama kehidupan, yang sayang sekali diderita kebanyakan Manusia…

Namun tidak banyak yang tahu jika Tuhan Sang Pemilik kehidupan Dunia dan Akhirat telah memberikan solusi permasalahan tersebut dalam sebuah buku pandauan hidup, Al-Quran, dalam format terapi di beberapa ayat berikut:

  1. Jika kamu sedang diuji dengan berbagai gejolak syahwat, maka jagalah sholat kita, benahi kembali, & perbanyak sholat sunnah.

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya…” (Maryam:59)

  1. Jika anda merasakan kerasnya hati, buruknya perangai, ketidak bahagiaan, tidak mendapatkan taufik petunjuk… Maka introspeksi kembali hubungan dan kebaktian kita terhadap IBU..

” Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi sengsara ” ( Maryam:32 )

  1. Jika kehidupan kita serasa himpit, tertekan, dan sangat sempit, maka perhatikan kembali interaksi kita dengan Al-Quran.

” Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Quran), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit… ( Ţāhā:124 )

  1. Tidak konsisten dijalan hak dan kebaikan, maka bersegeralah beramal ketika sebuah nasehat datang menghampiri.

“Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), (An-Nisā’:66)

#tadabburQuran

________

Ke-11

Di antara sunnah-sunnah para Nabi terdahulu= Berterus terang mengakui kelebihan pada diri orang lain & kekuarang pada diri sendiri.

” (Nabi Musa AS berkata) Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku…..” (Al-Qaşaş:34)

#tadabburQuran

Jum’ah Mubarokh lil jamii

________

Ke-12

Allah SWT adalah semata-mata tujun sorang Mukmin

Semakin tinggi dan Mulia sebuah impian, tujan, dan cita-cita yang kita kejar, maka semakin kuat juga tindakan yang harus kita kerahkan.

Ketika menyangkut rezeki, Allah SWT berfirman: “….maka ‘BERJALANLAH’ di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya (Al-Mulk:15)

Ketika berzikir kepada-Nya, Al-Quran menyebutkan: “maka ‘BERUSAHALAH’ kamu kepada mengingat Allah …..” (Al-Jumu`ah:9)

Ketika surga disebutkan: “Dan BERSEGERAHLAH kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga (‘Āli `Imrān:133)

Seperti diketahui السُرعة ( SEGERAH ) lebih besar dari السَّعِي (USAHA )…….

Tatkala berkaitan dengan zat-Nya yang Maha Besar: maka “BERLARILAH” engkau menuju Allah….(Adh-Dhāriyāt:50)

#TadabburQuran

________

Ke-13

Al-Quran mengisahkan orang-orang yang mengaharpakan kedudukan Qorun beserta hartanya yang melimpah-ruah. Kemudian Allah SWT seketika menegelamkan Qorun, lalu mereka berkata:

{لولا أن مَنّ اللهُ علينا لخسف بنا}

“…. jika kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya kepada kita, maka Dia benar-benar membenamkan kita (bersama Qorun)”(Al-Qaşaş:82).

Padahal sebelum itu berkata:

{يا ليت لنا مثل ما أوتي قارون إنه لذو حظ عظيم}

“….Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar” (Al-Qaşaş:79)

————–

Sedih karena menduga Doa-Doa yang dipanjatkan belum kunjung dijawab oleh Sang Maha Kaya, bahkan terbisik untuk berperasangka buruk terdapap Allah SWT, disebabkan ragu, bimbang, dan putus asa yag saling bercampur aduk….

Akan tetapi manusia yang fakir di hadapan-Nya ini tidak memahami…

Bahwa pilihan Allah SWT memiliki hikmah dan kebaikan yang jauh lebih baik…

Ketimbang pilihan manusia itu sendiri…

Seperti Allah SWT menghidarkan pengikut Qorun dari bahaya…

Manusia terus mengeluh dengan permintaan-permintaan yang belum dikabulkan…

Tetapi sudah berapa banyak nikmat-nikmat Allah SWT yang telah diberikan…

Tanpa harus meminta dan berdoa…

(وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ)

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, maka tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) (‘Ibrāhīm:34)

#tadabburQuran

_______

Ke-14

Seorang datang kepada Al-Hasan Al-Basri…

Kemudian berkata: “Sesungguhnya langit tidak lagi menurunkan hujan.”

Hasan Al-Basri berkata: “Minta ampunlah (istiqfar) kepada Allah SWT.”

Kemudian Seorang lagi datang mengaduh kepadanya: “Saya ditimpa kemiskinan”

Beliau berkata: “Minta ampunlah kepada Allah SWT.”

Setelah itu, disusul dengan seorang suami yang mengeluh: “Istri Saya mandul dan saya tidak memiliki keturuan.”

Beliau berkata: “Minta ampunlah kepada Allah SWT.”

Orang-orang yang hadir disekitar Hasan Al-Basri saat itu bingung dan bertanya: “Apakah setiap orang yang datang mengeluh kepada Anda…, Anda hanya menjawab: “Minta ampunlah kepada Allah SWT.””

Dan Beliau pun menjawab: ” Apakah Kamu sekalian tidak membaca firman Allah SWT yang berbunyi:

“Maka aku (Nabi Nuh) katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-….

Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat….

Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu…..

Dan mengadakan untukmu kebun-kebun……

Dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

~ Nuh: 10-12~

***********

Tahuk kita bahwa di Bumi… Terdapat dua “Pelindung” dari ancaman Azab-Nya, dimana salah satunya telah diangkat, dan lainnya masih ada.

Pertama adalah: Rasulullah SAW ketika masih hidup.

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (Muhammad) berada di antara mereka… (Al-‘Anfāl:33)

yang kedua adalah: “Istiqfar”.

“…. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (beristiqfar).” (Al-‘Anfāl:33)

Maka sekali-kali jangan pernah meninggalkan Istqfar.

#tadabburQuran

__________

Tulisan ini adalah kumpulan Status-status facebook #tadabburQuran yang saya tulis dan terjemahkan, sebagai bentuk latihan menulis, mengasah kemampuan menerjemah, dan pembelajaran bagi saya peribadai. Dan berusaha untuk memahami, mentadabburi makna ayat-ayat Al-Quran, lalu menyebarkannya kepada yang lainnya, berharap bisa berharap bisa bermanfaat bagi saya sendiri, dan para pembaca budiman.
Maka dari itu penulis sangat menanti masukan-masukan, koreksi, atau sumbangan-sumbagan ilmu pengetahuan terkait dengan #tadabburQuran.
Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.

#tadabburQuran 1-7

1

Ke-1

Sebelum Khomar (minuman keras) diharamkan di awal kedatangan Islam, Allah SWT melarang orang yang sedang MABUK mendekati atau mengerjakan Sholat

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan….(An-Nisā’:43)
Perlu direnungkan bahwa Illat atau alasan mengapa Si Mabuk dilarang mengerjakan Sholat….., di antaranya karena orang mabuk tidak sedang mengerti, memahami apa yang diucapkan dalam sholat nanti.

Lalu bagaimana dengan orang yang mengerjakan Sholat…
Dalam kondisi Normal, tidak mabuk…
Tetapi tidak mengerti, memahami, dan gagal merenungkan bacaan-bacaan Sholatnya
Dari takbir hingga Salam penutup?

‪#‎tadabburQuran‬
_____________

Ke-2

Rasio perbandingan daratan dengan lautan

Dalam Al Quran kata bahr yang berarti lautan,muncul sebanyak 32 kali.
Sementara kata barr yang berarti daratan muncul sebanyak 13 kali.

Jika kita tambahkan daratan dan lautan maka,

32 13 = 45

Kemudian kita buat pembagian.32/45 = 71.11111111111%

Dan kita buat lagi pembagian 13/45 =
28.8888888889%
Kemudian kita cari informasi di encyclopedia mengenai rasio perbandingan antara daratan dan lautan.

kita akan mendapatkan data bahwa luas lautan atas daratan di bumi adalah 71 %.sementara luas daratan atas lautan adalah 29 %.

Jika ini adalah “kebetulan”, akan ada banyak Ayat-ayat yang harus disebut “Kebetulan” dalam kitab suci Al Quran.

‪#‎tadabburQuran‬
‪#‎MukjizatIlmiah‬
___________

Ke-3

Ketika Nabi Yaqub AS Berkata:
Nabi Yusuf (Yūsuf):13 – Berkata Ya’qub:
“…..aku khawatir kalau-kalau dia (Yusuf) dimakan serigala, sedang kamu (para saudaranya) lengah dari padanya”.

Allah SWT memberikan cobaan dengan kehilangan putra tersayangnya Yusuf AS, sedih berkelanjutan hingga Kehilangan kedua penglihatanya.
Tetapi, ketika Nabi Yaqub AS menyerahkan urusannya kepada Allah SWT, bertawakkal penuh kepadanya:
” (Nabi Yaqub berkata) Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para penyanyang” ( Yusuf: 64)

“Dan Ya’qub berkata kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri”. (Yūsuf:67 )

Allah SWT seketika mempertemukannya dengan Yusuf AS, Saudaranya, serta memulihkan penglihatanya.

Maka Bertawakkal kepada Allah SWT, Berserah diri…
dengan tidak mengabikan usaha..
niscaya kabar gembira, kejutan-kejutan serupa…
akan datang menghampiri Anda..
#tadabburQuran
______

Ke-4

إن الإنسان خُلِقَ هلوعاً * إذا مّسه الشر جزوعاً * وإذا مّسه الخير منوعاً * إلا المصلين
Bagi Mereka yang tidak jarang mengeluh dengan beban2 sosial & mental yang mengusik kehidupan sehari-hari….
Emosional, tidak bersyukur Dll..

Maka Ayat-ayat di atas memberi solusi mujarab untuk problem sehari-hari Manusia:

*Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
*Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
*dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
*Tetapi tidak bagi orang-orang yang mengerjakan SHOLAT.
(Al-Ma`ārij 19 – 22)
SHOLAT adaah solusi kehidupan…
Sehingga Agama kita menjadikannya TIANG agama…..
SHOLAT Tidak hanya mengatasi probelm sosial….
tapi juga solusi bagi problem fenomena “Alam” di sekitar kita.
Tahukan Anda jika Islam mensyariatkan Sholat istisqoo jika Alam dilanda kekeringan ? begitu juga Sholat gerhana Matahari & Bulan…

Jika Sholat Adalah Solusi bagi problem Alam, terlebih lagi bagi problem sehari-hari kita

Mari kita benahi kembali Sholat kita…

“Sholat adalah CAHAYA…” ~Muhammad SAW~
‪#‎tadabburQuran

______

Ke-5

>Sepatah KATA dalam Al-Quran ini
( أنلزمكموها )
menghasilkan deretan kalimat Bahasa inggris berikut:

“Shall we compel you to accept it”

Dan susunan kata dalam bahasa indonesia ini:

“Apakah akan kami paksakankah kamu untuk menerima (bukti)nya”
(Nabi Hud:28)

> Satu Lafazh terpanjang dalam Al-Quran ini:
( فأسقيناكموه )

terdiri dari: Huruf Athof, kata kerja, subjek, objek pertama dan kedua.

Sunggu mengagumkan bahasa Al-Quran dengan segala kekayaan sastra Arabnya.

‪#‎tadabburQuran‬
‪#‎MukjizatIlmiah‬

________

Ke-6

عَبَسَ وَتَوَلّى * أَن جَاءهُ الأَعْمَى

Kedua ayat ini terdapat di surah yang dinamakan:`Abasa, yang berarti: “Bermuka masam”.

Kata`Abasa tidak lain mewakili teguran langsung dari Allah SWT kepada Rasul-Nya SAW terkhusus, dan kepada Ummat Muhammad secara umum, agar tidak bermuka masam dihadapan seorang buta.

Jika secara Zhohir Al-Quran bermuka masam di hadapan seorang buta merupakan hal yg terlarang….
Bagaimana jika dihadapan orang yang tidak buta…?
#tadabburQuran
_____

Ke-7

Nabi Ibrahim AS sangat mengharapkan keISLAMan atas Ayahnya, tetapi Allah SWT tidak berkehendak demikian walaupun beliau dikenal sebagai “Kekasih”-Nya.

Juga Harapan Nabi Nuh AS kepada putranya agar ikut besama orang-orang ISLAM…
Namun Allah SWT menakdirkan sebaliknya, meskipun Nuh AS telah berdoa…

Pemimpin dan penutup para Nabi, sebaik-baik manusia Nabi Muhammad SAW sangat bersedih dengan kematian pamannya, yang berjuang bersama beliau membela ISLAM di sisa-sisa usiannya,…
Kemudian Allah SWT menghendaki kematian paman beliau tanpa memuluk ISLAM.

Akan tetapi, Allah SWT menjadikan Saya, dan Anda Sekalian sebagai Muslim tanpa harus Meminta…
Allah SWT telah memberikan kita nikmat terbesar, yang tidak diberika kepada ayah Ibarahim AS, kedapa putra Nuh AS, dan kepada paman Rasulullah SAW…

Bukankan ini sebuah karunia yang berharga?
“…Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur” (Al-Baqorah:243)

ISLAM adalah Nikmat terbesar walau ditimbang dengan seluruh nikmat-nikmat yang ada,

.الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لولا ان هدانا الله.
#tadabburQuran
________

Tulisan ini adalah kumpulan Status-status facebook #tadabburQuran yang saya tulis dan terjemahkan, sebagai bentuk latihan menulis, mengasah kemampuan menerjemah, dan pembelajaran bagi saya peribadai. Dan berusaha untuk memahami, mentadabburi makna ayat-ayat Al-Quran, lalu menyebarkannya kepada yang lainnya, berharap bisa berharap bisa bermanfaat bagi saya sendiri, dan para pembaca budiman.
Maka dari itu penulis sangat menanti masukan-masukan, koreksi, atau sumbangan-sumbagan ilmu pengetahuan terkait dengan #tadabburQuran.

Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.


Hadromaut After Year

By: Khairul Amri Hatta

Seakan durasi singkat berlalu bersama lajunya tahun kemarin yang disusul tahun ini, sejak hijrah ke Mukalla yang lembab, di bumi Hadromaut. Awal mulanya dimulai dari sebelah Utara Yaman, di Kota Sana`a yang semakin mengigil, saat menuntut hijarah dari Kota Ilmu itu menuju selatan Yaman yang kelabu. Untuk melanjutkan estafet kuliah di salah satu kampus, cabang Universitas Al-Iman. Aku hanya membawa beberapa barang yang penting yang dibutuhkan dan bisa menjadi bekal menuntu ilmu di sana. Sebagian besar sisa barangku kutitipkan di gudang Universitas pusat yang juga tidak memungkinkan untuk dijak berpetualangan, termasuk di antaranya  pakaian-pakain tebal yang hanya layak dipakai di Sana`a  yang beriklim dingin dan dingin sekali itu, meliahat tempat tujuanku memiliki pertentangan iklim yang hapir serupa dengan Konfilk anatar penduduk Utara dan selatan Yaman sejak dulu hingga sekarang. Panas dan Panas sekali adalah cuaca yang memaksa penduduknya untuk terus haus dan terus minum, sangat beda di Sana`a, jika dingin sedang minus, seseorang akan berfikir dua kali untuk minum hanya untuk sekedar mengurangi ikatan social dengan WC yang dingin Airnya nyaris  melumpuhkan persendian.

Lanjutkan membaca


Yaman in Recommendation

By: Khairul Amri Hatta

6a00d8341d638e53ef00e54f1fd4578834-500wiTidak serupa dengan kondisi Kita sekarang, dengan suka rela Dia menepuh ribuan Kilo pejalanan kaki serta waktu berminggu-minggu untuk bisa menaklukkan garangnya Gurun pasir yang daratanya hampir mensimulasikan bukit obak-obak di Lautan sana, mungkin kita hanya membutuhkan durasi singkat untuk melalui kejamnya pandang gersang itu. Sayangnya Dia sebagai `Duta Istimewai` tidak sempat menikmati benda terbang yang menyerupai Burung Besi pada saat itu. Tetapi Istilah Kalah, takluk, serta Menyerah terhadap rintangan seakan Menguap ke angkasa, nyaris dalam kepalanya hanya terdapat sebuah Ilustrasi dari biasan seorang sahabat tersayang, yang sangat dicintai. Bahkan relah mengorbankan hidupnya demi sahabatnya itu, mungikn itulah puncak misteri Cinta yang belum pernah Aku ketahui, dimana seseorang mustahil ke Level itu jika zat Iman dan Cinta tidak saling bersenyawa. Berbekal Cinta itulah semangatnya terus meroket dan  memberinya bahan bakar menembus panasnya Atmosfer gurun menuju negeri Nun jauh disana. Negeri itu tidak lain adalah kampung halamannya sendiri, sahabatnya memintanya kembali ke sana tidak lain karena Pribumi di negerinya sangat haus akan hidayah dan ilmu pengetahuan.

“Tapi dengan apakah engkau harus mengajak mereka ke Dalam Hidayah?” Tanya sahabat tercinta itu ke padanya. Sejenak dia terkesima oleh daya karismatik sahabatya melalui pentanyaan itu. “ Dengan Al-Quran dan As-Sunnah…serta hasil Ijtihad” jawab Duta Isimewa itu kepada sahabatnya yang telah mengajarinya tentang semua yang dia ucapkan tadi. Dari dialog singkat ini mengalirlah untaian nasehat dari Sahabat tercinta itu, sebuah petuah yang kelak dijadikan Motto para Da`i-Da`I Islam:

“Permudalah dan janganlah Mempersulit, berilah berita gembira dan jangan membuat mereka lari…”1

Itulah Nasehat Legenaris yang diabadikan dalam lebaran-lembaran kitab hingga saat ini, sabda dari seorang Sahabat tercinta yang tidak lain adalah baginda Muahmmad Rasulullah saw sewaktu berpesan kepada Sahabat Muatz Bin jabal R.a, Duta Istimewanya yang hendak memikul amanah dakwa di kampung halamanya, di Bumi Yaman ini. Dan akhirnya sejarah menjadi saksi atas keberhasial dakwa Mu`adts bin jabal yang dalam beberapa waktu dapat mengislamkan jumlah besar dari pribumi Yaman, mendengar hal itu batapa gembiranya Rasulullah Saw saat itu, terlebih lagi ketika para Muslimin Yaman hedak berdatangan ke hadapan Baginda, maka rasa kegembiraan itu memuncak hingga mengambil wujud dalam deretan wahyu suci:

« جاء أهل اليمن هم أرق أفئدة الإيمان يمان والفقه يمان والحكمة يمانية ».

“Datanglah Penduduk Yaman mereka memiliki hati yang lembut (lunak), Iman Itu adalah Yaman dan Fiqih itu Yaman dan Hikmah itu ialah Yaman”.2

Lanjutkan membaca


Belada sepatu hitam

By: Khairul Amri Hatta

imagesDi suatu Senin yang biasa, saat surya mewarnai langit, merambat lembut menembus jaring-jaring pentilasi, mengajak ayam berkokok lebih awal. Dan di sana, di balik pentilasi itu, Aku terbaring pasrah takluk di hadapan godaan gairah kantuk yang membelengguku untuk tidak bangkit menyambut hari sekolah di pagi ini. Terlebih lagi tadi malam memang sudah kuniatkan untuk tidak hadir di upacara pagi nanti, maka tidak heran jika naitku ikut berkonspirasi dalam proyek `Tidak Ikut Upacara` yang disponsori oleh kantukku tadi. Tapi jangan pernah menyangka Kawan.., jika Aku ini termasuk dari golongan-golongan orang malas, pembolos, tidak disiplin atau apalah yang serupa. Ada sebuah benteng ilusi yang menghalagi antara Aku dan upacara pagi ini, dan untuk melewatinya tidak serumit cara yang digunakan oleh Uchiha Itachi ketika hendak menembus benteng Konoha dengan jutsu-jutsunya ruwet itu, atau dengan senjata Harrp milik Amerika yang konon bisa mengasilkan Gempa buatan supaya bisa digunakan untuk menghancurkan benteng ilusi tersebut !?, cukup dibutuhkan sedikit pengorbanan Lanjutkan membaca


`The second Ice Age` dan Petunjuk Zaman di Bumi Arab 2

Pada tulisan sebelumnya, kita telah sampai pada kesimpulan bahwa di Atlantik Utara akan menjadi daerah paling dingin di permukaan Bumi, kemudian tumpukan es salju perlahan-lahan akan menyebar menutupi berbagai wilayah yang telah disebutkan, dan hal itu berupakan awal mulanya Zaman es kedua dimuali.

Adapun  kondis di wilayah tengah yang akan menjadi pokok pembahasan kali ini, mencangkup wilayah laut Maroko dan Mauritania bagian Barat dan selatan, hingga ke garis khatulistiwa, dan juga di Samudera Hindia selatan Semenanjung Arab,  akan dilanda dengan penguapan besar-besaran hingga dikarenakan faktor-faktor  yang telah diketahui, hingga menyebabkan curah hujan terus bertambah. Seperi yang terjadi pada perubahan ekstrim cuaca yang menyebabkan banjir bandang dan turunnya salju di beberapa negeri Arab, merupakan simbol permulaan era yang dijanjikan oleh Baginda Saw dalam sabdanya:

“Kiamat tidak akan terjadi….sampai dataran Arab kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai” (HR. Muslim)

Daratan Arab (أرض العرب)

Dalam mengategorikan wilayah atau Negara-negara yang dimasukud dengan `Daratan Arab` dalam Hadist tersebut, terdapat diskusi historis dan geografis yang panjang lebar di kalangan Ulama, yang dapat disimpulkan dalam dua point penting:

1. secara history daratan atau jazirah Arab terdiri dari Yaman, Hijaz, Najed, Tihamah, dan Al-`Aruud atau terdiri dari Negara Saudi, Yaman, keseluruhan negara-negara Arab teluk (Kuwait, Qotar, Bahrain, Emirate), hingga ke Iraq. Maka negeri Syam tidak termasuk Jazirah Arab, adapun Iraq terdapat perbedaan pendapat dalam menggologkannya.

2.  Daratan Arab ialah Negara-negara yang dihuni oleh Bangsa Arab pada waktu terjadinya Nubawat tersebut, jika berpegang dengan pendapat ini maka Negeri Syam ( Palestin, Suriya, Libanon, dan Urdun), Mesir, Tunis, Libiya termasuk dalam jazirah Arab.

Kalau kita merenungkan kembali istilah `Daratan Arab`, yang jika diartikan ke bahasa Inggris menjadi ` Arabland`, label ini akan mengingatkan kita dengan penamaan: Scotland, Ireland, Switzerland, Holand, Poland, Finland, Iceland, Greenland, Deutschland, New Zealand, Netherlands….

Maka pengistilahan popular yang dipakai sebagian Negara pada era modern ini selaras dengan pengistilahan baginda Rasulullah Saw, di mana pada dasarnya kata Ireland atau Eire-land bermakna Daratan milik orang-orang Eire, yang konotasinya akan berberda jika dinamakan orang itu berkebangsaan Irlandia, sama dengan Scotland yang berarti `The land of the Scots`. jika seluruh wilayah dipermukaan Bumi ini masing-masing memakai pengistilahan yang sama, maka akan terjadi pembagian Negara dan wilayah berdasarkan bangsa penduduk penghuni setempat.

Demikian terminologi yang digunakan baginda, dalam mereflesikan sebuah wilayah berdasarkan penduduk yang mendiami suatu daerah, maka daratan Arab atau Arabland (The land of Arabs) mencangkup wilayah yang terbentang antara pantai Afrika Samudera Atlantik barat hingga ke pantai teluk Arab di timur. Terlepas dari fakta pembagian masing-masing benua, daratan Arab sebagiannya berada di benua Asia dan sebagiannya di benua Afrika yang merupakan wilayah-wilayah yang mengalami perubahan ekstim cuaca disebabkan kongesti temperature lautan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Apa pun pengistilahan yang sering kita dengar, sering digunakan oleh  Barat, terutama negara kolonis Inggris dengan sebutan: “Timur Tengah ” Atau ” Timur Tengah Raya ” Atau ” Timur Tengah dan Afrika Utara ” Atau ” Alam Arab …..” merupakan terminology keliru yang tidak komprehensif.

Kembalinya tanah Arab dan penemuan ilmiah.

Dari bagian Hadist yang berbunyi: “… dataran Arab kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai.”

Di bagian ini Kita akan fokus kepada subtansi kata `Kembali`, di mana kata ini mewakili pertanyaan mendasar yaitu apakah daratan Arab dahulu berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai?, melalui ulasan-ulasan fakta  ilmiah, kita akan menyaksikan hakekat kebenaran dari makna kata ini tanpa mengabaikan bagian “Kiamat tidak akan terjadi…” karena akan disinggung pada akhir pembahasan.

Sesungguhnya dalam setiap kata dari untaian kata-kata baginda Saw tersebut menyimpan informasi-informasi masa lalu dan masa depan, yang masing-masing dari kita harus berhenti sejenak merenungkan, mempelajari, dan mengakaitkan fakta-fakta yang terbentang di depan mata kita:

1. Kekayaan Alam Tanah Arab    

Negeri terbanyak penghasil sumber energy paling utama dan yang sangat dibutuhkan ummat Manusia, sebagian besar  berasal dari Negara-negara Arab Pengekspor Minyak atu  OAPEC, tetapi perlu diketahui bahwa sumber  kekayaan alam ini berasal dari sisa-sisa bangkai binatang dan tumbuh yang terkubur dalam perut Bumi selama ribuan tahun lalu, hal tersebut telah terbukti dengan ditemukannya fosil-fosil tumbuhan dan binatang purba di beberapa wilayah Arab, seperti dalam observasi yang diselenggarakan oleh tim Geological Survei di perempat gurung pasir di Semenanjung Arab, terletak di antara empat negara Arab yaitu Saudi, Emirat, Oman, dan Yaman, di mana para ilmuwan menemukan lebih dari tiga puluh tujuh spesies organisme yang dahulu hidup di sana.

jaringan k

Tulisan-tulisan kuno yang terdapat di wilayah Najran di Arab Saudi menunjukkan bahwa daerah gurun ini sebelumnya terdapat  peradaban yang kaya dan berbagai hidup, tidak seperti padang tandus yang kita saksikan hari ini, Daily Mail Inggris Referensi 2012.

2

Profesor Petraglia tengah melakukan penggalian bawah gurun pasir untuk mengetahui penyebab keberadaan kehidupan di daerah ini pada ribuan tahun silam serta alasan mengapa kehidupan tersebut bisa lenyap lalu berganti menjadi daerah padang pasir gersang setelah sebelumnya memililiki kekayaan sumber air, populasi Manusia dan hewan. Referensi: Oxford University Press, 2012

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa padang pasir yang berada di Afrika Tengah (selatan Libya, Aljazair dan Mesir) juga pernah ditutupi dengan padang rumput, sungai, tanaman , hutan dan padang rumput !, seperti yang di ungkapkan salah seorang peneliti dari University of Chicago bersama dengan anggota tim National Geographic sewaktu Lanjutkan membaca


%d blogger menyukai ini: