#tadabburQuran 29-35

my_image_of_the_quran_by_msnsam-d50xawo

Ke-29

Hasan Al-Basri pernah menagis setelah usai minum Air, para sahabatnya bertanya: “Apa yang membuatmu menangis ? “, beliau berkata: saya mengingat Firman Allah SWT:

ونادى أصحاب النار أصحاب الجنة أن أفيضوا علينا من الماء

Dan penghuni neraka memohon penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air…” (Al-A’raaf: 50)
#tadabburQuran

__________
Yaman 08/03/1436 H

_______________________________

Ke-30

( حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ) .

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan MEREKA TIDAK MENYADARINYA” (An-Naml:18)

Sifat Berperasangka baik semut, salah satu tabiat yang sangat sukar dimiliki oleh Manusia.
#tadabburQuran

______________
Yaman 09/03/1436
__________________________________

Ke-31

Allah SWT berfirman:

{ إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا }

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang BESYUKUR dan ada pula yang KAFIR ( mengkufuri nikmat Allah) . (Al-Insan:3)
Diantara Misteri pengunaan Kata الشاكر disebutkan dalam bentuk Mufrad (tunggal) dan kata الكفور (dalam bentuk Mubalaqoh, pleonastis) dan Jamak dalam Ayat diatas….tidak lain adalah karena:

“…. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengkufuri (nikmat Allah). ( Ibrahim: 34)

#tadabburQuran

Ya Tuhanku……
berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh ~Sulaiman AS~
__________
Yaman 10/03/1436
______________________

Ke-32

(ومن الناس من يعبد الله على حرف)

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi…”

Para Mufassir menjelaskan golongan tersebut adalah: orang-orang menyembah Allah SWT dengan Keraguan, berIsam dengan lemah Iman, tidak konsist dengan SyariatNya…Maka akibatnya:

(خسر الدنيا والآخرة ذلك هو الخسران المبين )

“…Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Al-Hajj: 11)
#tadabburQuran

________
Yaman 11/03/1436

______________________________________

Ke-33

#tadabburQuran Al-Khafi

Perbedaan antara orang Mukmin dan tidak beriman ketika diberi nikmat, tidak beriman mengatakan:

( أنا أكثر منك مالاً وأعز نفراً )

“Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.” (Al-Kahfi: 34)

Sebaliknya Mukmin akan berkata:
… مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّه…

“maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan (Al-Khafi: 39)

Kita mendapatkan Seseorang yang tengah tertipu dengan cinta buta kehidupan Dunia, kerap perkataannya menyimpang dari Akal sehat:

ما أظن أن تبيد هذه أبدا

“….Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya…” (Al-Khafi: 35)

Bahkan bertentangan dengan keyakinan Agama:

وما أظن الساعة قائمة

“Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang…” (Al-Kahfi: 36)

Dan Sombong nan angkuh:

..ولئن رددت إلى ربي لأجدن خيرا منها..

“…Dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali. PASTI aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu”. (Al-Kahfi: 36)

________
Yaman 12/03/1436

____________________________________

Ke-34

Ketika Nabi Yunus AS memiliki suatu amalan kebaikan yang dilakukan secara rutin dan konsisten, maka ketika disaat terdesak bercampur susah Allah SWT memberinya keselamatan:
فلولا أنه كان من المسبحين . للبث في بطنه إلى يوم يبعثون

” Maka kalau sekiranya dia (Yunus AS) tidak termasuk orang-orang yang selalu banyak mengingat Allah* niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. ” ( As-Shaafat: 143-144)

Sebaliknya ketika Firaun tidak memiliki Amalan ibadah & kebaikan yang rutin dikerjakan, bahkan melalukan perbuatan sebaliknya, akibatnya di saat daruat dan terdesak… Malah Dikatakan kepadanya:

آلآن وقد عصيت قبل

” Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Yunus: 91)

Maka jadikan dalam kehidupan sehari-hari kita amalan-amalan ibadah atau sebuah amalan kebaikan rutinitas antara kita dan Allah SWT…niscaya dampknya akan rasakan, terutama di saat terdesak.
#tadabburQuran

____________
Yaman 14/03/1436

________________________

Ke-35

Satu lagi….terdapat sebuah kisah heroik Qurani, tentang seorang Pemuda yang tak dikenal, namun perbuatan terpujinya diabadaikan dalam Al-Quran, dan akan selalu diingat di Dunia maupun di Akhirat.

Kisah Pahlawan tak dikenal ini terfokus kepada sifat keberaniannya menyeruhkan kebenaran di saat “Kediktatoran” Firaun, ketakutan, kezholiman mencekik kebebasan para Bani Israel untuk keluar dari perbudakan, mengambil kebebasannya dengan ikut kepada Nabi Musa AS.

Al-Quran mengisahkan:

وَقَالَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ …..

Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki (Musa AS) karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah”, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa petunjuk-petunjuk dari Tuhanmu….”(Ghofir: 28)

#tadabburQuran

Banyak pemuda-pemudi Islam saat ini enggan, bahkan berfikir bahwa ikut berkontribusi dalam Dakwa Islam hanya terbatas bagi para ,Uztad, Dai, Ulama, Dll, atau mereka yang sangat dekat dan akrab dengan Islam. Ketika membandingkan diri mereka dengan para Agamawan di atas, sangat jauh levelnya, hingga memilih untuk tidak ikut campur, berpangku tangan, masa bodoh dengan misi mulia tersebut.

Kenyataannya tidaklah demikian…! Menolong Islam merupakan hak wajib yang dimiliki oleh setiap muslim, tanpa harus menunggu berbekal setumpuk pengetahuan agam, seperti kisah pemudah yang jauh dari sisi Nabi Musa AS, bahkan berada di barisan musuhnya: Firaun.

Tapi apakan dia putus asa membelah kebenaran karena kerebatasannya dan hanya bermodal “Keimanan ” yang di sembunyikan saat itu? Justru dengan Posisinya dia termotivas mendakwakan kebenaran ditengah-tengah pengikut Firaun, meskipun sekedar sepatah kata…
walaupun di Zaman itu terdapat tiga sosok Nabi sekaligus Alim Ulam’a :Musa, Harun, Kahidir Alihimus Salam, pemuda itu tidak minder untuk bersuara.

____________
Yaman 14/03/1436
~menutupi kealpaan kemarin~

______________________________

Tulisan ini adalah kumpulan Status-status facebook #tadabburQuran yang saya tulis dan terjemahkan, sebagai bentuk latihan menulis, mengasah kemampuan menerjemah, dan pembelajaran bagi saya peribadai. Dan berusaha untuk memahami, mentadabburi makna ayat-ayat Al-Quran, lalu menyebarkannya kepada yang lainnya, berharap bisa berharap bisa bermanfaat bagi saya sendiri, dan para pembaca budiman.
Maka dari itu penulis sangat menanti masukan-masukan, koreksi, atau sumbangan-sumbagan ilmu pengetahuan terkait dengan #tadabburQuran.
Semoga Allah SWT menjadikan kita istiqomah dalam Keikhlasan, Dakwa, dan jadikan Al Qur’an sebaga, cahaya, petunjuk dan rohmat bagi kita, mengingatkan kia andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur’an, mengajarkan kita hal-hal belum diketahui dari Al-Quran. Semoga Allah SWT mengaruniakan kita untuk bisa membaca Al Qur’an di tengah malam dan siang hari, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Amin.

Iklan

About negeriquran

Masih Tetap Sebodoh yang dulu Lihat semua pos milik negeriquran

Comments are disabled.

%d blogger menyukai ini: